Apa Itu JEDI MIND Trick ?

0

Jika kamu penggemar Star Wars, kamu akan familiar dengan Jedi yang memiliki banyak kekuatan dan kemampuan hebat yang dapat mereka gunakan di berbagai waktu. Jedi Mind Trick adalah salah satunya, yang memungkinkan Jedi untuk mengubah pikiran siapa yang mereka ajak bicara dengan menggunakan Force (kekuatan), yang mana lawan bicaranya sering kali bahkan tidak menyadari bahwa dia sedang dipengaruhi.

Sepanjang film, kekuatan ini memungkinkan Jedi untuk keluar dari beberapa situasi rumit. Ini tentu saja merupakan kemampuan cerdas yang sangat bermanfaat untuk dimiliki. Zach Hughes di Medium menuliskan, bahwa meski Star Wars memiliki daya tarik budaya pop yang luas, basis penggemar asli terdiri dari kutu buku fiksi ilmiah. Para kutu buku yang tidak memiliki kekuatan persuasi, mereka tidak memiliki karisma atau pesona. Mereka cenderung menjadi komunikator yang buruk pada umumnya, namun Jedi Mind Trick adalah ‘kekuatan super’ bagi para kutu buku agar dapat didengarkan di tengah masyarakat.

Artinya, Jedi Mind Trick itu memang nyata dan umumnya dikenal sebagai seni dan ilmu persuasi. Jika kamu cukup mahir dalam persuasi (mempengaruhi orang lain), mungkin teknik dalam Jedi Mind Trick ini akan sangat familiar denganmu. Dan pastinya, kamu sudah mengetahui beberapa manfaat penting dalam situasi sehari-hari dimana trik ini dapat digunakan.

ads by posciety

Dalam sebuah perusahaan teknologi misalnya, mereka memiliki ide-ide cerdas untuk memajukan kemampuan digital perusahaan, tetapi mereka tampaknya tidak dapat menarik perhatian para pembuat keputusan. Padahal dalam ekonomi ide, bukan ide terbaik yang menang, tetapi ide terbaik yang dikomunikasikan yang menang.

Sama seperti kita, Zach mengakui dia tidak menggunakan Force. Tetapi, bagaimana dia berhasil menavigasi skenario ini dimulai dengan ‘tidak melakukan apa-apa’. Perhatikan, respons naluriah manusia terhadap konflik adalah ‘flight of fight’. Kita bahkan tidak dapat menyadarinya, karena ini diprogram ke dalam sistem limbik otak kita. Namun, kita dapat mengendalikannya dengan memiliki kesadaran diri untuk menahan keinginan melawan atau meringkuk dalam penyerahan.

Obi-Wan memodelkan konsep ini dengan sangat baik, bahkan tanpa Force. Terlepas dari ancaman apa pun, dia tidak pernah menyerang, dan dia tidak pernah meringkuk. Dia selalu menjaga ketenangannya. Jadi, jika kamu dapat menekan salah satu dari respons otomatis ini dengan bersikap tenang, maka setengah permainan telah dimenangkan.

Langkah selanjutnya adalah mendengarkan secara intens dengan empati. Tempatkan dirimu di posisi pihak lain. Kebutuhan lawan bicara biasanya tidak jelas dalam pengungkapannya, jadi kamu perlu memperhatikan ucapan dan gerakannya. Ini adalah pekerjaan neokorteks (pada otak kita), tetapi tidak dapat bekerja jika sistem limbik aktif. Itulah mengapa sangat penting bagimu untuk menekan sistem limbik yang hanya tahu bagaimana mengekspresikan agresi dan ketakutan, dengan mengedepankan perhatian penuh pada lawan bicara.

Setelah kamu mengerti kedua hal pertama tadi (bersikap tenang dan memperhatikan lawan), maka sekarang lepaskan kreativitasmu. Pikirkan tentang kemungkinan dan minat dalam diskusi ini, bukan posisi. Temukan cara yang memenuhi tujuan semua pihak dalam diskusi. Ini bukan tentang kompromi, yang dapat membuat orang sedikit kecewa, tetapi ini adalah alternatif ketiga yang sama-sama menyenangkan semua orang. Dan hasil ini hanya bisa terjadi setelah kamu memperhatikan lawan secara intens dan melakukan kreativitas maksimal untuk memenuhi tujuan bersama.

Intinya, bagaimana kamu melihat dan bertindak memiliki efek besar pada peluangmu untuk diserang. Jika kamu memproyeksikan citra diri bahwa kamu lemah dan tidak bisa melawan, kemungkinan besar kamu akan ditandai sebagai orang yang mudah ditekan atau dikalahkan. Maka dari itu, pertahanan diri lebih dari sekedar belajar bagaimana memukul seseorang, tetapi ini sebenarnya dimulai jauh sebelum kamu terlibat dalam konfrontasi yang terjadi, yaitu kesadaran sikap dan ketenanganmu.

Nah, kita telah membahas tentang Jedi Mind Trick yang banyak dibicarakan dalam berbagai forum dan blog, dan memang menarik untuk mengetahui bahwa itu dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Meski tidak semua yang menjadi lawan bicara kita adalah orang yang ‘lemah pikiran’ untuk dipengaruhi, namun nyatanya trik ini dapat berguna di saat yang dibutuhkan daripada kita tidak menyadari kekuatan apa yang diam-diam bisa kita miliki. Bagaimana, apakah kamu jadi ingin melatih kekuatan Jedi Mind Trick ini dalam dirimu?

Artikel Lainnya
Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya