Aku Wanita Bodoh, Stalkingnya Sebentar Tapi Sakit Hatinya Lama :(

Di suatu ruangan yang amat redup, sudah lama aku menunggu sambil memegang selembar kertas putih dan kacamata yang tergantung di leher. Bergelut dengan waktu yang kian habis, akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan tempat tak jelas itu.

Di tengah perjalanan, aku menyinggahkan diri tuk mencicipi secangkir kopi dingin di café yang tidak amat terkenal. Aku masuk dan langsung memesan kopi dingin lalu membawa kopi dingin itu ke sisi pojok kanan di samping parkiran mobil. Aku merenung dan bertanya-tanya mengapa aku berada di tempat gelap tadi dan mengapa begitu lama aku dibiarkan menunggu sendirian.

Tak lama, Lala sahabat dekatku menepuk bahu kiriku dengar suara teriakan “Raraaaa!!!!”. Sungguh disayangkan, kopi tadi keluar begitu saja dari mulutku dan mengenai seorang pria yang ada dihadapanku. Spontan aku berdiri sambil membersihkan lengan pria tersebut dan meminta maaf.

Pria itupun mengambil tanganku dan berkata “Iya mbak, gak apa-apa. Biar saya aja yang bersihkan“, dengan raut wajah malu aku meminta maaf karena perlakuan temanku yang membuat dia terkena percikkan kopi dinginku. Tanpa disadari, pria itu langsung duduk di depanku lalu sengaja mengajakku ngobrol.“ Tadi kenapa mbak sampe kecipratan gitu?“, lalu aku pun gagap dan terbata-bata sambil menjawab “Emm, ini mas. Temen saya jail, dia kagetin saya jadi saya gak sengajaa…” iya mas, itu salah saya” (Lala langsung memotong pembicaraanku).

Kami bercengkrama hangat dan kopi dingin menjadi sruputan dikala menjeda pembicaraan. Danu, seorang mahasiswa yang sekaligus pengusaha bidang kuliner, itulah profil singkat yang aku tangkap dari pembicaraan kami tadi. Ya, kami berpisah setelah kopi dalam cangkir habis.

Sesampainya di kos, seperti biasanya aku bergegas mandi dan membuka laptop tuk mengerjakan tugas mata kuliah “Cross Cultural Understanding” yang mengharuskan aku mengetahui tentang budaya di negara-negara asing. Saat mengerjakan sebagian tugas, aku teringat Danu. Lalu aku mencari tau tentang Danu di Instagram, begitu banyaknya Danu yang kutemukan tetapi mataku tertuju pada satu nama yaitu “Danu Lingga Brahmana“.

Sayang sekali, simbol gembok pada instagramnya sempat membuat jiwa stalker ku berhenti. Lalu aku berinisiatif tuk membuat akun palsu, hehe biasalah, wanita memang seperti itu. Gengsi tuk melambaikan tangan duluan. Akhirnya aku membuat akun palsu dengan nama “Caroline Sabrina”, seorang gadis berkulit putih yang hampir menyerupai diriku dan membeli followers sampe jutaan biar dikirain Selebgram, ya gimana ya aku buat akun palsu ini sebagus mungkin supaya Danu mau menerima permintaanku dan tidak curiga sama sekali. Menunggu konfirmasi Danu, aku pun melanjutkan mengerjakan tugas kuliah sambil menahan ngantuk karena larut malam dan akhirnya tertidur juga.

Keesokan harinya, aku melihat notifikasi Instagram dan tak ada tanda-tanda konfirmasi permintaan follow dari Danu. Aku tak putus semangat, karena penasaran aku lebih besar daripada keputusasaan itu hehehehe…

Melanjutkan aktivitas seperti biasa yang membosankan karena banyaknya tugas dan penelitian yang harus dihadapi, aku sedikit melirik-lirik handphone dan berharap Danu mengonfirmasi permintaan mengikuti dari akun palsuku, tiba-tiba nada notifikasi berbunyi dan benar sekali! Itu dari Danu. Dia mengonfirmasi permintaanku, bahkan memberikan umpan balik (follback) wkwkwk… Senang sih, tapi terfikir kembali bahwasanya itu adalah akun palsu dan aku pun mulai rapuh (dikit aja).

Mulai melihat semua postingan Danu dan mencari tahu apakah dia sudah memiliki kekasih atau belum, jrengjrengjreng. Dia sepertinya masih single dan aku mulai senang, kali ini aku juga gak tau kenapa ingin sekali mencari tahu tentang Danu sampai ngestalk akun sosmednya seperti ini. Apakah ini didasari rasa suka atau sekedar rasa penasaran saja? Lagi-lagi, aku gak bisa menjelaskan secara logika.

Akhirnya aku pun memberanikan diri tuk say “hi” duluan ke Danu, walaupun ini akun palsu tetap saja degdegannya nyata. Gak lama dia menjawab “iya”, aku malah tambah bingung mau lanjutin apalagi karena memang dia tipe orang yang to the point dan ga suka bertele-tele.

Aku teringat dia seorang pengusaha di bidang kuliner, jadi aku putuskan untuk menanyakan hal seputar kuliner. Ya walaupun absurd banget karena baru kenal langsung nanyain gitu. Eh gak taunya dia jawab, good response. Bahkan dia ngasih saran tuk pilih makanan yang bener-bener harus dihindari oleh wanita dan mana yang wajib dikonsumsi. Nah, apa gak makin penasaran akunya sama sosok Danu yang ramah ke semua orang dan ramahnya itu natural gitu.

Beralih ke akun sosmed yang lain, aku mencoba kembali ngestalk akun Facebook dia dan akhirnya bersih dari yang namanya “wanita” wkwkwk. Lagi-lagi, aku ngestalk dia dengan cara bertanya seputaran pribadi dia dan dia pun menjawab dengan hati-hati.

Aku tetap berusaha bertanya-tanya dan akhirnya dia pun mulai risih, mulai curiga. Perlahan dia mulai mengabaikan pesanku dan mengupload foto dimana dia menunjukkan kerisihan dia jika disinggung kehidupan pribadi. Disitu aku ngechat dia lagi dan meminta maaf karena udah nyinggung pribadi dan dia pun memaafkanku dengan mudah.

Dari masalah itu aku berfikir akan menunjukkan siapa diriku sebenarnya, karena aku udah terlalu jauh melangkah. Namun, terbesit kembali aku hanyalah pengagum sekaligus penyukanya dalam kediaman (aku baru menyadari dari tiap perlakuanku yang menguntitnya secara online).

Beberapa hari kemudian, aku masih lanjut menguntit kehidupan Danu melalui sosmed. Finally, aku beneran nemuin apa yang ku cari selama ini, yaitu seorang wanita. Wanita yang disamping Danu dengan kepala mendongak kebahu Danu.

Dari foto yang diupload Danu, mereka terlihat akrab dan bahagia namun lagi-lagi aku mencoba tuk berfikir bahwasanya wanita itu mungkin saudari perempuannya, dikarenakan tidak ada caption yang menjelaskan siapa wanita itu.

Aku bingung dan sedikit sakit hati, mengapa aku berada di posisi ini dan merasakan hal yang aneh dalam hati. Danu, Danu, Danu, itulah yang aku pikirkan dan muncullah komenan seorang wanita yang menjelaskan isi foto dan isi hati mereka “Thanks for being my partner in life and love“.

Aduh, aduh, aduh.. sakit hati aing :”). Bagaimanapun, ini salah aku sendiri, aku yang mencoba dan memasuki zona dimana aku ingin mengetahui Danu lebih jauh namun di saat aku mengetahuinya justru beribu-ribu perih yang aku dapatkan.

Bukan karena perasaan sayang, tapi perasaan nyaman di balik kepalsuan yang ingin selalu dekat padanya. Danu 🙁

tunggu sebentar...

Tinggalkan Komentar

avatar

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan pengalaman setiap pengunjung SETUJU & TUTUP Lihat Privasi