Latar Belakang dan Kata-Kata yang Diucapkan Hero Mobile Legends NATAN

0

Hero Natan: Marksman

Quotes

  • “It is in despair that I see the fondest hopes.”
  • “For all the memories that Eruditio bears.”
  • “Everytime is a perfect time.”
  • “I don’t pray the miracles. I make them.”
  • “Our perception is our reality.”
  • “For every end there is a start.”
  • “There is no past no future, only now.”
  • “You are all repeating yourselves.”
  • “By giving meaning to time, we giving meaning to life.”
  • “For tomorrow’s sunrise, for yesterday’s starlight.”
  • “We are meant for more.”
  • “Against the dying of the light.”
  • “This is a lone journey.”
  • “What goes around comes around?”
  • “The loop starts!”
  • “This isn’t right …”

ads by posciety

Background

Land of Dawn terlahir dari kehampaan dan akan kembali pada kehampaan.

Selama beberapa abad terakhir, segel yang menahan Lord of the Abyss semakin melemah, sementara retakan di Abyss semakin membesar. Lantis Mountains tidak dapat lagi menahan kerusakan Abyss yang dahsyat, dan umat manusia terpaksa berpindah ke utara untuk bertahan hidup.

Dengan ini, Lord of the Abyss telah bangkit sepenuhnya dan pasukan iblisnya telah mencapai tembok kota-kota Moniyan. Umat manusia mulai mengerti bahwa kiamat telah datang. Akan tetapi, secercah cahaya murni muncul, dan memberikan perlindungan untuk Moniyan.

Semua orang melihat ke arah langit, mencari sumber cahaya suci ini. Mereka kemudian menyadari ini adalah tanda bahwa Lord of Light juga telah bangkit.

Kekuatan cahaya dan kegelapan mulai beraksi, dan Endless War kembali terjadi di seluruh negeri.

Tragedi dan peperangan melanda, menghancurkan seluruh kehidupan, yang tidak akan pernah terlahir kembali. Dalam era ini, sepertinya tidak ada yang dapat menghentikan api peperangan. Seribu tahun telah berlalu, dan tiga ratus tahun kemudian pun, peperangan masih berkecamuk dengan intensitas yang membara, seperti tanpa akhir.

Natan terlahir di era seperti ini.

Saat dia bertumbuh besar di Eruditio, Natan membuktikan bahwa dia memiliki bakat alami. Di bidang sains dan sihir, dia mencapai tingkat yang bahkan tidak dapat dibayangkan oleh manusia biasa.

Seiring berlalunya waktu, api perang telah meninggalkan luka yang mendalam pada hati semua orang, tidak dapat disembuhkan. Rasa putus asa ini merupakan beban yang sangat berat bagi semua orang, bahkan untuk anak-anak sekali pun.

Dan beban ini sangat dirasakan oleh penduduk Eruditio, yang merupakan harapan terakhir umat manusia, telah dikenal sebagai puncak pengetahuan manusia, dibangun sejak berabad-abad lalu. Maka Natan mengikuti perjalanan yang sama dengan ilmuwan lainnya, mengemban tugas untuk menyelamatkan dunia sejak masih muda.

Beberapa tahun kemudian, Natan telah menjadi tumpuan Eruditio, berpartisipasi dalam proyek penelitian yang penting. Ketika berusia 28 tahun, dia telah menjadi seorang pemimpin resmi Eruditio oleh karena pencapaiannya yang luar biasa. Bersama dengan rakyatnya, dia berusaha mencari cara untuk menyelamatkan dunia.

Saat ini, Abyss telah memperoleh semakin banyak Twilight Orb. Jika setiap Twilight Orb jatuh ke tangan Lord of the Abyss, kekacauan akan kembali ke dunia, sementara seluruh cahaya ditelan oleh kegelapan.

Natan dan yang lainnya kehabisan waktu. Mereka mengambil alih seluruh kekuatan di Eruditio dan Magic Academy, berusaha sekuat tenaga untuk mencari cara demi membalikkan keadaan dan menghindari kekacauan yang akan terjadi.

Senjata-senjata yang sangat kuat diciptakan sebelum memasuki perang. Akan tetapi, umat manusia tetao tidak berdaya ketika menghadapi ancaman iblis dan Twilight Orb mereka. Rencana untuk menghentikan Lord of the Abyss bukan lagi suati rencana, tetapi harapan belaka, sesuatu yang menjatuhkan umat manusia ke dalam keputusasaan yang semakin dalam.

Di saat inilah Natan maju sekali lagi dan menemukan ide baru- penciptaan mesin waktu.

Ide ini adalah imajinasi yang gila, suatu ide yang sepertinya menciptakan lebih banyak masalah daripada solusi. Bagaimana cara untuk melewati waktu? Bahkan jika ini mungkin, bagaimana cara mengetahui masa apa yang harus dituju? Dan terlebih lagi, apakah mengubah masa lalu akan mengubah masa depan juga?

Bagaimanaphn juga, umat manusia telah terpojok tanpa jalan kembali. Bahkan harapan sekecil apapun tidak dapay membantu mereka.

Eruditio mengesampingkan seluruh penelitiannya dab mengerahkan seluruh tenaga mereka untuk mencari cara menjelajah waktu.

Natan tidak beristirahat sedetik pun, dengan seluruh waktu dan tenaganya digunakan untuk penelitian ini.

Usaha mereka yang sangat keras akhirnya membuahkan hasil. Natan dan peneliti lainnya bekerja sama untuk menciptakan sebuah alat yang dapat melengkungkan waktu, jika diberikan cukup daya. Mereka terus melanjutkan penelitian mereka berdasarkan penemuan ini, sebuah mesin waktu yang belum sempurna perlahan berkembang di hadapan mereka.

Akan tetapi, sebuah masalah tetap menghantui mereka: bahkan dengan penelitian saat ini, mereka tidak memiliki cara untuk memberikan mesin tersebut daya yang sangat besar.

Masalah lainnya adalah fakta di mana keempat sudut Land of Dawb telah dilanda Endless War untuk waktu yang sangat lama. Retakan tersebar di seluruh negeri, banjir terus melanda, dan angin topan melanda seluruh kehidupan, dan lingkungan ini mengancam seluruh bentuk kehidupan pada kepunahan. Kejayaan Moniyan Empire telah digantikan dengan pemandangan kehancuran. Eruditio berhasil bertahan karena perisai perlindungannya, dan menerima para keluarga pengungsi dari berbagai penjuru.

Eruditio bukan lagi merupakan ‘Kota Para Ilmuwan’. Sekarang, Eruditio adalah berkas cahaya terakhir ketika umat manusia menghadapi kepunahan.

Ketika Abyss berhasil memperoleh Twilight Orb terakhir, sepertinya takdir telah ditentukan. Ledakan energi gelap muncul di mana-mana, mengitari langit di atas Land of Dawn. Seolah negeri ini akan segera hancur.

Benteng terakhir umat manusia, Eruditio, berdiri sendiri dan berusaha membangkitkan harapan yang telah sirna.

Tetapi, inilah saat di mana keajaiban terjadi. Kekuatan ledakab dari Twilighy Orb beresonansi dengan mesin waktu, dan natan bergegas untuk mengaktifkan alat tersebut; mesin waktu itu bergetar dengan energi yang dahsyat dan bersinar dengan cahaya yang hangat dan luar biasa, seakan-akan dipenuhi dengan kehidupan.

Di luar laboratorium, kegelapan memenuhi seluruh negeri dan turun dari langit. Jaringan pertahanan telah dihancurkan oleh ledakan energi tersebut, dan sekarang pasukan iblis membanjiri kota tersebut. Bangunan runtuh dan jalanan dipenuhi kebakaran.

Semua orang mengetahui bahwa ini adalah pertahanan terakhir umat manusia. Terlebih lagi, mereka semua mengetahui bagaimana ini akan berakhir. Meskipun kegagalan memenuhi pikiran mereka, harapan yang membara terus membakar semangat mereka. Harapan demikian di hadapan kekalahan adalah jati diri manusia, dan mereka menaruh harapan tersebut pada Natan.

Natan memperhatikan pemandangan mengerikan di depannya, dan menyalakan mesin waktu dengan tekad di matanya. Tidak terdapat waktu untuk mengujinya, tetapi teori mereka mengatakan bahwa mesin ini dapat menampung satu orang dan membuat mereka menjelajahi ruang dan waktu. Akan tetapi, ini hanyalah sebuah teori semata, yang berarti tidak ada yang dapat memastikan keselamatannya.

Kiamat telah hadir di depan matanya dan harapan umat manusia bergantung di pundaknya. Natan menanggung seluruh harapan umat manusia dan beranjak menuju masa lalu.

Masa depan baru diubah. Bahkan jika itu berarti menghabiskan seumur hidupnya mencari jawaban melalui ruang dan waktu, Natan tidak akan kehilangan harapan, karena harapan tersebut bukanlah miliknya sendiri.

Harapan ini adalah harapan semua orang di Moniyan. Selama dia masih bertahan, dan tidak menyerah, harapan untuk keselamatan Land of Dawn akan terus hidup.

Artikel Lainnya
Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya