Ngeri! Jarang Berolahraga Bisa Terkena Angina Pektoris (Angin Duduk), Ini Penjelasannya!

Angina pektoris adalah nyeri pada dada yang terjadi akibat otot jantung yang kekurangan pasokan oksigen dan darah. Angina Pektoris ini terjadi karena sumbatan akibat penumpukan kolestrol dan lemak pada pembuluh darah arteri koroner pada jantung. Pada umumnya Angina Pektoris ini terjadi pada laki-laki pada umur 55-64 tahun. Biasanya nyeri dada yang muncul tidak dapat diprediksi, bisa terjadi saat santai bahkan tidak berhenti bila Anda sudah beristirahat atau meminum obat.

Jenis Angina Pektoris

Terdapat 2 jenis Angina Pektoris, yaitu:

Angina Pektoris Stabil (Stable Angina Pectoris)

Merupakan Angina Pektoris yang terjadi akibat sumbatan kronis pada pembuluh darah koroner. Penderita akan mengeluh nyeri pada dada akibat aktivitas yang berat, stres, masalah pencernaan, dan nyeri akan berhenti apabila beristirahat. Walaupun tidak berbahaya angina pektoris stabil ini dapat memicu munculnya serangan jantung atau stroke bila tidak ditangani dengan serius.

Angina Pektoris Tidak Stabil (Unstable Angina Pectoris)

Unstable Angina Pectoris adalah nyeri dada yang dirasakan tanpa penyebab awal yang jelas dan tidak kunjung sembuh apabila sudah meminum obat atau sudah mengatur waktu untuk beristirahat. Ini merupakan kondisi darurat yang harus menerima penanganan medis segera.

Penyebab Terjadinya Angina Pektoris

Menyempit atau tersumbatnya arteri akibat diendapi plak seperti lemak, kolestrol, kalsium, dan zat lainnya. Endapan ini bisa terbentuk, terurai, dan terbentuk lagi. Endapat atau sumbatan yang tidak segera ditangani akan bertambah besar dan menyebabkan serangan jantung.

penyumbatan arteri
1000 Science Fair Projects

Risiko seseorang mengalami Angina Pektoris dapat meningkat karena saat memasuki usia tua, memiliki keturunan dengan kelainan jantung, hipertensi, kolestrol tinggi, diabetes, atau obesitas. Gaya hidup yang kurang baik seperti kurang berolahraga, makan dan minum yang tidak terkontrol, merokok, peminum alkohol, dan stres.

Gejala awal dari Angina Pektoris adalah nyeri dada bagian sisi kiri dan tengah dada. Sensasi nyerinya seperti ditekan dengan keras, diremas-remas, bahkan terbakar. Biasanya nyeri tidak hanya pada dada, nyeri akan menjalar ke ulu hati, punggung, leher, bahu, dan rahang bawah. Sesak napas, mual, pusing, gelisah dan keringat berlebih merupakan beberapa gejala tambahan dari angina pektoris.

Pilihan Pengobatan untuk Angin Duduk (Angina Pektoris)

Pertama, dokter akan menstabilkan kondisi pasien dengan pemberian obat anti nyeri, aspirin, dan oksigen. Pemberian kapsul nitrogliserin yang dapat larut dalam mulut dengan tujuan memperbesar pembuluh darah.

Pengobatan selanjutnya adalah pemberian obat lanjutan seperti aspirin, clopidogrel, heparin untuk menghentikan penyumbatan, obat penurun tekanan darah, serta obat statin atau obat yang dapat menurunkan kadar kolestrol dan lemak pada darah. Apabila tidak kunjung sembuh butuh penanganan lebih lanjut seperti operasi angioplasti atau operasi jantung terbuka pada kasus dengan penyumbatan arteri yang parah.

Perubahan gaya hidup dan pengobatan dirumah juga dapat membantu mengatasi masalah angina pektoris ini seperti:

  • Rutin periksa pada dokter dan teratur meminum obat
  • Pola makan dengan gizi seimbang
  • Lakukan olahraga bila dianjurkan oleh dokter
  • Tidak merokok dan meminum alkohol

Selalu konsultasikan kepada dokter bila terjadi kondisi yang lebih serius, lebih baik konsultasikan kepada dokter apabila sudah timbul gejala-gejala penyakit diatas!

tunggu sebentar...
POS Lainnya:

Tinggalkan Komentar

avatar

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan pengalaman setiap pengunjung SETUJU & TUTUP Lihat Privasi