Apa Artinya Jumat Mubarok ?

0

Sebagai raja dari semua hari, hari Jumat merupakan hari paling istimewa dikarenakan pada hari Jumat tersebut terciptanya Adam. Manusia pertama yang Allah ciptakan

Sudah menjadi sebuah tren atau tradisi setiap memasuki hari Jumat. Tagar Jumat Mubarok #JumatMubarok berseliweran di media sosial terkhususnya bagi mereka pemeluk agama Islam. Seperti menjadi keharusan yang dilakukan untuk menyambut hari Jumat.

Jumat Mubarok terdiri atas dua kata, yaitu Jumat (hari / hari Jumat) dan Mubarok yang berasal dari bahasa Arab yang artinya keberkahan atau kebaikan. Jadi apa artinya Jumat Mubarok? Yaitu hari / hari Jumat yang dipenuhi limpahan kebaikan dan keberkahan. Apa saja keberkahan dan kebaikan yang dimaksud? Berikut penjelasan singkatnya.

Rajanya Hari

Sebagai raja dari semua hari, hari Jumat merupakan hari paling istimewa dikarenakan pada hari Jumat tersebut terciptanya Adam. Manusia pertama yang Allah ciptakan. Adam masuk surga dan keluar dari surga pada hari Jumat. Sebuah hadis dari Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad meriwayatkan Sa’ad bin ‘Ubadah yang artinya:

“Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung dari pada hari raya kurban dan hari raya Fitri. Di dalam hari Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali silaturrahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada Malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung, dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat”.

Hari Haji

Haji merupakan salah satu rukun Islam. Bagi sebagian masyarakat menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah adalah impian. Namun dengan kondisi perekonomian yang kurang mendukung, kamu dapat menunaikan salat Jumat sebagai gantinya.

Pernah mendengar bahwa bagi laki-laki yang salat Jumat secara empat puluh hari berturut-turut maka dia telah memenuhi rukun Islam yang kelima, yaitu naik haji. Imam Al-Qadla’i dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda.

 اَلْجُمُعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ

“Jumat merupakan hajinya orang-orang fakir”.

Terkait hadis di atas, hadis tersebut menjabarkan bagaimana cara termudah memenuhi rukun Islam yang kelima. Dengan menunaikan salat Jumat bagi laki-laki muslim, maka nilainya sama dengan naik haji.

Jumat Mubarok juga dikenal harinya Al-Kahfi. Bagi muslim yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat akan diberikan cahaya diantara dua Jumat. Seperti sabda Rasulullah SAW:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنْ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ 

“Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah memberinya sinar cahaya di antara dua Jumat”.

Memperbanyak membaca salawat pada hari Jumat juga sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad. Karena itu, hari Jumat dikenal dengan Jumat Mubarok. Sebab banyak sekali keberkahan mengkhususkannya untuk beribadah dibandingkan hari-hari lainnya.

Artikel Lainnya
Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya