Baby Ameena Lakukan Tedak Siten di Usia 7 Bulan, Inilah 6 Rangkaian Prosesi dan Maknanya

Putri pertama dari pasangan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, Ameena Hanna Nur Atta baru-baru ini telah melakukan tedak siten pertamanya di usia 7 bulan. Acara tedak siten baby Ameena telah berlangsung pada Minggu, 25 September 2020 dihadiri oleh keluarga besar Aurel dan para tamu undangan dengan pakaian lengkap khas Jawa dari kebaya, sanggul, hingga beskap.

Tedak siten yang dilakukan baby Ameena merupakan berisi serangkaian prosesi dari adat tradisi daur hidup masyarakat Jawa yang bermakna menginjakkan atau menapakkan kaki ke tanah bagi seorang anak.

Tradisi tedak siten biasanya dilakukan saat anak telah berusia 7 lapan kalendar jawa atau 8 bulan kalender masehi, di mana anak pada usia tersebut mulai memasuki tahap belajar berjalan atau menapakkan kakinya ke tanah.

Sebagai upaya pelestarian budaya lama, kegiatan tedak siten juga menyimbolkan bimbingan orang tua kepada anaknya dalam menjalani kehidupan dan telah dilakukan beberapa kalangan artis termasuk Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah.

Dalam kegiatan tedak siten ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan Uba Rampe atau perlengkapan, yaitu jadah 7 warna, tangga terbuat dari tebu, kurungan berisi benda atau barang dalam berbagai bentuk.

Selain itu, ada air untuk membasuh dan memandikan anak, ayam panggang, buah pisang, udhik-udhik atau uang logam, hingga tumpeng lengkap dengan gudangan dan nasi kuning.

Berikut 6 rangkaian prosesi tedak siten yang tidak boleh terlewatkan:

1. Membersihkan Kaki

Proses pertama dilewatkan dari orang tua menuntun atau menggendong anak untuk mencuci kakinya hingga bersih sebelum menginjakkan kaki ke tanah. Makna dari prosesi ini adalah anak mulai menapaki  tanah (simbol kehidupan) yang perlu dilakukan dengan suci hati.

2. Berjalan Melewati Tujuh Jadah

Prosesi kedua dilakukan dengan menuntun anak berjalan di atas jadah (sejenis kue dari beras ketan) sebanyak tujuh buah seperti merah, putih, hijau, kuning, biru, merah jambu, dan ungu.

Tujuh dalam bahasa Jawa disebut pitu, melambangkan harapan agar anak dalam mengatasi kesulitan hidup selalu mendapat pertolongan dari Yang Maha Kuasa.

Jadah dibuat beraneka warna, melambangkan makna tersendiri, yaitu:

  • Merah artinya dengan harapan sianak berani dalam melangkah dalam kehidupan
  • Warna kuning artinya kekuatan lahir dan batin yang wajib dimiliki oleh seseorang
  • Putih artinya kesucian
  • Merah jambu atau pink artinya cinta dan kasih saying baik kepada sesama
  • Biru artinya ketenagan jiwa dalam melangkah dalam kehidupan
  • Hijau artinya lingkungan sekitar dan kesuburan
  • Ungu artinya kesempurnaan atau puncak

3. Tangga dari Tebu Wulung

Pada tahap ini orang tua mengajak anak menaiki 7 (Tujuh) tangga yang terbuat dari batang tebu yang melambangkan penuh tekad dan rasa percaya diri.

Prosesi ini mendeskripsikan anak akan menghadapi perjalanan hidupnya hari demi hari sampai pada puncaknya didampingi orang tua yang memberikan dukungan keluarga hingga mudah mencapai atau meraih cita-cita.

4. Kurungan

Anak dimasukkan ke dalam sangkar atau kurungan ayam, yang di dalamnya terdapat berbagai benda seperti perhiasan, buku tulis, beras, mainan, dan lain sebagainya.

Kurungan ayam ini menggambarkan kehidupan nyata, benda yang ada di dalam kurungan menggambarkan profesi yang ingin dijalani kelak jika sudah dewasa.

5. Memandikan Anak

Uniknya dalam acara tedak siten adalah air yang digunakan untuk memandikan anak diambil pada malam hari sekitar pukul 22.00 sampai pukul 00.00 yang kemudian didiamkan semalam hingga esoknya terkena sinar matahari.

Proses ini juga menggunakan bunga yang maknanya agar kelak anak dapat mengharumkan keluarga dan dirinya kemudian dipakaikan pakaian yang sudah disediakan.

6. Memberikan Udhik-Udhik

Udhik-udhik adalah uang logam yang dicampur dengan bermacam-macam bunga. Namun untuk saat ini banyak yang menggantinya jadi uang kertas rupiah hingga dolar seperti baby Ameena yang mengambil uang dolar.

Prosesi ini melambangkan harapan agar anak diberikan rezeki cukup hingga memiliki sikap dermawan atau suka memberi kepada orang lain.

Acara tedak siten sebagai upaya pelestarian budaya Indonesia memiliki unsur nilai-nilai budi yang luhur untuk kebaikan hidup.

ArtisBayi dan Balita
Komentar (0)
Tambah Komentar