Kicauan Tengku Zulkarnain Tentang “Impor Ikan Asin” Membuat Menteri Susi Geram

Baru-baru ini tersiar kabar mengenai kicauan Tengku Zulkarnain, Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Twitter yang mengkritik kebijakan impor ikan asin Indonesia. Dalam akun Twitternya @ustadtengkuzul, beliau menyertakan screenshot artikel dari media daring dengan judul headline “Indonesia Impor Ikan Asin dari Taiwan dan Thailand” .

Dalam kicauannya, beliau berkata, “Dengan bentang laut lebih 99.000 kilometer, dan menjadi paling luas kedua setelah Canada. Indonesia impor ikan asin dari Thailand dan Taiwan. Kenapa? Salah uruskah negeri ini? Ayo tim sorak serbu! Jangan diam saja ya,”.

Kicauannya tersebut langsung mendapat respon dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Membalas tweet Zulkarnain, Susi mempertanyakan berita yang dianggap sudah basi tersebut. Setelah diamati, berita tersebut ternyata ditayangkan pada 25 Januari 2016.

” Tahun berapa dan kenapa? Anda pikir masyarakat bodoh? Mereka jauh lebih pintar dari kita.. kita artinya anda dan saya lebih bodoh!!!” Kata Susi melalui twitternya, membalas tweet Zulkarnain.

Sontak perbincangan keduanya memancing reaksi netizen. Ada netizen yang terpancing dengan tweet Zulkarnain dan mendukung ucapannya, ada pula yang menghujat karena menyampaikan berita lama.

Tak berhenti sampai di situ. Tim sukses pasangan calon Presiden-Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno itu kembali membuat tweet kedua soal impor ikan asin. Beliau kembali menyertakan screenshot, kali ini soal beberapa judul berita hasil pencarian di Google.

“Tercatat dari tahun 2014 sampai 2017 RI Masih Impor Ikan Asin…

@susipudjiastuti

Memang kita BODOH Lah kalau begitu. Untuk tahun 2018 belum ada berita masih impor atau sudah mandiri… Walau saya tidak ikut menentukan kebijakan BODOH itu… ” kata Zulkarnain lagi.

Tanpa menautkan akun Twitter Zulkarnain, Susi membagikan berita salah satu media berjudul “10 Negara Penghasil Ikan Terbesar di Dunia, Ada Indonesia!”

“Ekspor berapa? Impor berapa? Defisit tidak? Baru ngomel ttg kebijakan,” kata Susi setelah membagikan berita tersebut.

Berdasarkan data FAO 2016, Indonesia mampu menjadi negara kedua terbesar untuk produksi perikanan dunia setelah China. Pada tahun 2014 dengan produksi perikanan budidaya China mencapai 58,8 juta dan Indonesia mencapai 14,3 juta (dengan total senilai 10,50 Miliar) dan diikuti oleh India yang produksinya mencapai 4, 9 juta (termasuk rumput laut).

tunggu sebentar...
POS Lainnya:

Tinggalkan Komentar

avatar

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan pengalaman setiap pengunjung SETUJU & TUTUP Lihat Privasi