Bolehkah Berhubungan Intim Saat Hamil Muda? Ketahui Apa Saja Larangannya!

Menjaga kehamilan memang butuh kehati-hatian super ekstra, apalagi jika itu adalah pengalaman pertama kali hamil. Banyak hal yang harus diperhatikan, salah satunya adalah soal hubungan intim.

Saat hamil muda (ketika usia kehamilan masih dibawah tiga bulan), boleh nggak sih berhubungan intim? Atau jangan-jangan malah sebaiknya tidak boleh berhubungan intim saat usia kehamilan masih muda?.

Tak perlu panik atau was was dulu. Dikutip dari WebMD, berhubungan seks saat hamil muda ternyata boleh dilakukan. Hanya saja memang masih ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar kandungan tetap aman.

Pada umumnya, berhubungan saat hamil muda tidak dilarang selama dokter kandungan tidak mengatakan rawan keguguran, rentan pendarahan, berisiko pecah ketuban, atau ari-ari janin berada dibawah maka berhubungan badan saat hamil muda masih aman untuk dilakukan.

Meski begitu, beberapa pakar kesehatan menegaskan, pada kehamilan muda usia tiga bulan atau trimester pertama anda masih harus waspada dan sebaiknya tidak berhubungan saat hamil muda.

Hal ini dengan alasan karena tiga bulan pertama merupakan masa rawan dimana janin mulai terbentuk, jika terkena benturan sedikit, janin bisa rawan keguguran. Hubungan seks diawal kehamilan mudah terjadi kontraksi. Ari-ari belum terbentuk sehingga dapat mengakibatkan keguguran bila terjadi kontraksi dahsyat.

Larangan

Berhubungan saat hamil muda tidak diperbolehkan apabila Anda mengalami beberapa tanda seperti:

  • Membran amnion (selaput ketuban) pecah.
  • Mempunyai masalah pada rahim.
  • Plasenta menutupi sebagian leher rahim.
  • Sering kram perut.
  • Pendarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Berisiko keguguran.
  • Menderita plasenta previa (plasenta terletak di dekat atau diatas leher rahim)

Jadi harus benar-benar memperhatikan hal tersebut, ya moms. Dan jangan pernah takut atau malu, untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan. Jika dokter menasehati agar berhenti berhubungan saat hamil muda, pastikan untuk melaksanakan anjurannya dengan baik.

Biasanya, seorang wanita akan mengalami penurunan gairah bercinta karena gejala-gejala kurang nyaman yang dialami saat sedang hamil. Tapi begitu gejala-gejala kurang nyaman itu berkurang, gairah bercinta bisa meningkat atau kembali seperti sedia kala. Menurut ahli kandungan Monica Foreman, hal tersebut terjadi karena adanya pengaruh hormon dalam tubuh.

Suami pun sebaiknya memang diajak berkomunikasi, ya moms. Kalau ada hal-hal yang dirasa kurang nyaman, sampaikan saja pada suami. Suami perlu mengetahui dan paham akan kondisi kita yang sesungguhnya.

Nah, lalu bagaimana menurut islam mengenai hal ini? Adapun menurut islam, dibolehkan bagi seorang suami untuk melakukan hubungan intim dengan istrinya yang sedang hamil kapanpun, sesuai keinginannya. Kecuali jika hal itu bisa membahayakan dirinya atau janinnya maka haram bagi suami untuk melakukan sesuatu yang membahayakan istrinya.

Kemudian, jika dalam kondisi tidak membahayakan, hanya saja sangat memberatkan istrinya maka yang lebih baik adalah tidak melakukan hubungan intim. Karena tidak melakukan sesuatu yang memberatkan sang istri, merupakan bentuk pergaulan yang baik kepada istri.

Allah berfirman:

وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالمَعْرُوْفِ

Pergaulilah istrimu dengan baik. (QS. An-Nisa’ : 19)

Sedangkan yang diharamkan adalah seorang suami melakukan hubungan intim dengan istrinya ketika haid, nifas atau dengan anal seks. Perbuatan ini hukumnya haram. Karena itu, hendaknya seseorang menjauhinya dan melakukan apa yang Allah halalkan.

Demikian fatwa Syaikh Ibn Utsaimin, di Fatawa Ulama tentang adab bersama istri, Hal. 55.

tunggu sebentar...
POS Lainnya:

Tinggalkan Komentar

avatar

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan pengalaman setiap pengunjung SETUJU & TUTUP Lihat Privasi