Beberapa Fakta Nadiem Makarim, Founder Gojek yang Begitu Siap Jadi Menteri

Posciety.Com – Berita terhangat masih seputar pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Ir. Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin. Setelah dilantik pada tanggal 20 Oktober lalu, Presiden Jokowi memanggil beberapa orang yang merupakan calon menteri dalam kabinet kerja yang dipimpinnya pada periode kedua selama lima tahun mendatang.

Dari beberapa kandidat yang terpanggil dan menyambangi Istana Negara, ada beberapa sosok muda inspiratif yang dianggap mampu memimpin divisi kementerian. Salah satu kandidat yang mencuri perhatian adalah kedatangan Nadiem Makarim.

Lalu, siapakah sosok Nadiem Makarim yang ramai dibicarakan publik dan apa posisinya saat ini? Simak beberapa fakta mengenai Nadiem Makarim berikut ini!

Pendiri Gojek, Lulusan Harvard

gambar 1 - nadiem makarim pendiri gojek lulusan harvard
img: Google

Dilansir dari laman Katadata.Co.Id, Nadiem Makarim bukanlah orang sembarangan. Nadiem berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya, Nono Anwar Makarim adalah seorang aktivis dan pengacara terkemuka keturunan Minang dan Arab. Nono juga merupakan salah satu tokoh senior yang diundang Jokowi ke Istana untuk membahas kemungkinan penerbitan Perppu KPK, 26 September 2019 lalu.

Nadiem pun mendapatkan pendidikan yang baik. Masa remajanya dihabiskan sembari menempuh pendidikan menengah di Singapura, lalu New York, Amerika Serikat (AS). Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di universitas-universitas Ivy Leage di AS.

Pertama, ia masuk ke Brown University, sebuah kampus di Rhode Island, Amerika Serikat. Dari situ, ia melanjutkan kuliah pasca sarjana di Harvard Business School dan meraih gelar Master of Business Administration.

Perjalanan Karir Nadiem Makarim

gambar 2 - karir nadiem makarim
img: Tempo.Co

Nadiem memulai karirnya pada tahun 2006 sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company. Ia kemudian menjadi pengusaha dengan turut mendirikan Zalora Indonesia. Di perusahaan tersebut ia juga menjabat sebagai Managing Editor.

Setelah keluar dari Zalora, ia kemudian menjabat sebagai Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku, sebelum akhirnya fokus mengembangkan Gojek yang telah ia rintis sejak tahun 2011.

Suami Franka Franklin ini mengaku memang gemar menggunakan layanan ojek untuk menembus kemacetan Jakarta. Kemudian, terbersit di pikirannya untuk menghibungkan penumpang dan tukang ojek dengan aplikasi smartphone.

Aplikasi Gojek kemudian lahir pada awal tahun 2015. Menggabungkan layanan transportasi online dengan jasa pembayaran dengan GoPay, jasa pesan antar makanan (Go-Food) dan berbagai fitur lainnya, valuasi Gojek kini telah melampaui US$ 10 miliar.

Keberhasilan Gojek membuat Nadiem disebut-sebut salah satu orang terkaya di Indonesia. Menurut laporan Globe Asia pada pertengahan tahun lalu, kekayaannya disebut telah melampaui US$ 100 juta. Hal itu membuatnya berada di urutan 150 dalam daftar tokoh-tokoh terkaya di Indonesia.

Siap Jadi Menteri dan Siap Tinggalkan Gojek !

gambar 3 - nadiem siap jadi menteri
img: Kompas.Com

Nadiem Makarim menyatakan siap mengisi kabinet baru Jokowi. Sejalan dengan itu, ia mengaku sudah mundur dari jabatannya sebagai CEO di Gojek.

“Sudah pasti posisi saya di Gojek sudah mundur dan tidak ada keterlibatan sama sekali,” kata Nadiem Makarim kepada sejumlah media usai menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10). “Terhitung hari ini sudah sama sekali tidak ada kewenangan atau posisi apa pun di Gojek,” tegasnya.

Nadiem sendiri belum menyebut akan diposisikan sebagai menteri apa dalam kabinet baru Jokowi. Akan tetapi dia menegaskan akan melakukan sejumlah inovasi.”Sudah pasti ada banyak inovasi yang ingin saya lakukan, saya enggak bisa sebut semuanya sekarang,” ucapnya.

Apa Tanggapan Gojek ?

gambar 4 - tanggapan gojek tentang nadiem jadi menteri
img: Medium.Com

Mengenai kabar diterimanya tawaran menteri oleh salah satu CEO nya, GoJek pun menyambut baik kabar tersebut. Seperti yang dilansir oleh KompasTekno, Gojek bangga karena ini merupakan kemajuan bagi Indonesia.

“Kami sangat bangga karena founder GoJek akan turut membawa Indonesia maju ke panggung dunia,” jelas Nila Marita, Chief Corporate Affairs GoJek, dalam pesan singkatnya kepada KompasTekno, Senin (21/10/2019).

Menurut GoJek, Ini adalah hal baru di industri startup Tanah Air. Dalam keterangan resmi tersebut, Nila juga mengumumkan pemimpin baru di perusahaan decacorn tersebut.

“Andre Soelistyo, Presiden Gojek Grup dan Kevin Aluwi, co-founder Gojek akan berbagi tanggung jawab untuk menjalankan perusahaan sebagai co-CEO, dengan fokus membawa perusahaan ke tahap selanjutnya,” jelasnya. Gojek juga akan mengumumkan rencana bisnis selanjutnya dalam beberapa hari ke depan. Nila mengatakan masih akan menunggu pengumuman resmi dari Presiden Joko Widodo terkait jajaran Kabinet Kerja jilid 2.

Tolak Nadiem Jadi Mentri, Driver Ancam Lakukan Demonstrasi

gambar 5 - gojek akan demo
img: Google

Sementara itu, hal yang kontras terjadi dikalangan para driver Gojek. Bila pihak perusahaan Gojek menyambut baik, para driver justru menolak penunjukan Nadiem menjadi menteri kabinet 2.

Dilansir dari detikFinance, Driver ojek online (ojol) akan turun ke jalan jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) jadi menunjuk pendiri Gojek, Nadiem Makarim sebagai menteri. Nadiem sendiri merupakan calon menteri yang dipanggil Jokowi dan untuk kepastian akan diumumkan pada Rabu besok.

Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Garda Igun Wicaksono mengatakan, aksi akan digelar di seluruh Indonesia.

“Apabila akhirnya Presiden Jokowi tetap menunjuk Nadiem sebagai salah satu menteri ya kami mungkin bisa melakukan aksi penolakan, pergerakan dari seluruh Indonesia. Pastinya yang disasar Presiden Jokowi sendiri,” katanya kepada detikcom, Senin (21/10/2019).

“Kita sudah peringatkan jangan tunjuk Nadiem kalau tetap menunjuk pasti akan pergerakan ojol di seluruh Indonesia, penolakan Nadiem,” ujarnya.

Igun mengatakan, ada dua alasan para driver menolak Nadiem sebagai menteri. Pertama, kendati Nadiem sudah melepas jabatan di Gojek, ia masih tercatat sebagai pemilik bisnis. Artinya, Nadiem menikmati hasil dari Gojek.

“Karena Nadiem sebagai pendiri Gojek pemiliki bisnis Gojek walaupun secara struktural melepas jabatan-jabatannya di struktur manajemen Gojek, namun dia pemilik bisnis,” ujarnya.

Alasan kedua, dia menjelaskan, Nadiem sendiri besar karena mitra-mitranya. Padahal, mitra ini belum sejahtera karena pendapatan seperti bonus ini terpotong.

SUBSCRIBE
Subsribe sekarang dan dapatkan UPDATE terbaru melalui Email.
Berhenti Subscribe Kapanpun!
POS Lainnya:

Tinggalkan Komentar

avatar

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan pengalaman setiap pengunjung SETUJU & TUTUP Lihat Privasi