Kumpulan Permainan Anak Tradisional Yang Anak Zaman Now Tidak Tahu

Anak zaman sekarang belum tentu tahu betapa asyiknya permainan tradisional / permainan jaman old, permainan jadul sensasinya sangat berbeda dengan permainan / game anak zaman sekarang yang canggih-canggih. Namun tidak baik bagi kesehatan, karena permainan anak zaman sekarang lebih banyak dimainkan di depan layar. Kondisi mata mereka mudah terganggu sehingga ada batasan waktu saat mereka bermain.

Namun dalam permainan tradisional, anak zaman dulu tidak memiliki batasan waktu. Malah permainan yang dimainkan oleh anak zaman dulu sangat bermanfaat bagi kecerdasaan otak anak. Dalam permainan tradisional, mengajarkan anak-anak berpikir dan mengadu strategi. Deretan permainan tradisional yang dimaksud antara lain sebagai berikut.

Congklak

ing: Deviant Art

Congklak adalah sebuah alat permainan tradisional Indonesia yang mengandalkan biji kerang dan papan berlubang. Tapi pada zaman dahulu semuanya tidak selalu menggunakan kerang karena harganya relatif mahal, anak-anak zaman dulu mengkreasikannya dengan biji-bijian atau batu sebagai pengganti biji kerang.

Setiap lubang dalam permainan congklak berbeda-beda, mulai dari lima lubang sampai sepuluh lubang. Isi masing-masing lubang pun tergantung dengan perjanjian pemain. Sejauh ini, jumlah biji kerang atau batu setiap lubang minimal berisi lima dan maskimalnya sepuluh.

Congklak hanya dapat dimainkan oleh dua orang dan beberapa anak-anak memainkan congklak di atas tanah dengan caranya melubangi tanah menggunakan alat bantuan seperti sendok untuk memainkan congklak.

Cara Bermain Congklak

Pemain pertama akan jalan dengan cara meletakan satu persatu biji, di setiap lubang dari kiri ke kanan sampai habis lalu masuk ke dalam gunungnya, dan ambil lagi biji di tempat terakhir biji diletakan.

Istilah lain dari “gunung” adalah “nembak”. Artinya, ketika kamu memiliki satu biji di lubang besar yang ada di sisi kirimu kosong sementara di sisi temanmu memiliki biji lebih banyak, maka kamu boleh mengambil biji kerang miliknya. Istilah inilah yang disebut dengan nembak. Istilah lainnya adalah “mati”, kondisi ini disebabkan ketika kamu memasukan biji ke dalam pecong (lubang kosong) dan juga ketika kamu berada di sisi lubang yang di depannya kosong. Maka permainanmu berhenti.

Pecong atau lubang kosong adalah lubang pemain yang kalah karena jumlah bijinya yang tidak memenuhi kriteria permainan. Misalnya, setiap lubang isinya sepuluh tapi biji kerang yang kamu miliki hanya sembilan. Maka kamu akan dikenai pecong atau lubang kosong.

Bola Bekel

img: Pin Img

Permainan tradisional yang satu ini hanya membutuhkan bola karet yang bisa memantul dan biji yang terbuat dari tembaga atau kuningan. Namun lagi-lagi, anak-anak zaman dulu lebih banyak memanfaatkan batu sebagai pengganti biji tembaganya.

Permainan ini dimainkan hanya dengan memantulkan bola dan mengambil biji. Permainan bola bekel ini membutuhkan keahlian seperti kecepatan tangan dan konsentrasi yang penuh. Jika tidak, kamu akan dikalahkan oleh pemain lain. Bola bekel dapat dimainkan dengan beberapa orang secara bergantian.

Lompat Karet

img: imgur

Dada, Merdeka, Telinga, Lutut, itu adalah istilah-istilah yang disebutkan saat bermain lompat karet. Permainan tradisional yang satu ini sangat mengasyikan karena dapat dimainkan bersama banyak orang. Satu grup dapat diisi oleh enam orang bahkan lebih.

Istilah unik lainnya yaitu bela, artinya kegiatan membela temannya yang kalah. Misalnya jika saat permainan dada salah satu anggotanya kalah, maka pemimpin dapat berkesempatan untuk melakukan pembelaan dengan cara melompati talinya.

Selain istilah bela, istilah unik lainnya adalah ijal-ijal, biasanya kosakata ini digunakan saat pemain berada di level tinggi. Ketika kakinya saat melompat tidak boleh menggoyang karet, biasanya permainan ini ada di level dada dan kepala, para pemain banyak yang kalah. Namun dengan menyebutkan kata ijal-ijal maka saat pemain mengenai karet akan diberikan kesempatan sekali lagi untuk bermain.

Permainan yang biasa dimainkan oleh para anak-anak perempuan ini, memerlukan keahlian dalam melompat setinggi-tingginya. Anak perempuan yang dapat melompat setinggi-tingginya tanpa menyentuh karet atau menggoyangkan karet akan menjadi leader terbaik. Mereka akan disenangi teman-temannya dan mengajari teman-temannya teknik melompat tinggi dengan baik.

Engklek

img: 500px

Properti yang digunakan saat bermain engklek berupa pecahan genting tanah liat dan lahan tanah yang rata lagi luas. Goco atau alat utama dalam bermain terbuat dari batu, pecahan genting, dan juga kayu. Setelah itu, barulah membuat garis yang membentuk kotak berjumlah sembilan buah dan satu gunung.

Cara Bermain Engklek

Setelah pembagian kelompok dan telah ditentukan siapa pemain yang lebih dulu. Pemain akan melemparkan goco tersebut ke kotak pertama diikuti dengan teman-teman lain melompat dari kotak ke kotak ke gunung kemudian kembali lagi dengan mengambil goco dari kotak tempat goco berada.

Permainan ini sangat sederhana, keahlian yang harus dimiliki adalah kepemimpinan. Adu strategi untuk mendapatkan banyak bintang. Setelah seluruh kotak berhasil dijadikan bintang maka selanjutnya melempar goco ke gunung dengan kondisi membelakangi gunung. Istilah unik dalam permainan adalah bintang, gunung, pecle, dan masih banyak lagi.

Egrang

img: feedly

Permainan tradisional Indonesia yang selanjutnya ini membutuhkan keahlian keseimbangan badan yang baik. Bermain egrang tidak semudah yang dilihat, egrang yang terbuat dari kayu atau bambu ini bak tongkat berjalan yang dinaiki oleh pemain saat berjalan. Namun di beberapa daerah, Egrang terbuat dari batok kelapa.

Gala Asin

img: Berita Cilegon

Anak-anak 90-an pasti pernah sekali seumur hidupnya bermain Gala Asin sebagai pengganti permainan olahraga sewaktu sekolah dasar, permainan tradisional ini dapat dimainkan dua kelompok besar hingga sepuluhan orang lebih.

Permainan gala asin membutuhkan lapangan luas untuk membuat kotak-kotak permainan, hanya ada dua sisi kotak yaitu sisi kotak kanan dan kiri memanjang ke belakang. Setiap garis antara dua kotak dijaga oleh satu orang, mereka tidak dapat bergerak bebas dan hanya orang yang berada digaris tengahlah yang mendapatkan kebebasan.

Cara Bermain Gala Asin

Lima orang atau lebih masuk ke dalam dua kotak pertama, kecepatan dan strategi sangat dibutuhkan saat bermain. Pemain yang lolos dari kotak ke kotak harus menyelesaikan misinya sampai ke garis akhir dengan menyebutkan kata “gala”. Kemudian dia harus kembali ke posisi awal mereka dengan menyebutkan asin. Barulah pemenang bisa ditentukan.

Permainan ini membutuhkan kerja sama tim yang solid, permainan yang memakan waktu lama karena bisa memakan waktu lebih dari tiga puluh menit. Apalagi jika pemain stuck dalam strateginya.

Permainan tradisional yang tersebar luas di daerah-daerah mungkin memiliki aturan main dan penyebutan yang berbeda. Namun yang pastinya permainan tradisional ini memberikan banyak manfaat bagi kesehatan otak dan tubuh. Karena saat bermain kamu mungkin lebih banyak berpikir dan juga mengadu strategi.

Oleh karena itu, permainan tradisional direkomendasikan sekali untuk dicoba agar anak-anak terjaga dari pengaruh buruknya teknologi seperti mager (males gerak).

AnakIndonesia
Komentar (0)
Tambah Komentar