Apa Artinya No Nut November?

Baru-baru ini, dunia Instagram sedang ramai dengan tagar #3Nchallenge, atau lebih dikenal dengan No Nut November challenge. Beberapa tahun lalu, challenge ini hanya populer di luar negeri, namun tampaknya sekarang mulai merambah sosial media tanah air juga.

Lalu, apa artinya No Nut November challenge? Dan mengapa tantangan ini begitu diminati para pria dewasa?

Yuk, simak beberapa fakta mengenai No Nut November challenge berikut ini!

Arti No Nut November

Istilah ini berasal dari luar Negeri, maka tak heran bila menggunakan bahasa Inggris. Namun jangan salah mengartikan ya! Karena maksudnya…Istilah ini berasal dari luar Negeri, maka tak heran bila menggunakan bahasa Inggris. Namun jangan salah mengartikan ya! Karena maksudnya…sangat berbeda dengan artinya secara bahasa.

Dalam bahasa Inggris, ‘No’ artinya ‘Tidak’, ‘Nut’ artinya ‘Kacang’, ‘November’ adalah ‘Bulan Nopember’. Bila diartikan secara bahasa maka akan memiliki arti “Tidak ada kacang di bulan November”. Namun, tentu saja challenge ini tidak memiliki korelasi dengan jenis kacang apapun.

No Nut November secara istilah maksudnya adalah “Tidak ada ejakulasi selama bulan November”. Jadi maksud ‘Nut’ disini adalah ‘Ejakulasi’ bukan ‘Kacang’.

No Nut November Challenge

Ramainya tagar #NoNutNovember challenge menjadi perhatian yang cukup menyita publik. Tantangan ini ditujukan kepada para pria dewasa unuk menahan ejakulasi secara sengaja dengan cara mastrubasi atau onani. Hal ini menjadi ajang kampanye untuk mengurangi angka pria sewasa yang gemar mastrubasi di luar Negeri.

Dilansir dari situs Newsweek.com, Kamis (16/11/2017), No Nut November adalah sebuah tantangan yang ditujukan kepada pria untuk tidak melakukan masturbasi dan hubungan seksual dengan pasangan selama satu bulan.

Selain itu, energi para lelaki dapat diarahkan ke hal lain seperti kesehatan fisik, kejernihan mental dan kepercayaan diri di sekitar orang. Sama halnya dengan apa yang dilakukan oleh seorang atlet. Mereka menghindari orgasme sebelum pertandingan.

Namun saat ini, challenge ini tidak hanya diikuti pria dewasa di luar Negeri. Beberapa pria yang melabeli diri dengan gelar ‘PasCol’ pun mulai terlihat mengikuti tantangan ini.

Ini menjadi bukti bahwa mastrubasi bukan lagi hal yang aneh di negara dengan budaya ketimuran ini.

Bahaya Mastrubasi

Onani atau masturbasi adalah suatu proses perangsangan seksual pada alat kelamin secara sengaja yang bertujuan untuk memperoleh kepuasan seksual. Bentuk aktivitas yang dilakukan saat onani bisa bervariasi pada setiap individu. Bisa dengan menyentuh, memijat, mengelus, hingga menggesek alat kelamin baik dengan alat bantu maupun tidak.

Onani biasanya dilakukan sebagai cara untuk memenuhi hasrat seksual, khususnya bagi individu yang belum memiliki pasangan seksual. Akan tetapi, sebenarnya onani bisa dilakukan oleh diri sendiri ataupun oleh bantuan orang lain.

Meskipun begitu, faktanya terlalu sering onani juga dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan Anda. Berikut beberapa di antaranya dilansir dari laman klikdokter.com :

Luka Pada Alat Kelamin

Terlalu sering onani, baik dengan alat bantu atau tidak, berpotensi mencederai alat kelamin Anda. Pasalnya, individu yang melakukan onani cenderung fokus pada hasrat seksualnya dibandingkan berusaha melakukan aktivitas selama onani dengan aman.

Saat cedera terjadi, beberapa gejala yang dapat timbul adalah lecet, bengkak, dan nyeri pada area alat kelamin. Tentu saja gejala-gejala tersebut dapat membuat Anda tidak nyaman.

Proses penyembuhan luka pada area alat kelamin bisa menjadi lebih sulit karena kombinasi kondisi yang lebih lembap. Area inijuga lebih rentan terpapar kuman dibandingkan bagian tubuh lainnya.

Akibatnya, Anda harus lebih berhati-hati dalam merawat lukanya. Jika sudah terjadi infeksi sekunder ketika terkontaminasi kuman, luka bisa semakin sulit disembuhkan sehingga membutuhkan pengobatan lebih ketat.

Penurunan Sensitivitas Seksual

Terlalu sering onani juga bisa menurunkan sensitivitas dalam hubungan seksual, terutama bagi individu yang sudah memiliki pasangan. Semakin sering seseorang melakukan onani, semakin tinggi pula standar yang diperlukan untuk mencapai kepuasan seksual. Kondisi ini tentu saja dapat berbahaya dan berpotensi mengganggu keharmonisan dengan pasangan.

Dampak Psikis

Kebiasaan melakukan onani dapat membuat seseorang merasa bersalah setelah melakukannya. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi di lingkungannya, seperti norma atau aturan yang berhubungan dengan aktivitas onani.

Perasaan bersalah berpotensi membuat seseorang mengalami stres dan penurunan produktivitas. Pada akhirnya, stres tersebut juga berpotensi menyebabkan penurunan kualitas dalam berhubungan seksual dengan pasang.

Kanker Prostat

Beberapa penelitian menyatakan bahwa lebih sering onani dapat meningkatkan risiko kanker prostat pada pria. Namun, beberapa penelitian lainnya justru menyatakan hal yang bertolak belakang. Dengan demikian, hubungan antara frekuensi onani pada pria dengan kanker prostat masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Menahan nafsu juga memberikan manfaat bagi kesehatan pria dewasa secara psikis. Pria yang bisa menahan nafsu nya lebih bisa berkonsentrasi dan fokus pada pekerjaannya.

Mungkin inilah mengapa, No Nut November challenge banyak diminati oleh pria dewasa. Bagaimana dengan Anda!?

SUBSCRIBE
Subsribe sekarang dan dapatkan UPDATE terbaru melalui Email.
Berhenti Subscribe Kapanpun!
POS Lainnya:

Tinggalkan Komentar

avatar

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan pengalaman setiap pengunjung SETUJU & TUTUP Lihat Privasi