Apa Bedanya Moody-an dengan Depresi ?

0

Moody-an dan Depresi tentu merupakan hal yang berbeda, perhatikan apakah kamu hanya moody-an atau justru sedang depresi.

Apakah kamu pernah merasa moody, mudah tersinggung, semuanya terasa menyebalkan dan serba salah? Ya, tidak apa-apa. Itu normal kok.

Normal? Iya.

Ini masih normal jika tidak mempengaruhi hal-hal signifikan dalam hidupmu seperti pekerjaan, hubungan dangan orang lain, dan interest dengan kegiatan sehari-hari.  Selama itu tidak sampai mempengaruhi hal-hal diatas disertai gejala seperti ini: Merasa tidak senang, tidak mood untuk waktu yang lama (sekitar 2 pekan), seperti yang dilansir dari futurelearn.com dalam kursus online-nya yang berjudul Depression and Low Mood in Young People.

ads by posciety

Ini berbeda dangan mood yang naik-turun alias ada senang dan sedihnya, yang dimaksud di sini ialah selalu merasa muram atau tidak semangat setiap hari selama dua pekan.

Tidak interest lagi dengan kegiatan sehari-hari, padahal biasanya kamu suka melakukannya. Selalu merasa tidak enak badan, lelah, dan kurang tidur, sehingga mudah tersinggung pada banyak hal. Biasanya hal-hal sepele yang harusnya tidak jadi masalah, tapi itu membuatmu emosian. Hal ini bisa berakibat hubungan yang memburuk dengan orang-orang terdekat.

Merasa sulit untuk berkonsentrasi, sehingga tidak bisa fokus pada tugas dan aktivitas lainnya seiring dengan kurangnya minat dan perasaan lelah. Beberapa orang yang mengalami depresi juga kesulitan dalam membuat keputusan dan mengingat sesuatu. Hal yang umum jika depresi dan kecemasan bisa muncul bersamaan, tetapi kecemasan dapat mencakup gejala-gejala lainnya seperti berkeringat banyak, merasa gugup, kesulitan berpikir jernih, napas yang cepat, dan merasa panik.

Merasa putus asa, seperti perasaan bersalah atau merasa diri tidak berharga. Adanya rasa kurang percaya diri, lalu menyalahkan diri sendiri meski itu bukan kesalahanmu, atau merasa segala sesuatu tidak ada gunanya. Beberapa bahkan membenci diri sendiri. Terkadang gejala ini dikaitkan dengan depresi berat.

Tapi semua gejala itu terlihat berbeda pada masing-masing orang, ya. Jadi lebih baik kamu berkonsultasi langsung dengan profesional seperti Psikolog untuk lebih tahu jelasnya apa yang terjadi pada dirimu.

Pengakuan dari orang-orang yang mengalami depresi diantaranya: mudah marah pada banyak hal sepele, hubungan yang buruk dengan teman dan orang-orang terdekat, selalu ingin sendirian, merasa tidak ada yang mengerti dirinya, merasa tidak berarti (baik dirinya sendiri, maupun hal lain dalam hidupnya), tidak senang dan tidak sedih (alias merasa hampa) tapi malas cerita ke orang lain karena takut merepotkan.

Jadi, bagaimana jika kamu pernah atau bahkan sedang merasakan gejala-gejala itu? Jika kamu ingin bercerita pada orang lain, berikut tipsnya yang semoga bisa membantumu:

  • Pilih seorang anggota keluarga atau teman dekat yang kamu percaya
  • Seorang yang enak dan mudah diajak bicara
  • Seorang pendengar yang baik dan tidak men-judge
  • Seorang yang sangat dekat denganmu dan mengetahui banyak tentang dirimu
  • Seorang yang mungkin pernah mengalami hal yang sama.

Lalu bagaimana cara mengatakan atau menceritakan tentang perasaan kamu yang rumit itu?

  • Cari waktu yang tepat untuk curhat, pilih tempat yang sepi dan bebas distraction atau tidak berisik
  • Ceritakan apa yang kamu rasakan, kegelisahan kamu, curhatan kamu
  • Coba minta pendapatnya dan support-nya untuk kamu (biasanya sih, otomatis sahabatmu akan langsung seperti ini, memberikan pendapatnya dan men-support kamu)
  • Kalau kamu merasa ini TOP secret alias sangat rahasia mengalahkan rahasia negara, bilang ke dia untuk jangan cerita ke siapapun, ya.

Cobalah, tidak perlu ragu untuk cerita ke orang yang kamu percaya untuk meminta tolong solusi dan dukungan untuk mengatasi permasalahanmu. Ingatlah, bahwa kamu tidak sendirian.

Oh iya, lalu bagaimana kalau kamu kenal dengan seseorang yang punya gejala seperti ini? Mungkin dia suka menyendiri untuk waktu yang lama, dia juga emosional, terlihat gelisah, gugup, dan lain-lain. Pasti ada rasa empati dalam dirimu, tapi bagaimana cara membicarakannya dengan dia? Nah, berikut tipsnya dari para profesional:

  • Keep calm dan relaks, sebisa mungkin tidak mengkritisi atau men-judge dia, ya.. karena dia juga manusia. Punya hati, punya rasa. Dia hanya ingin didengarkan.
  • Kalau dia belum mau cerita dengan kamu soal masalahnya, tidak apa-apa. Bilang ke dia kalau kamu selalu ada saat dia mau bercerita.
  • Tanggapi curhatannya dengan serius. Karena apapun masalahnya, besar atau kecil, itu adalah penting bagi dia.
  • Bukalah dengan open-ended questions, seperti ini … “by the way, kuperhatiin kamu akhir-akhir ini murung di kampus, ada apa? apa yang kamu rasakan..?” atau “sepertinya akhir-akhir ini kamu sering menyendiri, ada sesuatu yang mengganggumu?” atau “apa kamu merasa (kegiatan) ini menyenangkan? Gimana perasaan kamu dengan (kegiatan) ini, apa yang cukup sulit dengan (kegiatan) ini bagimu?”

Semoga dengan kita saling memberi perhatian dan saling membantu dengan orang-orang terdekat, menjadikan hidup ini lebih mudah, menyenangkan, dan berkah. Sampai di sini, apakah kamu akan mencoba tips di atas jika kamu merasakan gejala-gejalanya? Dan, apakah kamu mengenal seseorang yang dapat kamu bantu untuk melewatinya? Semoga bermanfaat 🙂

Artikel Lainnya
Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya