Kalah Lagi, Liverpool Seperti Kehabisan Bensin

0

Dengan hasil inkonsisten ini, banyak yang berspekulasi bahwa Liverpool akan kembali menjadi klub “puasa gelar” sama seperti yang telah mereka alami selama bertahun-tahun.

Liverpool kembali menelan kekalahan pada lanjutan Premier League, kali ini tim besutan Jurgen Klopp itu kalah melawan tim sekota, Everton dengan skor 0-2. Dalam laga bertajuk “ Derby Merseyside” tersebut Liverpool takluk lewat gol yang diciptakan oleh Richalison dan Gylfi Sigurdsson.

Bermain sebagai tim tuan rumah di Anfield, Liverpool dikejutkan oleh gol Richalison pada saat laga baru berjalan tiga menit. Liverpool mencoba bangkit dan menyamakan kedudukan lewat serangan trio Firminho-Mane-Salah. Namun, menjelang akhir laga tepatnya di menit-83, Everton berhasil menambah kedudukan lewat tendangan penalti Gylfi Sigurdsson setelah Dominic Calvert-Lewin dilanggar oleh Trent Alexander-Arnold, Sigurdsson yang dipercaya sebagai eksekutor tendangan penalti, tidak menyia-nyiakan peluang dan membuat Everton mengunci kemenangan atas tim sekotanya itu.

Hasil ini membuat Liverpool terus menjalani rentetan kekalahannya di Premier League dengan empat laga selalu menelan kekalahan dan membuat mereka kini berada di posisi ke-6 dalam klasmen sementara Premier League. Banyak yang tidak menduga sang jawara musim lalu ini menelan empat kekalahan beruntun.

Salah satu faktor Liverpool akhir-akhir ini bermain buruk adalah badai cedera yang menghantui skuad Jurgen Klopp tersebut. Terdapat empat pemain inti yang mengalami cedera panjang, diantaranya Bek Virgil Van Dijk, Gelandang Fabinho, Bek Joel Matip, Gelandang Diogo Jota.

Dengan badai cedera yang datang dan inkonsisten yang perlihatkan Liverpool akhir-akhir ini, banyak yang mengibaratkan bahwa klub tersebut seperti mobil yang “kehabisan bensin”, dan menandakan bahwa masa kejayaan klub yang bermarkas di Anfiled ini akan segera berakhir. Mobil tersebut butuh “pom bensin” untuk mengisi bensinnya kembali, atau jika diibaratkan dengan Liverpool, mereka butuh strategi baru agar bisa mengisi kembali konsistensi mereka kembali dan permainan terbaik mereka yang telah mereka tunjukkan dalam dua tahun terakhir.

Seperti yang telah diketahui, sebelum meraih gelar juara Liga Champions Eropa pada tahun 2019 dan Liga Inggris pada tahun 2020, Liverpool dijuluki sebagai klub “puasa gelar” sebab, terakhir kali Mereka menjuarai Liga Inggris sebelum tahun 2020 adalah tahun 1990, dan mereka harus menunggu sekitar 30 tahun lamanya hingga akhirnya berhasil meraih kembali gelar juara tersebut. Serta sebelum menjuarai Liga Champions pada tahun 2019 kemarin, terakhir kali Liverpool menjuarai Liga Champions pada tahun 2005, itu artinya butuh waktu sekitar 14 tahun untuk kembali mendapatkan tropi “si kuping besar” tersebut.

Padahal diera sebelum tahun 2000, Liverpool dikenal sebagai salah satu klub Inggris yang sukses, karena mereka sukses di liga domestik dan liga Eropa, namun setelah tahun 2000, klub yang dijuluki “The Reds” itu sulit sekali mendapatkan gelar juara di kompetisi manapun.

Dengan hasil inkonsisten ini, banyak yang berspekulasi bahwa Liverpool akan kembali menjadi klub “puasa gelar” sama seperti yang telah mereka alami selama bertahun-tahun. Dalam lanjutan Primier League, Liverpool akan bertamu ke klub juru kunci, Sheffield United, yang diatas kertas, harusnya skuad Jurgen Klopp tersebut bisa meraih kemenangan dan bisa mematahkan rentetan empat kali kekalahan beruntun.

Serta Liga Champions, pada tanggal 11 Maret 2021, Liverpool akan menjamu klub asal Jerman RB Leipzig dalam leg kedua 16 besar UEFA Champions League. Pada leg pertama, mereka berhasil merebut kemenangan di kandang RB Leipzig dengan skor 2-0, yang membuat peluang mohamed Salah dkk melaju ke babak selanjutnya dalam Liga Champions musim ini terbuka lebar.

Artikel Lainnya
Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya