Latar Belakang dan Kata – Kata Yang Diucapkan Oleh Hero Mobile Legends Paquito

0

Paquito akhirnya mengalahkan Domineer, dan sang guru menatap ke arah mantan muridnya, dipenuhi dengan penyesalan. Kekuatam jahatnya ditundukkan, dan perdamaian kembali lagi di daerah itu.

Hero Paquito : Fighter

Quotes

  • “A punch for a punch.”
  • “It’s a journey with no end in sight.”
  • “Learn from defeat.”
  • “I earn respect with my fists!”
  • “Every scar mine is a badge of glory.”
  • “I bring hope with my very hands.”
  • “It’s the hardships I went through that build me up.”
  • “Why take the punch if you can dodge it?”
  • “Resilient, strong and determined!”
  • “No time for regret.”
  • “The world makes way for the man who knows where he’s going.”
  • “You are stronger than your fear.”
  • “My fists, my life.”
  • “Make every move count.”
  • “Life is a fight, try to be the winning side.”
  • “Roll with the punches.”
  • “Aaand, A knockout!”
  • “Drop dead!”
  • “A good … fight …”

Background

Kekuatan Abyss semakin membesar, mendorong Land of Dawn sekali lagi ke dalam perang yang abadi. Ini adalah bencana hebat yang menyebarkan penderitaan ke seluruh Land of Dwan. Terutama di perbatasan selatan dari Moniyan Empire.

Ancaman yang melanda dan kerusakan oleh Abyss menyebabkan tempat ini menjadi reruntuhan dan sekarang menjadi hutan belantara yang tandus. Moniyan Empire telah lama berhenti mencoba untuk merebut kembali daerah ini, dan jumlah mereka yang melarikan diri ke daerah pusat Moniyan untuk mencari kehidupan baru semakin meningkat dari hari ke hari.

Merrka yang tidak ingin meninggalkan daerah asal mereka tetap tinggal dan berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun mereka gagal untuk bersatu dan memberikan perlawanan terhadap Abyss yang semakin kuat. Sebaiknya, mereka menggunakan pemaksaan dan kekerasan dalam usaha mereka untuk mempertahankan sumber daya yang semakin menipis.

Semuanya dilanda oleh konflik, seperti Land of Despair yang jauh, perbatasan ini jatuh ke dalam kerusakan yang hebat, tanpa secercah harapan. Hingga hari itu tiba, seorang pria dengan bekas luka aneh di punggungnya dab kepalan tangan besi datang di tanah yang kacau ini dan membersihkan ketidakadilan dan kekejaman yang telah ada sejak lama.

Kedamaian yang telah lama hilang kembali ke hati semua orang saat kekuatan yang jahat satu demi satu jatuh di hadapannya. Tidak ada yang twhu darimana pria ini berasal. Maka, orang – orang yang telah ia selamatkan hanya menyebutnya sebagai ‘Heavenly Fist’.

Namanya adalah Paquito. Paquito lahir di sebuah desa kecil di Moniyan barat daya. Untuk bertahan hidup dan hidup sejahtera di daerah seperti ini yang begitu jauh dari ibukota kerajaan, Anda harus menjadi kuat. Maka, dia hanya memiliki satu mimpi sejak dia masih kecil. Menjadi petarung terkuat di dunia.

Paquito mengendalikan pikiran, tubuh dan jiwanya melalui segala cara dalam usahanya mencari kekuatan ini. Seorang pria pendiam berjalan melewati desanya, menyaksikan usaha luar biasa yang dilakukan Paquito untuk latihannya.

Oleh karena itu, dia memutuskan untuk tetap tinggal dan melatih Paquito, menjadikannya sebagai muridnya. Pada bulan – bulan berikutnya, kemampuan Paquito meningkat dengan sangat cepat saat dia berlatih dengan gurunya.

Namun, kepergiannya semakin mendekat. Sebelum pergu, dia memberi tahu Paquito hal ini: esensi sebenarnya dari pertempuran bukan terletak pada kehancuran yang dibuat. Ini bukan tentang menyerang. Paquito terus menyempurnakan tekniknya tanpa henti di tahun – tahun setelah kepergian gurunya.

Namun, dia masih berjuang untuk mewujudkan esensi yang dibicarakan gurunya. Hal ini membuat hatinya bimbang, sehingga dia meninggalkan desanya, dan masih bertekad untuk menjadi yang terkuat di dunia. Jadi dia mencari lawan yang kuat saat dia melakukan perjalanannya.

Saat dia sampai di Lantis Mountains, dia menemukan bahwa daerah itu dipenuhi oleh ketidakadilan dan kejahatan. Oleh karena itu, dia akan memasuki medan pertempuran, berjuang untuk ketidakadilan dan memusnahkan kejahatan, dia menjadi terkenal sebagai ‘Heavenly Fist’.

Saat Paquito terus bertarung tanpa lelah, sosok misterius yang dikenal sebagai ‘Domineer’ telah memperoleh kekuatan besar di Moniyan Empire. Dia memerintahkan bawahannya dan membuat rencana yang besar untuk menguasai daerah tersebut.

Untuk mendukung rencananya, Domineer menjarah daerah ini, yang telah berada di ambang kehancuran, meninggalkan kekejaman dan pembantaian di belakangnya.

Paquito mengetahui tragedi ini, dan itu membuatnya sangat marah. Dia bersumpah untuk menghentikan Domineer, dan membasmi semua hal yang berhubungan dengannya.

Dalam misinya untuk mengungkap sosok misterius ini dan identitas aslinya, Paquito menemukan bahwa dia berbeda dengan gurunya sejak dulu. Dia telah mencari esensi sebenarnya dari arti bertarung, namun sebaliknya, dia telah dihadapkan oleh kenyataan pahitnya dunia ini sejak dulu.

Dia telah kehilangan semua yang pernah dia perjuangkan, lalu dia menjadi kejam dan tidak kenal belas kasih. Kesetiaan dan persahabatan Paquito dengan guru lamanya bertentangan dengan keadilan dan moralitas yang selalu dia junjung tinggi. Dia lalu membuat keputusannya. Murid dan guru memulai pertempuran yang berlarut – larut.

Paquito berdiri tegak dan menerima serangan pertama dari gurunya-sebagai pembalasan untuk ajaran yang diterimanya. Kemudian, mereka mulai saling pukul, pertandingan dari dua kekuatan dahsyat. Teknik gurunya telah berkembang lebih kuat seiring tahun – tahun yang telah berlalu, dia berhasil mendominasi dan terus memukul Paquito hingga dia di ambang kematian.

Kekuatan mulai meninggalkan tubuhnya, dan Paquito mengingat kembali orang – orang yang berusaha dia selamatkan dari penindasan; tatapan mereka yang mengerikan, betapa mereka hanya mengharapkan kedamaian.

Saat itulah dia mendapatkan pencerahan-esensi sebenarnya dari pertempuran bukanlah tentang menyerang atau menghancurkan, tetapi sebaliknya, mempertahankan harapab di mana pun itu berada.

Paquito akhirnya mengalahkan Domineer, dan sang guru menatap ke arah mantan muridnya, dipenuhi dengan penyesalan. Kekuatam jahatnya ditundukkan, dan perdamaian kembali lagi di daerah itu.

Saa itulah Paquito membawa barang – barangnya dan bersiap untuk berangkat dan memberi tahu gurunya: dunia ini lebih besar dari yang kita ketahui, dengan lawan yang hebat yang menunggu kedatangan kita, ditambah kekuatan jahat yang telah ada ….

Dia mengandalkan kedua tangannya. Bersama hal itu dia akan memperjuangkan harapan dan impian semua orang yang membutuhkannya.

Artikel Lainnya
Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya