8 Cara Mudah Menghadapi Penolakan Cinta

0

Siapa yang tidak pernah mengalami yang namanya penolakan? Apalagi soal cinta, terkadang perasaan adalah bagian yang paling bisa terluka ketika mengalaminya. Menurut Psychologia, bagian besar kegagalan yang kita alami bisa jadi tidak lebih dari bentuk penolakan, dan mengetahui bagaimana cara menghadapi penolakan akan membantumu mengurangi rasa sakit dan bangkit kembali dalam keadaan emosional yang lebih baik. Mengutip dari Dr. Phillip McGraw (atau biasa dikenal Dr. Phil), penolakan adalah ketakutan nomor satu dalam diri manusia. Karena salah satu kebutuhan terdalam manusia adalah kebutuhan untuk dimiliki dan diterima. Itulah sebabnya ketika kamu ditolak dalam suatu momen, kamu merasa gagal memenuhi kebutuhan yang penting ini.

Beberapa kebutuhan dan keinginan umum lainnya seperti kesuksesan, dan ketakutan seperti kegagalan, tampaknya tidak terkait dengan ketakutan akan penolakan pada awalnya. Namun, ketika kamu melihat “penolakan” dengan lebih dekat, kamu akan melihat bahwa kesuksesan seringkali dapat diartikan sebagai bentuk penerimaan; dan kegagalan dapat dilihat sebagai bentuk penolakan.

Salah satu area yang paling sulit untuk merasakan penolakan adalah cinta. Penderitaan yang mengalami jenis penolakan ini jauh lebih sulit daripada kebanyakan jenis lainnya. Ketika kamu pertama kali menyadari bahwa cintamu ditolak, kamu mungkin juga tidak dapat berbicara dan bahkan, merasa sakit secara fisik.

ads by posciety

Gejala fisik dan gejala lainnya—seperti tidak bisa tidur, bekerja dengan baik dan berkonsentrasi—dapat bertahan selama beberapa minggu. Meskipun intensitas emosi negatifmu secara bertahap akan memudar, dan dalam hidup kamu pasti akan terus mengalami hari-hari baik dan hari-hari buruk.

Meskipun waktu akan menyembuhkan lukamu, berikut ini adalah 8 cara menghadapi penolakan cinta yang dapat meredakan rasa sakit, dan mempersingkat masa pemulihan dirimu dengan lebih baik:

  1. Katakan pada diri sendiri hal itu akan pergi, karena hal itu benar-benar akan pergi.

Terus ingatkan pada dirimu bahwa ini hanya sementara dan kamu mungkin akan bersyukur atas pengalaman ini di masa depan atau dengan kata lain, pasti akan ada hikmahnya di kemudian hari. Let it go.

  1. Menyibukkan diri dengan aktivitas fisik.

Bermain tenis atau rajin ke gym lokal. Aktivitas fisik memaksa kita untuk berkonsentrasi di luar diri kita dan hidup dengan menikmati momen ini. Itulah mengapa kita merasa sangat hidup ketika kita aktif, dan itulah sebabnya olahraga sebenarnya bisa membuat ketagihan untuk menyegarkan diri kembali. Tidak seperti kecanduan lainnya, kecanduan ini positif dan akan menguntungkanmu.

  1. Fokus dengan hal-hal lain di luar dirimu.

Meskipun mungkin sulit untuk melakukannya sekarang, tetapi hindari menyalahkan dan mengkritik dirimu sendiri. Jadilah teman yang baik bagi dirimu sendiri. Jika kamu mendapati dirimu terlalu tenggelam dalam pikiran masa lalu atau terlalu berkutat dengan diri sendiri, maka saatnya untuk tarik perhatian itu dengan perlahan ke hal-hal eksternal di sekitarmu.

  1. Belajar sesuatu yang baru.

Mempelajari keterampilan baru bisa menjadi pengalaman yang menantang; selain manfaat yang jelas ada, ini akan membantu kita menyembuhkan diri dengan membuat kita sibuk dan fokus. Untuk membuat segalanya lebih baik, mempelajari keterampilan baru dapat membantumu menemukan peluang baru atau bertemu orang baru.

  1. Traveling.

Tempat-tempat baru selalu menyenangkan untuk dijelajahi dan, seperti saran lainnya di atas, traveling akan mengalihkan perhatianmu dari pikiran negatif dan menambah kegembiraan dalam hidupmu. Dalam “Swahili for The Broken Hearted”, Peter Moore melakukan perjalanan jauh dari Kairo ke Cape Town untuk melupakan perpisahannya, yang menghasilkan petualangan epik dan… sebuah buku!

  1. Bertemu orang baru.

Ini sebenarnya tidak perlu dijelaskan. Ketika kamu bertemu seseorang yang baru, maka kamu ingin menunjukkan sisi terbaik dari dirimu, dan ini akan memaksamu untuk bangkit. Selain itu, orang baru memiliki cerita baru yang menarik untuk diceritakan, yang akan membantumu tetap terdistraksi dari pikiran negatif lainnya.

  1. Pertimbangkan untuk mengikuti konseling.

Jika bagimu melewati masa sulit ini sendirian terlalu berat untuk ditanggung, konseling atau psikoterapi adalah cara terbaik untuk membantu dirimu mengatasi emosimu. Jika kamu mencoba meng-googling, maka akan muncul banyak situs web yang menawarkan platform terapi online berbasis sains yang dilengkapi dengan semua tools yang diperlukan untuk membantumu mengatasi masalahmu.

Beberapa diantaranya, kamu bisa terhubung dengan terapis pribadi, mendapatkan worksheet, chat langsung atau berkirim pesan, mendapatkan jurnal, dan tools terapi lainnya. Semua program didasarkan pada terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT), yang merupakan pendekatan berorientasi dengan tujuan untuk mengobati masalah kesehatan emosional dan mental.

CBT didasarkan pada gagasan bahwa perasaanmu disebabkan oleh pikiranmu dan bukan oleh rangsangan eksternal seperti orang, situasi, dan peristiwa lainnya. Ini mengajarkanmu untuk mengubah pola pikirmu dan, hasilnya, membantu mengubah perasaan dalam dirimu. Karena CBT berfokus pada apa yang dapat kamu kendalikan—dirimu dan pikiranmu—ini adalah salah satu metode paling populer untuk menangani berbagai masalah, termasuk masalah relationship.

  1. Gunakan self-hypnosis.

Hipnosis membantumu mengakses pikiran bawah sadar dan mengubahnya dengan cara yang kamu tidak pernah tahu bahwa itu mungkin lho, untuk dilakukan. Jika kamu menderita cinta sepihak, cobalah melakukan cara ini dengan bantuan berbagai sumber yang telah tersedia untuk membantu dirimu agar tidak terlalu memikirkan orang itu dan mulai merasa tertarik dengan aktivitas lain.

Rasa sakit karena penolakan cinta bisa menjadi sesuatu yang serius jika kamu tidak menghadapinya dengan cara yang benar. Karena emosi ini tidak hanya buruk bagimu, tetapi kamu juga akan berpotensi menyakiti perasaan orang lain. Jadi, beri dirimu waktu. Jangan terburu-buru untuk move on ketika kamu masih memiliki urusan emosional yang belum selesai. Semua ada waktunya. Semoga bermanfaat.

Artikel Lainnya
Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya