6 Cara Mengatasi Kelelahan Bersosialisasi Bagi Introvert

0

Interaksi sosial dapat memberikan energi kepada beberapa orang, terutama ekstrovert. Tetapi bagi para introvert, tingkat interaksi sosial yang sama malah bisa menguras tenaga. Seorang Psikolog Klinis, N. Simay Gökbayrak, PhD, menuliskan di blog PsychCentral tentang cara mengatasi kelelahan bersosialisasi bagi introvert. Introvert memang juga dapat bersosialisasi, dalam hal ini mereka mengeluarkan banyak energi untuk mencoba menghandle lingkungan sekitarnya yang menuntut secara sosial, yang menyebabkannya kelelahan bersosialisasi.

Di puncak kelelahan ini bisa terasa seperti kamu berada di ambang kehancuran. Kelelahan bersosialisasi dapat terjadi pada siapa saja, baik ekstrovert maupun introvert. Tetapi karena masyarakat kita menekankan interaksi dan stimulasi sosial, kamu mungkin tidak mengenali tanda-tandanya sampai kamu benar-benar kelelahan.

Berikut adalah beberapa tanda umum kelelahan bersosialisasi:

ads by posciety

  • keterpisahan dari orang lain
  • ketidakmampuan untuk fokus
  • sakit kepala hebat atau serangan migrain
  • berenergi rendah atau kelelahan
  • sulit tidur
  • gangguan emosional
  • cepat marah
  • depresi
  • kegelisahan

Ketika introvert tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk sendirian, maka mereka akan menjadi terlalu bersemangat. Penelitian memperkirakan bahwa interaksi sosial yang berlangsung lebih dari 3 jam dapat menyebabkan kelelahan pasca-bersosialisasi bagi sebagian orang.

Bagaimana-pun situasi mu, ada beberapa strategi yang dapat membantu mu menghindari kelelahan. Ingatlah bahwa saran ini membutuhkan waktu dan latihan. Kamu perlu memperhatikan dengan seksama dimana kamu cenderung merespon dengan semangat berlebihan dan perasaan kelelahan saat kamu mencoba pendekatan yang berbeda.

1. Identifikasi Pemicu Utama

Apa yang memicu diri mu mungkin tidak memicu orang lain. Luangkan waktu untuk mengidentifikasi situasi dan orang-orang yang menyebabkan kamu merasa lelah. Beberapa pemicu umum untuk kelelahan bersosialisasi meliputi:

  • merasa berkewajiban untuk berbicara dengan banyak orang
  • menghadiri reuni keluarga dan pesta liburan
  • perlu bersosialisasi dalam bekerja
  • menghadiri acara besar
  • berpartisipasi dalam proyek kelompok untuk waktu yang lama

2. Menetapkan Batasan

Bahkan orang ekstrovert pun bisa merasa lelah jika mereka memadati jadwal mereka dengan acara sosial yang berulang-ulang. Belajar cara mengatakan “tidak” pada acara yang kamu tahu akan menguras emosi dan “ya” untuk acara sosial yang benar-benar kamu nikmati.

Ini dapat membantu mu lebih memilih untuk menerima undangan ke acara yang paling berharga bagi mu. Kamu juga dapat mempertimbangkan untuk menetapkan batasan waktu yang kamu habiskan di acara sosial.

3. Jadwalkan Waktu Sendirian

Apakah kamu perlu melakukan ini di tempat kerja, sekolah, atau di rumah, sisihkan setidaknya 10 hingga 30 menit sehari yang sepenuhnya menjadi milikmu.

Kamu dapat menggunakan waktu sendirian ini setiap hari untuk mengisi ulang energi dan terhubung kembali dengan diri mu sendiri. Mengetahui bahwa kamu memiliki waktu sendirian ini dapat membantu mu melewati saat-saat yang tidak dapat diatur sepanjang hari dan memberimu suatu waktu sendiri yang dinantikan jika kamu merasa kewalahan.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan self-care atau prawatan diri bisa menjadi hal yang berbeda untukmu. Dengarkan keinginan hati mu dan lakukan hal-hal yang terasa menyenangkan. Seperti, berkebun, memanggang kue, menulis jurnal atau diary, atau berolahraga adalah contoh perawatan diri. Apa pun yang dapat membantu menenangkan kelelahan mu dan menurunkan tingkat stres mu bisa dilakukan.

4. Bicara pada Seseorang

Mungkin tampak berlawanan dengan berbicara dengan orang lain ketika bersosialisasi adalah yang memicu kelelahan. Tetapi sesi curhat tentang kelelahan ini kepada pasangan, keluarga, teman, atau terapis dapat bermanfaat bagi mu.

Temukan seseorang yang merupakan pendengar yang baik, yang akan mendengarkan tanpa terganggu atau seseorang yang tidak judgemental. Menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih dalam lingkungan yang positif dan menyenangkan dapat menyegarkan diri mu kembali.

5. Luangkan Waktu untuk Mengatur Ulang Semuanya

Meskipun keterlibatan sosial secara langsung bisa melelahkan, bersosialisasi online juga bisa melelahkan. Kita menghabiskan banyak waktu di layar ponsel.

Media sosial bisa terlalu memicu, dan dalam cara yang lain kamu masih bersosialisasi dengan orang-orang di sana. Untuk pulih dari kelelahan ini, pertimbangkan untuk beristirahat dari media sosial dan luangkan waktu untuk dirimu sendiri.

6. Menulis Jurnal

Selama masa pemulihan ini, coba tuliskan emosimu. Satu studi menemukan bahwa satu bulan menulis jurnal dapat menurunkan sedikit gejala depresi dan kecemasan. Menuliskan apa yang kamu rasakan dapat menjadi cara yang membantu dan efektif untuk memproses kelelahan yang kamu rasakan.

Karya tulis merupakan cara lain untuk mengenali situasi dan orang-orang yang dapat memicu emosi negatif. Baca kembali jurnal mu dari waktu ke waktu dan baca halaman demi halaman untuk mengetahui pemicu tersebut dan mulailah merencanakan strategi untuk mencegah hal ini memengaruhi mu di masa mendatang.

Semoga dengan mengaplikasikan cara mengatasi kelelahan bersosialisasi bagi introvert ini, dapat membantumu mengolah kembali perasaan, menenangkan diri, dan memberikan energi yang lebih positif kedepan.

Artikel Lainnya
Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya