3 Kunci Sukses dalam Berbisnis dari The Wolf of Wall Street

0

Tindakan kita tidak hanya memengaruhi diri kita sendiri, tetapi dapat memiliki dampak yang yang bertahan lama pada semua orang di sekitar kita. Dan ketika kita membuat keputusan yang buruk, kita menyakiti diri kita sendiri, dan semua orang yang menjadi bagian dari hidup kita – orang yang kita cintai dan kita pedulikan.

Siapa yang tidak tahu The Wolf of Wall Street? Yup, kisah dari Jordan Belfort yang sukses diperankan oleh Leonardo DiCaprio ini, menunjukkan kepada kita 3 kunci berbisnis yang harus diingat. Seperti yang dikutip dari blog Shaqir Hussyin, pendiri wealthacademy.com, berikut ini:

  1. “Jika kamu memberi orang lain alasan ‘mengapa’ yang cukup bagus, mereka akan selalu mencari tahu ‘bagaimana’.”

ads by posciety

Jika kamu memiliki alasan ‘mengapa’ yang kuat dan meyakinkan, akan lebih mudah untuk mengidentifikasi ‘bagaimana’ cara melakukannya. Dengan kata lain, begitu kamu tahu mengapa kamu melakukan sesuatu, kamu akan menemukan cara untuk mewujudkannya. Jika kamu memiliki alasan kuat untuk memulai bisnis tertentu, kamu akan termotivasi untuk memberikan 110% usahamu di dalamnya!

Itulah yang dianggap Jordan Belfort, yang dijuluki “The Wolf of Wall Street”, sebagai salah satu kunci kesuksesannya. Jika kamu memberi orang lain alasan ‘mengapa’ yang cukup baik, mereka akan selalu mencari tahu ‘bagaimana’.
Memiliki alasan “mengapa” yang kuat akan memberimu kekuatan dan tekad untuk mengatasi tantangan apa pun dan terus bekerja menuju tujuanmu tanpa lelah.

Tanyakan pada dirimu apa yang membuat kamu berhasil dengan ide ini. Mengapa kamu memilih bisnis ini? Apakah kamu bersemangat dengan pekerjaanmu? Apakah itu berpeluang untuk mewujudkan kebebasan finansial yang kamu cari? Apakah kamu termotivasi oleh gagasan untuk membantu orang lain meningkatkan kehidupan mereka?
Apa visi dan misimu? Di mana kamu melihat dirimu sendiri dalam 5, 10, 15 tahun?

Jawaban atas pertanyaan ini akan membantumu mengidentifikasi dan memperjelas alasan ‘mengapa’-mu.
Kamu pasti mengalami beberapa pasang surut dalam perjalananmu menuju kesuksesan. Ketika waktu terasa sulit, dan kamu merasa ingin menyerah, kamu mungkin bertanya-tanya, “Apakah yang saya lakukan sepadan?” Pada saat-saat itu, ingatkan dirimu tentang alasan ‘MENGAPA’-mu dan jawabannya akan menjadi BENAR-BENAR jelas!

2. “Pemenang menggunakan kata-kata ‘harus’ dan ‘akan’.”

Berapa kali kamu mendapati dirimu merencanakan sesuatu selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan — hanya untuk menyadari bahwa rencana itu tidak pernah membuahkan hasil? Menurut pendapat Shaqir, penundaan adalah alasan nomor 1 mengapa kebanyakan orang tidak pernah menyadari potensi penuh mereka. Mereka selalu mencari alasan untuk menunda tugas-tugas penting; kadang-kadang, tanpa batas.

Dalam hidup, kamu mungkin tidak melihat ini sebagai masalah besar (walaupun pasti bisa berpotensi menjadi sebuah masalah). Namun dalam bisnis, konsekuensi dari menunda tindakan bisa sangat parah.

Dan inilah perbedaan antara para pemenang, dan orang-orang yang tidak pernah melampaui keadaannya yang biasa-biasa saja. Pemenang menjalankan rencana mereka. Mereka tidak ceroboh. Pemenang tidak menggunakan kata-kata seperti ‘mungkin’, atau ‘bisa jadi’. Mereka menggunakan kata ‘harus’ dan ‘akan’ sebagai gantinya. Ketika pemenang merencanakan sesuatu, mereka segera mulai bekerja untuk mewujudkan rencana tersebut. Pemenang tidak ragu-ragu. Mereka tidak menunda apa pun. Sebaliknya, pemenang menjalankan dan melakukan apa yang perlu dilakukan — hari demi hari!

Jadi, jika kamu ingin menjadi pemenang dan meraih kesuksesan, berhentilah menunda-nunda. Ubah istilah dalam ucapanmu dan atur ulang pikiranmu. Selalu ingatkan dirimu tentang apa yang harus dilakukan, dan kemudian katakan pada diri sendiri bahwa kamu akan melakukannya secepat mungkin.

3. “Ketika kamu menjalani hidupmu dengan standar yang buruk, kamu menimbulkan kerusakan pada semua orang di sekitarmu, terutama mereka yang kamu cintai.”

Apa yang Jordan Belfort anggap sebagai malam paling menyedihkan dalam hidupnya adalah malam sebelum dia masuk penjara. Dan bukan karena dia pikir bahwa dia tidak bersalah. Justru sebaliknya, dia mengakui kesalahan yang dia buat, dan berdamai dengan kenyataan bahwa dia pantas berada di sana.

Apa yang menghancurkan hatinya, pada kenyataannya, adalah reaksi anak-anaknya ketika dia mencoba menjelaskan bahwa dia akan pergi. Saat itulah dia memiliki momen kesadaran. Makanya, kutipan di bawah ini lahir. “Ketika kamu menjalani hidupmu dengan standar yang buruk, kamu menimbulkan kerusakan pada semua orang di sekitarmu, terutama mereka yang kamu cintai.”

Ini adalah salah satu kutipan favorit pribadi penulisnya, karena menyoroti kebenaran universal, yang mungkin sering kita lupakan. Tindakan kita tidak hanya memengaruhi diri kita sendiri, tetapi dapat memiliki dampak yang yang bertahan lama pada semua orang di sekitar kita. Dan ketika kita membuat keputusan yang buruk, kita menyakiti diri kita sendiri, dan semua orang yang menjadi bagian dari hidup kita – orang yang kita cintai dan kita pedulikan.

Meskipun kamu mungkin tidak akan menghadapi hukuman penjara, tetapi ini pasti sesuatu yang perlu diingat. Belajar dari kesalahan orang lain, dan selalu perhatikan bagaimana tindakanmu dapat memengaruhi kehidupan orang yang kamu cintai.

Artikel Lainnya
Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya