Kata-Kata yang Diucapkan Hero Mobile Legend CECILION dan Kisah Ceritanya

0

Cecillion : Hero Mage

Quotes

  • Only love and night are everlasting
  • Hmm… Such a tender lambent moon tonight
  • Night in, night out. Year after year
  • Blood for Blood
  • So cold and pale is the moonlight and my Carmilla
  • Fear rises yet love stay still
  • My Carmilla! Why are you so cold and pale? Just like the moonlight
  • Living forever is not a blessing but a curse
  • Do you fear red? I embrace it
  • We both know there is no end for us
  • Just one dance please !
  • Feel the bloody embrace
  • Where is she ?

Kisah Cerita

Bertahun-tahun yang lalu, menikmati opera malam Cecillion adalah bentuk hiburan paling populer bagi orang-orang di Castle Aberleen. Opera malam tersebut selalu penuh setiap kali aktor opera paling terkenal ini tampil.

Semua orang tertarik dengan bakatnya. Namun, tepuk tangan, cinta, dan sorakan dari manusia tidak membuat Cecillion merasa bahagia. Dia adalah salah satu dari Blood Demon, sulit baginya untuk membuka pikirannya kepada manusia.

Yang Cecillion ingat, rasnya telah tinggal di tempat di mana manusia hidup. Penganiayaan dari Lord Lava terhadap para Blood Demon akan menyebabkan masa depan yang kelam bagi mereka.

Karena itu, beberapa Demon memutuskan untuk meninggalkan Despair Place dan datang untuk tinggal diantara manusia. Mereka ingin sekali mencari pengampunan dari King of Light, hidup secara normal, dan berintegrasi ke dalam masyarakat manusia.

Tetapi kenyataannya mereka tidak hanya menderita karena kebencian oleh masyarakat manusia, tetapi mereka juga diburu oleh Abyss. Ketika Cecillion tumbuh dewasa, dia adalah satu-satunya yang tersisa diantara jenisnya.

Untuk menyembunyikan identitas yang sebenarnya, Cecillion tinggal di dalam Castle Aberleen sebagai aktor opera dan berusaha menutupi seluruh kemampuan dan karakteristiknya yang berhubungan dengan Blood Demon. Dia terliaht sangat elegan di atas panggung, dikelilingi oleh ribuan orang. Tetapi pada malam hari, Cecillion menghabiskan malamnya sendirian.

Hari-hari yang sepi berlanjut hingga Cecillion menciptakan suatu pertunjukkan yang tak terlupakan. Ketika dia pergi ke tengah panggung untuk mengambil busurnya, dia melihat Carmilla. Dan wanita cantik ini juga menatapnya. Pada saat tersebut, dua jiwa yang kesepian itu langsung jatuh cinta.

Meskipun Cecillion selalu memperingatkan dirinya sendiri agar tidak dapat berhubungan dengan manusia, dia tidak dapat menahan rasa cintanya kepada Carmilla. Maka, dia memutuskan untuk mengikuti kata hatinya.

Di setiap pertunjukkan, Cecillion akan menyanyikan lagu untuk Carmilla dan mereka tidak pernah berhenti saling berpandangan. Ketika berbicara mengenai hidupnya sendiri, Cecillion memilih untuk merahasiakannya. Bahkan ketika Carmilla meragukan gaya hidupnya, dia masih tidak mengatakan apa pun mengenai hal tersebut.

Seiring tumbuhnya api cinta yang semakin kuat, mereka lebih sering bertemu secara diam-diam. Ayah Carmilla, Earl Ansaac mengetahui segalanya tentang apa yang mereka lakukan. Earl hanya menganggap Cecillion sebagai aktor opera rendahan. Dia merasa Carmilla harus menikah dengan pria yang memiliki kekuasaan.

Ketika cinta pasangan ini tumbuh lebih dalam, Earl Ansaac dengan keras memutuskan hubungan antara keduanya. Carmilla dipenjara, Earl menyegel rumah opera tersebut dan mengasingkan Cecillion.

Tak lama setelah itu, terdapat desas-desus bahwa Earl Ansaac akan menikahkan anak perempuan satu-satunya, Carmilla, dengan Baron Tawil yang baru. Ketika mendengarnya, Cecillion sangat ingin untuk melawan para penjaga dan membawa Carmilla pergi.

Namun, dia mengetahui bahwa dia tidak dapat memberikan kebahagiaan kepadanya, karena dia akan menjadi seorang buronan dalam pelarian. Setelah memikirkannya dengan matang, dia memutuskan bahwa yang terbaik adalah menyerah.

Sebelum fajar menyingsing, Cecillion meletakkan sekuntum bunga mawar dan sepucuk surat dengan namanya di jendela Carmilla dan pergi. Cecilion tidak mengetahui, bagi Carmilla gaya hidupnya yang suka mengasingkan diri tidak penting baginya dan dia tidak peduli apakah dia adalah Blood Demon ataukah manusia.

Dia mencintai Cecillion apa pun dan siapa pun dia. Setelah mengenakan gaun pengantin putih, Carmilla memotong pergelangan tangannya dengan belati tajam, mengorbankan nyawanya karena dia mencintai Cecillion.

Tidak memperjuangkan Carmilla membuat Cecillion merasa sangat sedih, dan hidupnya seakan kembali seperti sebelumnya. Setelah dua malam yang sunyi, Cecillion pergi menemui Carmilla, menatpnya dari kejauhan. Tetapi ketika Cecillion tiba, dia menemukan tubuh Carmilla yang sudah menjadi dingin masih terbaring di sebuah pemakaman.

Untuk sesaat, Cecillion tidak merasakan apa-apa selain rasa sakit dan penyesalan. Bagaimana dia bisa hidup sebagai manusia tanpa Carmilla? Bulan baru pun terbit, Cecillion melebarkan sayapnya dan terbang mengelilingi kota di malam yang dingin, mengambil kekasih tercintanya.

Setelah hari itu, orang-orang dari Castle Aberleen tidak pernah melihat Cecillion atau Carmilla lagi.

[zombify_post]

SUBSCRIBE
Subscribe sekarang dan dapatkan update terbaru melalui email
aman dari spam
Pos Lainnya

Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya