Alasan Mauricio Pochettino Dipecat dan 6 Klub yang Mungkin Jadi Persinggahan Berikutnya

0

Mauricio Pochettino resmi dipecat Tottenham Hotspur dari jabatannya sebagai manajer klub.

The Lilywhites memecat Pochettino bersama staf kepelatihannya pada Rabu (20/11/2019). Manajer asal Argentina itu didepak dari lantaran jebloknya performa klub asal London tersebut di Liga Inggris musim ini.

Setelah musim 2019/2020 menuntaskan 12 pekan, Tottenham berada di urutan ke-14 klasemen Liga Inggris dengan 14 poin. Pochettino hanya mampu membawa Harry Kane dkk meraih tiga kemangan, lima hasil seri, dan empat kali menelan kekalahan.

Mendapat Pesangon WAH

Tottenham Hotspur baru saja memecat Mauricio Pochettino. Keputusan tersebut embuat mereka harus menyiapkan dana 12,5 juta poundsterling untuk uang pesangon.

Tottenham Hotspur memutuskan untuk melengserkan Pochettino dari kursi manajer, Rabu (21/11/2019) dini hari WIB. Selain itu tiga staff kepelatihan Spurs juga turut dipecat. Mereka adalah asisten Pochettino, Jesus Perez, serta duo pelatih, Miguel D’Agostino and Antoni Jimenez.

Dikutip dari Telegraph, keputusan memecat Pochettino dan staff pelatihnya membuat Tottenham harus menyiapkan dana lebih dari 20 juta poundsterling (setara dengan 364 miliar rupiah) untuk uang kompensasi.

12,5 juta poundsterling (Rp 227 miliar) di antaranya diberikan untuk pesangon Pochettino. Tottenham harus membayarkan uang tersebut karena kontrak manajer asal Argentina tersebut masih tersisa hingga tahun 2023. Itu terjadi setelah Pochettino menandatangani kontrak baru berdurasi lima tahun yang disodorkan oleh Tottenham pada Mei 2018.

Pria 47 tahun ini tercatat sudah lima musim menangani Tottenham sejak bergabung pada 2014 lalu. Ia mampu membawa Harry Kane dkk menembus final Piala Liga Inggris pada musim 2014/2015 serta partai puncak Liga Champions 2018/2019.

Rahasia Pemecatan Pochettino

gambar 1 - pochettino dipecat tottenham
img: IndoSport

Kepemimpinan Mauricio Pochettino harus berakhir setelah 5 setengah musim membesut Tottenham Hotspur. Kesuksesannya dalam 4 musim terakhir mendobrak dominasi The Big Four di Liga Inggris membuat nama Pochettino dimasukkan dalam jajaran pelatih top di Eropa.

Namun, di balik terdepaknya pelatih asal Argentina tersebut, tersiar kabar mengenai alasan yang mendasarinya. Dilansir dari The Times, Pochettino telah melakukan pembicaraan panjang dengan Spurs selama seminggu terakhir untuk menyelesaikan masa depannya.

Laporan turut menyebut Pochettino menolak permintaan klub yang menyuruhnya mundur dari kursi pelatih. Buntut dari penolakan tersebut, Daniel Levy mengambil langkah tegas dengan mendepak Pochettino dan jajaran staf dari Spurs.

Pochettino telah melakoni 293 laga di semua kompetisi bersama Tottenham sejak menjadi pelatih pada Mei 2014 lalu. Meski telah 5,5 tahun membesut Tottenham, Pochettino sama sekali belum pernah mempersembahkan gelar juara mayor bagi klub yang bermarkas di London Utara tersebut.

Perpecahan Pochettino & Tottenham Sudah Terasa Sejak Musim Panas

Pochettino sebelumnya berjasa mengangkat prestasi Tottenham. Kecuali di tahun pertamanya, manajer asal Argentina itu sudah selalu berhasil mengantarkan tim finis di empat besar pada empat musim berikutnya.

Malah di musim 2018/2019 lalu, ia membawa Tottenham ke final Liga Champions kendati akhirnya kalah dari Liverpool. Tapi bicara perpisahan, Pochettino dan Tottenham memang sudah menunjukkan sinyal-sinyal tak sejalan sejak musim panas.

Pada tur pramusim ke Singapura bulan Juli lalu misalnya, Pochettino mengaku tak tahu menahu perkara transfer Tanguy Ndombele. Padahal gelandang asal Prancis itu didatangkan Tottenham dengan nilai yang memecahkan rekor klub, 55 juta paun.

Tak lama kemudian, Pochettino mengeluhkan terbatasnya kewenangannya sebagai manajer. Ia meminta klub lebih baik mengubah saja titel pekerjaannya dari manajer menjadi pelatih kepala, karena memang praktis cuma mengurusi taktik semata.

“Menjual, membeli pemain, meneken kontrak, tidak meneken kontrak. Saya rasa itu tidak dalam kendali saya, itu ada di tangan klub dan Daniel Levy (chairman),” katanya pada akhir Juli lalu.

“Klub perlu mengubah titel dan deskripsi pekerjaan saya. Tentu saja saya adalah bos dalam menentukan strategi, tapi di area lainnya saya tidak tahu. Hari ini saya merasa seperti pelatih,” imbuhnya seperti dilansir BBC.

Dalam perkara transfer diyakini Pochettino memang sering dikecewakan dengan langkah-langkah klub. Di bursa transfer musim panas kemarin misalnya, klub memutuska melepas Kieran Trippier ke Atletico Madrid tanpa mendatangkan pengganti sepadan.

Sementara pembelian Ndombele seperti diketahui dieksekusi tanpa sepengetahuan Pochettino. Musim sebelumnya malah lebih pelik lagi : Tottenham tak mendatangkan satupun pemain baru.

6 Klub Tujuan Selanjutnya Pochettino

Usai dipecat dari Tottenham yang telah dibesutnya sejak 2014, ke mana Pochettino akan melanjutkan kariernya menjadi tanda tanya. Beberapa spekulasi menyebut jika manajer berusia 47 tahun bakal merapat ke salah satu klub top Eropa.

Memang, tidak sedikit klub raksasa Benua Biru yang tertarik memboyong Pochettino untuk mengisi jabatan juru taktik timnya. Selain itu, ia juga potensial menggantikan beberapa pelatih lain yang terancam didepak akibat buruknya performa skuat asuhannya tersebut.

Dilansir dari DetikSport, berikut beberapa klub Eropa yang berpeluang menggaet Pochettino sebagai manajer baru nya :

1. Manchester United

Pochettino sempat dikaitkan dengan kepindahan ke MU di awal musim untuk menggantikan Ole Gunnar Solskjaer. Ia bisa menjadi alternatif The Red Devils jika laju Marcus Rashford dkk tidak makin membaik dibawah asuhan manajer asal Norwegia tersebut.

2. Bayern Munich

Die Roten mendepak pelatih Niko Kovac di awal bulan ini, serta menjadikan Hans-Dieter Flick sebagai pelatih interim. Jawara Bundesliga itu dikabarkan berminat membawa mantan pemain timnas Argentina itu ke Allianz Arena, apabila Pochettino cabut dari Tottenham.

3. Real Madrid

Pochettino pernah santer menjadi bidikan Real Madrid sejak dipecatnya Julen Lopetegui musim lalu. Los Blancos dilaporkan tetap tertarik memboyongnya ke Santiago Bernabeu tahun depan, bila Zinedine Zidane gagal mendongkrak performa klub musim ini.

4. Paris Saint-Germain

PSG tengah berambisi menjadi kampiun Liga Champions. Pochettino disebut menjadi opsi bila Thomas Tuchel gagal memenuhi target tersebut, mengingat mantan pemainnya itu pernah membawa Tottenham masuk ke final Liga Champions musim lalu.

5. Borussia Dortmund

Dortmund saat ini menempati peringkat keenam Bundesliga di bawah asuhan Lucien Favre. Pochettino dapat menjadi opsi juru taktik anyar Die Borussen bila performa klub tidak mengalami peningkatan.

6. Napoli

Klub asal Naples itu sempat menjanjikan di awal musim bersama Carlo Ancelotti, namun saat ini lajunya justru melorot dan tertahan di peringkat ketujuh klasemen Serie A. Pochettino punya kans memimpin Napoli, andai mantan pelatih AC Milan itu didepak dari San Paolo.

SUBSCRIBE
Subscribe sekarang dan dapatkan update terbaru melalui email
aman dari spam
Pos Lainnya

Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya