Bibit Siklon Tropis 96S Penyebab Terjadinya Angin Kencang di Sukabumi

0

Imran menambahkan, hingga kini korban belum dapat dipastikan, karena masih melakukan penyisiran ke titik yang dilaporkan terdampak hujan serta angin kencang

Posciety.Com – Sukabumi dilanda angin kencang disertai hujan dari pagi hingga tadi petang pukul 17.30 WIB, Selasa (8/12/2020). Dilansir dari TribunJabar.id, Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardhani menyebutkan bahwa angin kencang disertai hujan deras itu menerjang di hampir semua wilayah Kecamatan di Kota Sukabumi.

Akibat angin kencang yang disertai hujan membuat puluhan pohon dan sejumlah papan reklame roboh. Imran menjelaskan kejadiannya sekitar pukul 10.00 WIB. “Kota Sukabumi sudah dilanda angin kencang sejak pagi bahkan sampe saat ini. Dua pohon pinggir jalan jenis jenjeng dan dadap roboh,” jelas Imran.

“Berdasarkan laporan dari masyarakat, untuk sementara ini terdapat 13 titik yang terdapat pohon tumbang dan reklame roboh,” jelasnya. Ia menambahkan, dari 13 titik tersebut terdapat Jalan Babakan Sirna, RT 5/3, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Jalan Prana, Jalan Ciaul Pasir dan wilayah Kokom Komariah, serta Jalan Jalur Selatan.

“Petugas BPBD saat ini sudah dibagi-bagi tugas menuju ke beberapa lokasi untuk melakukan penanganan. Sebagian sudah tertangani, dan masih terdapat dilakukan evakuasi,” katanya.

Imran menambahkan, hingga kini korban belum dapat dipastikan, karena masih melakukan penyisiran ke titik yang dilaporkan terdampak hujan serta angin kencang.

Penyebab Angin Kencang di Wilayah Jawa Barat, Termasuk Sukabumi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan alasan terjadinya angin kencang di wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi pada hari ini dan beberapa hari ke belakang.

Menurut Prakirawan BMKG Bandung, Yan Firdaus, angin kencang sudah terdeteksi sejak tanggal 5 Desember 2020. Hal ini dikarenakan adanya pertumbuhan bibit siklon tropis 96S yang tumbuh di selatan Selat Sunda.

“Angin kencang terdeteksi sejak tanggal 5 Desember. Hal ini disebabkan oleh adanya pertumbuhan bibit siklon 96S yang tumbuh di selatan Selat Sunda dan sekarang bergeser ke arah timur-tenggara,” papar Yan.

Mengutip laman bmkg.go.id, bibit siklon 96S diprakirakan mengalami peningkatan kecepatan angin yang signifikan terjadi pada hari kemarin. Bibit siklon tropis ini berpotensi menjadi siklon tropis pada Rabu 9 Desember 2020 pagi dengan pergerakan ke arah Tenggara-Selatan menjauhi wilayah Indonesia.

Bibit siklon tropis 96S ini juga mengakibatkan pertumbuhan awan hujan yang signifikan di sekitar wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

“Masyarakat diimbau waspada karena diprakirakan daerah-daerah tersebut berpotensi terkena dampak berupa hujan lebat dan angin kencang di sebagian wilayahnya,” tulis BMKG.

Artikel Lainnya
Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya