Kata-Kata yang Diucapkan Hero Mobile Legends Popol & Kupa dan Kisah Ceritanya

0

Hero Popol & Kupa : Marksman

Quotes

  • Don’t go away! Our game isn’t over!
  • They’re gonna be so impressed by us, aren’t they Kupa
  • Kupa is Popol’ Best Friend, and only friend!
  • You know that? Carrying your fools to victory isn’t easy
  • Don’t move! Don’t move! I’m aiming my spears at you!
  • These people are so boring…
  • What are you laughing at? I’ m the bravest boy in Northern Vale!
  • Time to beat them up Kupa
  • You just blocked by way! Dumb dumb Kupa!
  • I’m running out of pranks to play
  • Go Kupa!
  • Don’t mess with Popol!
  • You took me by surprise… I give you that

Background

Feldan adalah suku pengembara biasa di tengah-tengah Northern Vale. Seperti orang lokal pada umumnya, mereka tinggal di dekat hutan dan menjalani kehidupan yang damai dan berjalan lambat sebagai seorang pemburu. Tetapi terdapat satu pengecualian. Popol, bocah nakal yang selama ini dikenal sebagai anak iseng dan petualang kecil, selalu terlihat menjadi pusat perhatian.

Berbeda dengan orang-orang Northern Vale yang tenang dan sabar, dia penuh semangat dan imajinasi. Berkat tradisi prajurit Northern Vale, Popol menguasai seni melempar tombak sejak dini. Dia sering bergabung dengan orang dewasa dalam perburuan mereka dan kembali dengan gerobak penuh mangsa.

Mendengarkan orang dewasa menyanyikan lagu-lagu tentang pahlawan legendaris setelah minum-minum adalah hiburan favoritnya. Dia bermimpi menjadi salah satu dari mereka dan namanya juga akan dinyanyikan oleh orang lain seperti Popol Sang Pemberani.

Namun, anggota sukunya tidak menganggap serius ambisinya dan menertawakan Popol sebagai mimpi yang kekanak-kanakan. Popol nampaknya tidak tahan. Untuk membuat yang lain terkesan padanya, dia memberikan semua jenis jebakan yang licik kepada mereka, yang hanya mengakibatkan penduduk desa, terutama anak-anak, melihatnya sebagai orang aneh dan menjauh darinya.

Semakin terasingkan, semakin bersemangat dia untuk menarik perhatian mereka dengan melakukan lebih banyak keisengan dan jebakan. Namun, hal tersebut terus mencapai efek yang berlawanan. Pada akhirnya, dia tidak memiliki teman sama sekali.

Sendiri dan putus asa, dia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang menakjubkan untuk mengembalikan citranya. Pada malam yang gelap, Popol meninggalkan desa dan berkelana ke pegunungan. Dia berencana untuk membunuh Frost Wolf ganas sendirian untuk mengesankan yang lain.

Dia masuk ke hutan yang lebat dan menyelidiki sekelilingnya dengan rasa ingin tahu. Dia kehilangan penglihatan dalam kegelapan dan jatuh ke dalam jebakan. Hal pertama yang dilihatnya di dasar lubang adalah sepasang mata bercahaya hijau, yang membuatnya sangat ketakutan.

Tetapi, ketika cahaya bulan bersinar ke dalam jebakan, dia melihat pemilik mata tersebut ternyata seekor Frost Wolf yang terperangkap yang kemudian dia beri nama Kupa. Salah satu kaki depannya terjepit oleh perangkap binatang buas dan karena kelaparan, ia hampir tidak dapat bergerak.

Popol dapat menghabisi Kupa saat itu juga, tetapi ketika ia tidak mengangkat tombaknya, ia melihat rasa kesepian yang sama di mata Kupa. Jika dia menghabisi Kupa, dia akan benar-benar sendirian dengan kegelapan di dalam jebakan ini. Dengan ragu-ragu, dia meletakkan tombak dan mencoba mambantu Kupa.

Awalnya mereka defensif dan saling memusuhi. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, kedua jiwa yang kesepian tersebut akhirnya menurunkan penjagaan mereka dan saling menganggap sebagai jenis yang sama. Perangkap binatang menjadi jembatan persahabatan mereka.

Dan mungkin karena rasa kesepian, Popol memperlakukan Kupa sebagai pendengar dan teman bermain. Da bahkan bermain-main melempar bola salju ke atas kepalanya. Tetapi, saat ini Kupa hampir mati kelaparan, Popol terlihat sedikit ragu sesaat sebelum berbagi makanan yang dibawanya dengan Kupa yang sekarat.

Namun, Popol memutuskan untuk membagi makanan pada Kupa dan selamat dari kelaparan. Dalam benaknya, semua manusia dingin dan kejam seperti para pemburu selalu terdapat situasi hidup dan mati antara mereka dan Frost Wolf.

Tapi Popol berbeda. Hanya pernah diburu sendirian di dalam hutan semenjak ia lahir, Kupa merasakan kebaikan dan kehangatan untuk pertama kalinya dari Popol. Hari-hari berlalu, dan keduanya menjalin persahabatan. Tetapi pengunjung pertama bukanlah orang-orang yang datang untuk menyelamatkan mereka, tetapi sekelompok burung nasar.

Mereka berbondong-bondong masuk ke dalam jebakan dan mulai menyerang. Popol melemparkan tombak ke burung nasar, tetapi tidak dapat mengusir mereka, sementara Kupa hanya dapat bertarung dengan satu kaki yang terperangkap tanpa tujuan.

Di bawah serangan burung nasar secara terus-menerus, mereka menjadi santapan para burung. Pada saat yang berbahaya ini, Popol mengambil keputusan yang luar biasa, ia melemparkan tombak dan dengan sekuat tenaga, merobek perangkap binatang buas, untuk membantu Kupa melarikan diri.

Dengan begitu, ia ditangkap burung nasar dan diangkat dari perangkap ke udara. Ketika harapan Popol hilang, terdengar raungan keras bagaikan petir. Kupa melompat keluar dari lubang dan menggigit burung nasar, membebaskan Popol dari cengkeramannya.

Sekarang dengan keduanya bertarung berdampingan, Popol dan Kupa memperlihatkan sinergi yang luar biasa dan mengusir semua burung nasar untuk selamanya. Untuk selanjutnya, mereka menjadi partner terbaik dalam petualangan.

Mereka melakukan perjalanan di negeri yang membeku tersebut dan bersama-sama, memulai babak petualangan yang baru.

SUBSCRIBE
Subscribe sekarang dan dapatkan update terbaru melalui email
aman dari spam
Pos Lainnya

Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya