4 Penyebab Umum Bayi Susah Tidur

0

Tidur merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi baik untuk orang dewasa, remaja, anak-anak bahkan bayi. Pada kondisi tertentu bayi seringkali mengalami kesulitan untuk tidur. Tentu saja hal ini menjadi masalah bagi sebagian besar yang baru merasakan menjadi orang tua dan yang berpengalaman. Bahkan yang berpengalaman pun kesulitan untuk mengatasinya, ini karena setiap anak yang lahir memiliki perbedaan kondisi medis tertentu. Bayi yang sulit selalu dianggap lapar dan keadaan kondisi tubuh bayi seperti demam selesai imuniasai, pilek, kaki pegal dan lainnya yang mengganggu kenyamanan tubuh bayi. Lalu apa saja penyebab bayi sulit tidur? Berikut ini beberapa penyebab bayi mengalami kesulitan saat hendak tidur.

Siklus Jam Tidur yang Belum Teratur

img: Pixabay

ads by posciety

Bayi yang baru lahir akan tidur sekitar 17 jam dalam sehari dan hanya terbangun selama 1-2 jam. Menginjak usia 6 bulan ke atas, bayi membutuhkan waktu tidur sekitar 12-16 jam per hari. Bayi akan sering terbangun selama beberapa menit kemudian tidur kembali. Ini hal yang normal terjadi pada setiap bayi yang usianya berada di bawah 3 bulan. Karena mereka belum terbiasa dengan jam dan pola tidur yang teratur. Namun seringing bertambahnya usia, bayi akan mulai terbiasa dengan pola tidurnya. Di luar hal tersebut, ada gangguan lain yang menyebabkan bayi sulit tidur.

ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut

img: Pixabay

Seiring berjalannya waktu, bayi juga memiliki sistem kekebalan tubuh yang mulai berkembang. Dari sini tentunya mereka mulai rentan terserang infeksi bakteri dan virus. Jenis infeksi yang menyerang bayi adalah ISPA. Bayi yang terkena ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut akan mengalami demam dan kesulitan dalam bernapas. Ini karena hidung mereka tersumbatt oleh lendir. Sehingga mereka kesulitan untuk menghirup oksigen dan menyebabkan kelelahan yang berakhir dengan sebuah tangisan.

Cara sederhana untuk mengatasi masalah ini adalah dengan cara membuang ingus pada hidung bayi menggunakan pipet khusus. Untuk mengencerkan lendir, Anda juga bisa meneteskan air garam yang steril atau membiarkan bayi menghirup uang hangat.

Tumbuh Gigi

img: Pixabay

Penyebab bayi sulit tidur disebabkan oleh gigi yang mulai tumbuh. Dapat dibayangkan bagaimana rasanya ketika gigi Anda tumbuh atau yang paling sederhananya ketika gigi susu Anda tumbuh. Rasanya begitu menyakitkan dan apapun yang Anda lakukan tentu menjadi salah. Kadang bahkan membuat Anda tidak bisa tidur dan tidak nyaman ketika menikmati makanan dan minuman.

Begitu jugalah yang dirasakan oleh si kecil. Mereka juga merasakan bagaimana sakitnya ketika gigi baru tumbuh. Namun yang dapat mereka lakukan hanya menangis dan bahkan sangat sulit untuk tidur. Akibatnya, para ibu banyak yang kesulitan menyelesaikan pekerjaan rumah. Cara mengantisipasi kondisi ini antara lain memberi mainan teething, mengusap gusi bayi dengan kain bersih yang direndam air dingin serta lebih sering menyusui bayi.

Sleep Apnea

img: Pixabay

Sebuah kondisi yang tergolong serius yang dapat mengganggu sistem pernapasan bayi. Setiap bayi memiliki risiko terkenal sleep apnea. Namun kondisi ini banyak terjadi pada bayi yang lahir prematur atau mengalami kelainan bawaan. Cara mengatasi bayi yang sulit tidur dala kondisi ini dapat diatasi dengan beberapa tips berikut.

  • Sediakan tempat tidur yang nyaman dengan matras yang empuk
  • Berikan asupan makanan/ asi yang cukup
  • Dekorasi suasana tidur yang nyaman denan mengurangi warna yang terang serta suhu kamar yang hangat
  • Berikan pijatan yang lembut pada tubuh si Kecil.
  • Tidurkan si kecil dengan posisi terlentang
  • Jauhkan bayi dari barang-barang di ranjang yang terdapat bulu-bulu halus seperti boneka serta mainan yang dapat mengganggu tidurnya.

Itulah beberapa penyebab bayi yang mengalami kesulitan untuk tidur siang, tidur malam. Masih banyak lagi hal-hal yang dapat menjadi penyebab bayi kesulitan tidur. Salah satunya adalah lokasi rumah yang dekat sekali dengan pabrik atau bengkel yang dapat menganggu kenyamanan bayi saat tidur. Sama halnya seperti orang deasa, bayi juga menginginkan kualitas tidurnya yang cukup hingga kenyamanan saat mereka tidur. Dalam artian tidak ada suara yang membuat indera pengdengarannya terganggu.

Artikel Lainnya
Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya