Ini 3 Cara Belajar yang Cerdas dan Efektif

0

Apakah kamu pernah merasa kebiasaan belajarmu kurang efektif? Apakah kamu bertanya-tanya apa yang bisa kamu lakukan untuk menjadi lebih baik di kelas dan saat ujian? Dilansir dari learningcenter.unc.edu, betapa banyak siswa yang menyadari bahwa kebiasaan belajar di sekolah menengah ternyata tidak terlalu efektif saat di perguruan tinggi.

Hal ini dapat dimengerti, karena perguruan tinggi sangat berbeda dengan sekolah menengah. Karena para dosen kurang terlibat secara pribadi, kelas lebih besar, ujian lebih dinilai, tugas membaca yang lebih intens, dan kelas yang jauh lebih ketat. Itu bukan berarti ada yang salah denganmu; itu berarti kamu perlu mempelajari beberapa cara belajar yang lebih efektif. Ada beberapa strategi belajar cerdas dan aktif yang terbukti efektif di kelas perguruan tinggi.

Membaca Bukan Berarti “belajar”

ads by posciety

Dengan hanya membaca dan membaca ulang teks atau catatan tidak secara aktif membuatmu mengingat materi. Ini hanya membaca ulang catatan mu dan hanya membaca ulang dapat menyebabkan mu cepat lupa.

Pikirkan membaca sebagai bagian penting dari pra-belajar, tetapi informasi pembelajaran membutuhkan keterlibatan aktif dalam materi (Edwards, 2014). Keterlibatan aktif adalah proses membangun makna dari teks yang melibatkan membuat koneksi ke materi, menggambarkan contoh, dan mengatur pembelajaran mu sendiri (Davis, 2007).

Gagasan untuk belajar aktif meliputi:

  1. Buat panduan belajar berdasarkan topik. Merumuskan pertanyaan dan masalah dan menulis jawabannya secara lengkap. Buatlah kuis untuk dirimu sendiri.
  2. (Berpura-pura) menjadi seorang guru. Ucapkan isi materi yang kamu pelajari dengan keras dengan kata-kata mu sendiri seolah-olah kamu adalah instruktur dan mengajarkan materi kuliah di delpan kelas.
  3. Dapatkan contoh yang berhubungan dengan pengalaman mu sendiri.
  4. Membuat peta konsep atau diagram yang menjelaskan materi.
  5. Mengembangkan simbol yang mewakili konsep.
  6. Untuk kelas non-teknis (misalnya, Bahasa Inggris, Sejarah, Psikologi), temukan ide-ide besar sehingga kamu dapat menjelaskan, membedakan, dan mengevaluasinya kembali.
  7. Untuk kelas teknis, kerjakan masalahnya dan jelaskan langkah-langkahnya dan alasan dari hasil akhirnya.
  8. Studi dalam hal pertanyaan, bukti, dan kesimpulan: Apa pertanyaan yang diajukan oleh instruktur/penulis? Apa bukti yang mereka jabarkan? Apa kesimpulannya?

Seringkali dosen memberikan subtopik pada silabus. Gunakan itu sebagai panduan untuk membantu mengatur materi pembelajaranmu. Misalnya, kumpulkan semua bahan untuk satu topik (misalnya, catatan PowerPoint, catatan buku teks, artikel, pekerjaan rumah, dll.) dan kumpulkan menjadi satu tumpukan. Beri label setiap tumpukan dengan topik dan pelajari berdasarkan topiknya.

Pahami Siklus Belajarmu

Siklus belajar, yang dikembangkan oleh Frank Christ, membagi beberapa bagian yang berbeda dalam hal belajar: melihat dulu, menghadiri kelas, meninjau, mempelajari, dan memeriksa pemahaman mu.

Namun siswa terlalu sering mengambil jalan pintas dan kehilangan kesempatan untuk belajar yang lebih baik. Misalnya, kamu mungkin tidak membaca buku sebelum menghadiri kelas, karena dosen akan membahas materi yang sama di kelas; dengan begitu kamu melewatkan kesempatan penting untuk belajar dengan cara yang berbeda (membaca dan mendengarkan) dan tidak mendapatkan keuntungan dari pengulangan dan latihan materi pembelajaran.

Memahami pentingnya semua tahapan belajar ini akan membantu memastikan agar kamu tidak melewatkan kesempatan belajar secara efektif.

Jadilah Seorang Guru

Cobalah untuk menjelaskan materi dengan kata-kata mu sendiri, seolah-olah kamu adalah gurunya. Kamu dapat melakukannya di dalam kelompok belajar, dengan teman belajar, atau bahkan sendiri. Mengucapkan materi dengan lantang akan menunjukkan beberapa hal yang mungkin masih kurang dipahami dan membutuhkan lebih banyak informasi dan akan membantu mu mencari serta menyimpan informasi tersebut.

Saat kamu menjelaskan materi, gunakan contoh dan buat hubungan antar konsep (seperti yang dilakukan guru). Tidak apa-apa (bahkan dianjurkan) untuk melakukan ini dengan catatan di tanganmu. Pada awalnya kamu mungkin perlu mengandalkan catatan mu untuk menjelaskan materi, tetapi pada akhirnya kamu akan dapat mengajarkannya tanpa catatan itu lagi.

Membuat kuis untuk diri sendiri akan membantu mu berpikir seperti dosen. Apa saja materi yang dosen itu ingin agar kamu mengerti? Kuis untuk dirimu sendiri adalah teknik belajar yang sangat efektif. Buatlah panduan belajar dan bawa bersama mu sehingga kamu dapat meninjau pertanyaan dan jawaban secara berkala sepanjang hari dan selama beberapa hari.

Identifikasi pertanyaan yang tidak kamu ketahui dan buatlah kuis untukmu sendiri hanya seputar pertanyaan-pertanyaan itu. Ucapkan jawaban mu dengan lantang. Ini akan membantu mu menyimpan informasi dan melakukan koreksi jika diperlukan. Untuk bidang teknis, lakukan contoh soal dan jelaskan bagaimana kamu mendapatkan jawaban dari pertanyaannya. Ulang kembali pada masalah yang membuat kamu kesulitan. Mempelajari materi dengan cara ini secara aktif melibatkan otak mu dan secara signifikan akan meningkatkan daya ingat mu (Craik, 1975).

Itulah 3 cara belajar yang cerdas dan efektif yang dapat membantumu belajar lebih baik. Semoga bermanfaat!

Artikel Lainnya
Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya