Gerhana Matahari Cincin yang Akan Terjadi pada 10 Juni 2021 Apakah Akan Terlihat Juga di Indonesia ?

0

Gerhana Matahari Cincin adalah suatu fenomena alam dimana Bulan menutupi pusat Matahari. Bulan akan meninggalkan bagian luar matahari sehingga membentuk cincin api. Ini terjadi karena Bulan berada cukup jauh dan tampak kecil dari Bumi.

Sebelumnya telah terjadi Gerhana Bulan Total atau Super Blood Moon pada Rabu, 26 Mei 2021. Indonesia berkesempatan melihat fenomena langka tersebut. Fenomena ini menjadi langka karena bertepatan dengan Hari Raya Waisak yang jika dihitung hanya akan terjadi 195 tahun sekali.

Selain fenomena Gerhana Bulan Total, pada tanggal 10 Juni 2021 mendatang diprediksi akan terjadi Gerhana Matahari Cincin. Menurut Timeanddate.com, Gerhana Matahari Cincin akan dimulai pukul 13:42 IST. Peristiwa tersebut akan terlihat hingga 18:41 IST. Apabila dikonversi ke waktu Indonesia bagian barat misalnya, waktu Gerhana Matahari Cincin ini akan dimulai pukul 15:12 WIB hingga selesai pukul 20.11 WIB. Lalu, apakah Gerhana tersebut akan terlihat di Indonesia?

Dilansir dari situs resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Gerhana Matahari Cincin hanya dapat disaksikan di Pulau Ellesmere dan Baffin (Kanada) serta Kawasan Siberia (Rusia) dengan ketampakan maksimal terjadi pada pukul 17.43 WIB atau 18.43 WITA atau 19.43 WIT. Sehingga di Indonesia tidak akan terlihat Gerhana Matahari Cincin tersebut.

ads by posciety

Dilansir dari Kompas.com, hal tersebut disampaikan oleh Peneliti di Pussainsa LAPAN, Andi Pangerang. “Gerhana Matahari Cincin kali ini tidak bisa disaksikan di Indonesia. Bahkan, tidak mengalami Gerhana Matahari sebagian juga, “kata Andi pada Jumat (4/6/2021).

Andi mengatakan, karena Indonesia tidak terkena bayangan penumbra Bulan, maka Bulan tidak akan menutupi Matahari. Andi menjelaskan, di dalam astronomi ada elongasi atau separasi (sudut pisah). Jika mengalami Gerhana Matahari Sebaguan, maka elongasi antara Bulan dan Matahari akan elbih kecil dibandingkan jumlah dari jari – jari sudut matahati dan jari – jari sudut bulan.

Lalu, jika mengalami Gerhana Matahari Cincin, maka jari – jari sudut Bulan yang tampak dari pengamat di bumi akan lebih kecil dibandingkan dengan jari – jari sudut Matahari. Dia mengungkapkan, tahun ini tidak ada Gerhana Matahari lainnya yang bisa disaksikan di Indonesia.

” Sementara itu, wilayah seperti Greenland, Islandia, Eropa, Rusia, negara Asia Tengah dan Tiongkok bagian Barat dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian, ” tulis Lapan seperti dikutip dari situs resminya, Kamis (3/6/2021). Titik greatest eclipse terjadi di sisi barat Greenland, yakni annularitaz atau ketampakan Matahari berbentuk cincin akan terjadi selama 3 menit 51 detik.

Gerhana Matahari Cincin adalah suatu fenomena alam dimana Bulan menutupi pusat Matahari. Bulan akan meninggalkan bagian luar matahari sehingga membentuk cincin api. Ini terjadi karena Bulan berada cukup jauh dan tampak kecil dari Bumi. Dengan begitu membuat satelit Bumi menjadi tidak bisa menghalangi seluruh permukaan Matahari.

Di tahun ini, diprediksi akan terjadi peristiwa kedua Gerhana Matahari pada 4 Desember 2021 mendatang. Gerhana Matahari yang terjadi kedua kalinya itu adalah Gerhana Matahari Total. Jadi, posisi Bulan akan sepenuhnya menghalangi Matahari dan memberikan bayangan di atas bumi. Daerah yang akan terkena dampaknya, yaitu Wilayah Amerika Selatan, Pasifik, Atlantik, sebagian Samudera Hindia dan Antartika.

Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya