Kebijakan Privasi WhatsApp yang Baru

0

Pada tanggal 15 Mei kemarin, WhatsApp sudah resmi menetapkan kebijakan privasi baru bagi penggunanya. Sebelumnya pada Januari 2021 kemarin, pengguna WhatsApp sempat dihebohkan dengan pemberitahuan WhatsApp yang ingin memperbarui Kebijakan privasinya, pengguna di beri pilihan untuk terima kebijakan tersebut atau menolak kebijakan tersebut. 

Namun, salah satu kebijakan baru tersebut menuai protes dari pengguna, yakni WhatsApp yang sekarang dikelola oleh Facebook, berniat untuk meminta data-data informasi pengguna seperti level baterai, kekuatan sinyal, versi aplikasi, informasi browser, jaringan seluler, informasi koneksi (termasuk nomor telepon, operator seluler), bahasa dan zona waktu, alamat IP untuk diberikan kepada Facebook. Pengguna merasa nantinya data pribadi mereka akan bocor dan merasa tidak ada privasinya lagi di WhatsApp. Oleh sebab itu, para pengguna mengancam agar WhatsApp merevisi Kebijakan privasinya, jika tidak mereka akan ramai-ramai uninstall aplikasi WhatsApp. Akhirnya WhatsApp pun membatalkan kebijakan privasi baru tersebut dan akan segera merevisinya. 

Hingga akhirnya pada bulan Februari sampai Mei, WhatsApp kembali melakukan sosialisasi mengenai revisi kebijakan privasi barunya, hingga akhirnya pada tanggal 15 Mei kebijakan baru mengenai privasi WhatsApp resmi berlaku. Pengguna diminta untuk menyetujui kebijakan baru tersebut, jika tidak akan ada konsekuensinya. Dan berikut kami simpulkan 4 hal penting dari kebijakan baru mengenai privasi WhatsApp, diantaranya adalah:

ads by posciety

1. Privasi Pesan WhatsApp Pribadi Tetap Terjamin

Dari revisi Kebijakan baru ini, WhatsApp memastikan bahwa pesan pengguna tetap terenkripsi secara end-to-end, sehingga tidak ada orang yang bisa membaca dan mengetahui isi pesan tersebut bahkan WhatsApp dan Facebook sekali pun.

2. Kebijakan Baru Bagi WhatsApp Bussines

Pembaruan kebijakan privasi WhatsApp lebih banyak berubah untuk akun WhatsApp Business. Hal ini yang membuat salah paham antara pengguna dengan WhatsApp. Sejatinya, sekarang WhatsApp memiliki dua jenis yakni WhatsApp pribadi dan WhatsApp bisnis atau business. Nah, kebijakan seperti data informasi pengguna tersebut hanya berlaku bagi para pengguna WhatsApp bisnis, jadi bagi pengguna WhatsApp pribadi data pengguna tetap terjaga privasinya.

Mengenai kebijakan baru ini, WhatsApp dan Facebook berupaya untuk membantu bisnis-bisnis kecil, maka dengan itu WhatsApp dan Facebook meminta data-data informasi pengguna bisnis-bisnis kecil tersebut yang memakai WhatsApp bisnis.

3. WhatsApp Bisnis Terkoneksi dengan Facebook

Kebijakan privasi baru kali ini, akan membantu Facebook mendapatkan data pengguna WhatsApp bisnis dan akan memberikan akses ke percakapan akun bisnis.

Dengan tekoneksinya WhatsApp bisnis dan Facebook, akan memungkinkan bisnis kecil mengunggah katalognya secara langsung ke aplikasi WhatsApp. Selain itu, di dalam marketplace milik Facebook sendiri, sudah disediakan fitur kirim pesan lewat WhatsApp. Hal ini semakin memudahkan bisnis-bisnis kecil yang bisa mengatur bisnisnya lewat dua aplikasi yang saling terkoneksi yakni WhatsApp dan Facebook.

4. Konsekuensi Menolak Kebijakan Baru Privasi 

Adapun konsekuensi ataupun dampak yang diterima pengguna jika mereka menolak kebijakan baru ini adalah akun mereka perlahan-lahan akan tidak aktif. Pengguna yang tidak menerima kebijakan baru ini, awalnya WhatsApp memberlakukan fungsi terbatas untuk pengguna tersebut selama beberapa minggu, pengguna tersebut tidak akan bisa menerima dan mengirim pesan.

Namun, mereka masih bisa melakukan panggilan dan mendapatkan pemberitahuan. Nantinya, pengguna tersebut akan benar-benar tidak dapat lagi menggunakan WhatsApp, karena akun mereka berstatus tidak aktif.

Artikel Lainnya
Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya