Contoh Artikel BIPA A1 dan A2

Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing atau disingkat dengan BIPA merupakan program pemerintah di bidang kebahasaan. Program ini dimaksudkan untuk memperkenalkan dan juga menyebarluaskan pengetahuan terkait Bahasa Indonesia. Salah satu syarat pengajar BIPA ialah mengetahui prosedur pembuatan soal atau indikator untuk pembelajaran atau bahan ajar. Berikut ini dua contoh dari bahan ajar BIPA untuk kelas A1 dan A2.

Dialog A1

Anika bertemu dengan teman lamanya di pasar tradisional. Lama tak bertemu setelah kurang lebih lima tahun. Mereka pun memilih untuk duduk di sebuah warung makan sambil menanyakan kabar masing-masing.

Anika     : Hallo Iman, lama tak bertemu. Bagaimana kabarmu?

Iman      : Hallo Anika, kabarku baik-baik saja. Kamu sendiri?

Anika     : Baik. Sudah lama rasanya kita tidak berkumpulbersama teman-teman.

Iman      : Ya, aku juga sangat merindukan momen (waktu yang singkat) di mana kita bisa berbagi seperti dulu.

Anika     : Bagaimana jika kita mengadakan acara reuni (pertemuan kembali) ?

Iman      : Ide yang bagus. Dengan begitu kita bisa meluangkan waktu (menyisakan waktu atau menyediakan waktu?. Kira-kira kapan waktunya?

Anika     : Akhir pekan (Minggu). Aku rasa itu waktu yang tepat, untuk tanggalnya lebih baik tanggal tua di akhir bulan saja.

Iman      : Aku setuju. Kalau begitu kita harus segera menyusun rencananya. Aku akan menghubungi beberapa teman yang masih aktif di grup kelas.

Anika     : Bagaimana jika kita membagi tugas? Aku akan menghubungi teman-teman yang perempuan dan kamu akan mengumpulkan teman laki-laki.

Iman      : Tidak masalah Anika. Oh ya, apa kamu tahu tempat penjual obat sakit perut?

Anika     : Tahu, tapi untuk siapa?

Iman      : Untuk adik perempuanku, tadi pagi dia mengeluh sakit perut. Aku rasa dia salah makan (mendapat makanan yang menyebabkan sakit).

Anika     : Itu sangat berbahaya. Kamu harus segera mengobatinya. Di simpang jalan Garuda, kamu akan menemukan apotik yang menjual berbagai jenis obat. Di sana kamu bisa berkonsultasi langsung dengan penjualnya. Kebetulan dia adalah seorang yang berasal dari jurusan Farmasi. Namanya Dion Andi Surya. Lulusan univeristas ternama dan dia juga orang yang sangat ramah.

Iman      : Terima kasih atas informasinya Anika. Aku harus segera pergi membelinya dan membawa obat itu pada adikku.

Anika     : Sama-sama Iman. Senang bertemu denganmu dan semoga adikmu lekas sembuh (cepat sembuh).

Artikel A2

Dapur Ibu

Dapur merupakan salah satu sudut rumah yang sangat krusial. Tanpa adanya sudut tersebut maka orang-orang di dalam sebuah rumah tidak akan mengecap arti sebuah rasa. Dapur termasuk salah satu daerah kekuasaan (tempat yang dikuasai) seorang wanita bernama ibu.  Di dapur ibu, beberapa benda tergantung di dekat kompor. Aku melihat banyak sekali citel (wajan) yang terdiri atas beberapa ukuran, ada yang besar, menengah, kecil, dan sangat kecil sekali.

Selain berisi peralatan masak di dapur juga terdapat bumbu masak seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, lengkuas, daun salam, ketumbar, merica, kecap, dan yang paling penting adalah minyak goreng. Tanpa minyak goreng ibu tidak akan memasak. Tidak seperti ibu rumah tangga lainnya. Ibu bekerja menggunakan kayu bakar dan kompor. Kayu bakar biasanya digunakan saat memasak air dan membuat gorengan letaknya berada di luar dapur. Sementara yang paling sering digunakan adalah kompor minyak.

Saat memasak ibu akan meminta bantuanku seperti mencincang bawang, mengupas bawang, dan juga mengaduk masakan. Aku selalu melihat kebiasan unik ketika kami memasak. Kebiasaan yang mungkin hanya dilakukan oleh ibuku.

ArtikelKarya Tulis
Komentar (0)
Tambah Komentar