Mengapa Angka Kelahiran Bayi (AKB) Dijadikan sebagai Indikator Kesehatan Suatu Negara?

Angka kematian bayi selalu menjadi indikator penting untuk mencerminkan keadaan derajat kesehatan suatu negara, kemajuan yang dicapai dalam bidang pencegahan dan pemberantasan suatu penyakit penyebab kematian di suatu negara akan tercermin secara jelas dengan adanya tingkat AKB. AKB merupakan tolak ukur yang sensitif dari semua upaya intervensi yang dilakukan oleh pemerintah khususnya dibidang kesehatan. Kematian Bayi (Infant Mortality) adalah kematian anak kecil dibawah usia 1 tahun, angka kematian ini diukur dengan angka kematian bayi (AKB) yang merupakan jumlah kematian anak dibawah 1 tahun per 1000 kelahiran.

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung perkembangan dan pembangunan suatu negara bagi segi sosial, ekonomi, maupun budaya. Kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi penting dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM). Dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan telah ditetapkan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

Tingkat kesehatan negara yang satu dengan yang lainnya tentu berbeda-beda, perbedaan ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti lingkungan, perilaku dan fasilitas kesehatan. Tingkat kesehatan di Indonesia saat ini masih tergolong buruk dan kebanyakan disebabkan karena faktor ekonomi/kemiskinan serta sarana prasarana kesehatan yang bisa dibilang belum memadai. Sebaliknya, pada negara maju seperti negara-negara di Eropa, fasilitas kesehatan yang sangat baik menyebabkan angka kematian bayi menurun.

Banyaknya negara yang memiliki nilai AKB yang tinggi tidak maju dan bahkan sulit untuk berkembang, menurut menurut para peneliti kesehatan mengatakan kesehatan menjadi salah satu hal penting dalam kemajuan suatu negara dan lebih ditekankan kepada kelahiran bayi yang sehat. Itulah mengapa AKB menjadi indikator tingkat kesehatan suatu negara.

Beberapa Contoh Negara Dengan AKB Terbesar

WHO melaporkan bahwa setiap hari lebih dari 7.200 bayi lahir meninggal, sebagian besar (98%) terjadi pada negara-negara dengan pendapatan rendah hingga sedang. Pada negara kaya, WHO mencatat 1 bayi mati dari 320 kelahiran. WHO menyatakan angka ini berubah sedikit pada dasawarsa lalu. Angka tertinggi 47 per seribu kematian bayi saat lahir tercatat di Pakistan, diikuti oleh Nigeria, Bangladesh, Djibouti, dan Senegal. Dari Susenas, data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2004 hasil perhitungan AKB adalah 52 per 1000 kelahiran dengan frekuensi waktu Mei tahun 2002. Menurut data SDKI tahun 2007 AKB 34 per 1000 kelahiran.

Menurut data dari Worldatlas tahun 2015, negara Angola merupakan negara dengan angka kematian bayi tertinggi di dunia dimana terdapat 96 kematian bayi per 1000 kelahiran bayi yang hidup. Diurutan kedua ada di negara Afrika Tengah dimana terdapat 92 kematian bayi per 1000 kelahiran bayi yang hidup.

Sierra Leone menempati urutan ketiga dengan 87 kematian bayi per 1000 kelahiran bayi yang hidup, ini membuat mereka masuk ke Daftar Negara dengan Angka Kematian Bayi per 1000 kelahiran tertinggi di dunia yang kemudian disusul dengan negara-negara di bawah ini:

  • Republik Chad dengan AKB 85
  • Somalia dengan AKB 85
  • Kongo dengan AKB 75
  • Mali dengan AKB 75
  • Nigeria dengan AKB 69
  • Lestho dengan AKB 69
  • Equatorial Guinea dengan AKB 68
  • Cote d’ivoire dengan AKB 67
  • Afghanistan dengan AKB 66
  • Pakistan dengan AKB 66
  • Mauritania dengan AKB 65

Apa solusi Pemerintah untuk Menekan Angka Kematian Bayi di Indonesia?

Upaya pemerintah yang sangat erat kaitannya dengan penurunan kematian bayi, terkenal dengan istilah GOBI FFF:

  • Growth Monitoring
  • Oral Rehidration
  • Breast Feeding
  • Imuzation
  • Family Planning
  • Food Supplement
  • Female Education

Ketujuh hal ini dilakukan baik dalam kegiatan posyandu, pelayanan KIA, maupun di Pusat Kesehatan Masyarakat. Selalu konsumsi makanan gizi seimbang untuk para ibu hamil dan pemberian gizi yang bagus untuk pertumbuhan bayi. Pendidikan atau pengetahuan ibu juga diperhatikan untuk menunjang tumbuh kembang bayi sangat diperhatikan.

tunggu sebentar...

POS Lainnya:

Tinggalkan Komentar

avatar

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan pengalaman setiap pengunjung SETUJU & TUTUP Lihat Privasi