Cara Mengetahui Kata-Kunci yang Dipakai oleh Pengunjung pada Fitur Pencarian Website Kamu

0

Hampir semua website memiliki fitur “search”, jangan sia-siakan fitur tersebut. Cari tau apa saja kata kunci yang dicari oleh pengunjung ketika menggunakan fitur search tersebut.

Pada artikel sebelumnya ketika membahas tentang keyword not provided di Google Analytics kita sempat menyinggung sedikit tentang internal site search yang merupakan salah satu langkah tambahan untuk membantu mengurangi not provided keyword pada reporting Google analytics. Lalu, apa itu internal site search?

Internal site search adalah pencarian pada website itu sendiri, contohnya di website posciety.com ini kamu bisa lakukan pencarian melalui menu pencarian (ikon search) di header jika menggunakan desktop, jika kamu berkunjung menggunakan HP bisa lihat ikon search setelah membuka burger menu. Klik atau tap ikon search kemudian cari kata kunci maka akan muncul artikel yang berkaitan dengan kata kunci tersebut.

Itulah yang dinamakan internal site search, secara default GA tetap melakukan track namun berdasarkan URL nya. Misalnya search result kamu ditandai dengan parameter s (?s) seperti pada situs ini maka di Google Analytic akan track www.domain.com?s=kata-kunci. Itu saja tidak cukup, karena itu merupakan tracker bawaan dari GA.

ads by posciety

Kamu harus mengaktifkan atau mengizinkan GA untuk melakukan tracking internal site search dengan cara berikut:

  1. Admin > View Setting

    Masuk ke dashboard GA, pilih menu Admin kemudian pada bagian View pilih menu View Settings (jika menggunakan bahasa Inggris) seperti pada screenshot ini.admin GA view settings

  2. Site Search Settings

    Di dalam View Settings scroll ke bawah sampai menemukan bagian Site Search Settings, aktifkan Site Search Tracking lalu isilah Query Parameter dengan parameter search yang kamu gunakan di website. Jika kamu membuat web menggunakan WordPress, defaultnya adalah huruf s.acitvate site search tracking

Jika tidak yakin dengan parameter search yang kamu miliki, lakukanlah search di website kamu dan lihat URL nya berubah seperti apa. Contoh di web ini ketika kamu mencari kata kunci konten dewasa maka URL search result nya menjadi https://www.posciety.com/?s=konten+dewasa. Disitu terdapat paramater s yang menunjukkan URL tersebut adalah halaman search result website bersangkutan.

Kamu juga bisa centang kotak Strip query parameter out of URL untuk memberikan tanda strip () sebagai pemisah antar kata kunci kemudian klik tombol Save untuk menyimpan pengaturan ini. Tunggulah beberapa saat hingga GA benar-benar menerapkan perubahan ini, nanti hasilnya bisa kamu lihat di menu Behavior > Site Search.

Pada menu Overview, kamu bisa melihat ringkasan internal site search selama periode yang kamu pilih. Untuk melihat lebih jauh, kamu bisa pilih menu-menu di bawahnya (Usage, Search Term, Search Page).

  • Usage = Kamu bisa melihat seberapa banyak penggunaan search di website kamu.
  • Search Terms = Kamu bisa melihat kata kunci apa yang dicari oleh pengunjung pada internal search website kamu.
  • Search Pages = Kamu bisa melihat di halaman mana saja pengunjung mengklik ikon search dan melakukan internal site search.

Tips untuk Pengguna WordPress

Jika kamu menbuat website menggunakan WordPress dan tidak tertarik dengan cara di atas, kamu bisa gunakan plugin WordPress namanya WP Search Insights yang akan membantu kamu mengetahui kata kunci apa yang digunakan pengunjung pada fitur pencarian di website kamu. Tampilan report nya seperti ini:

Cukup download dan install plugin tersebut di CMS WordPress kamu, gak pake ribet dan lebih cepat daripada cara pertama karena secara otomatis plugin tersebut akan mulai merekam setiap pencarian yang dilakukan oleh pengunjung di website kamu.

Namun, jika dibandingkan antara menggunakan plugin atau setup GA, lebih baik setup site search GA seperti cara pertama karena reportingnya lebih deep daripada reporting yang disuguhkan oleh plugin. Tentukan pilihanmu!

Tidak ada salahnya jika kamu implementasi kedua cara di atas untuk kamu jadikan referensi reporting manakah yang bisa memenuhi kebutuhanmu dalam mengembangkan website, kamu bisa hapus atau nonaktifkan salah satu di kemudian hari.


Lalu, apa langkah selanjutnya yang bisa kita lakukan setelah memiliki data-data ini? Ini termasuk data penting bagi pemilik wesbite, kenapa begitu?

Karena dengan memiliki data-data ini sang pemilik atau pengelola website bisa membuat planning artikel apa yang akan ditulis ke depannya berdasarkan report ini, karena pengunjung yang melakukan pencarian di website ini secara langsung (bukan lewat search engine) artinya pengunjung menginginkan di website ini tersedia artikel dengan kata kunci atau topik tersebut.

Artikel Lainnya
Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya