Pengertian, Jenis, Contoh & Syntax DNS Records

Belajar DNS Lebih Dalam Lagi

Setelah saya jelaskan pada artikel terdahulu tentang Pengertian DNS, sekarang baru sempat melanjutkan lagi tentang DNS nih. Artikel kali ini akan menjelaskan tentang DNS Records, macam – macam jenis DNS Records, dll. Bisa dikatakan artikel dibawah ini untuk yang sudah terbiasa dengan DNS atau kita sebut saja ADVANCED.

Apa itu DNS Records ?

DNS Records atau ada juga yang bilang Zone Files digunakan untuk pemetaan URL kedalam IP. Terletak didalam server maka disebut DNS Server, Records ini merupakan sambungan / koneksi website kalian dengan dunia luar.

Permintaan terhadap website kalian akan diteruskan ke server DNS kalian dan kemudian mengarahkan ke webserver yang menyediakan website kalian atau ke server email (jika permintaan berupa email) yang menangani incoming email (email masuk).

Jenis-Jenis DNS Records

Jenis DNS Records serta syntax nya itu ada banyak sekali tapi saya akan sebutkan dan jelaskan yang saya ketahui dan yang sering digunakan / disediakan dalam pelayanan konfigurasi DNS.

  • NAPTR
    Disebutnya NAPTR Records. Kependekkan dari Naming Authority Pointer merupakan jenis terbaru dari DNS Records yang support regular expression dengan berdasarkan rewriting.

Contoh serta Syntax NAPTR Records.

$ORIGIN 3.8.0.0.6.9.2.3.6.1.4.4.e164.arpa.

NAPTR 10 100 "u" "E2U+sip" "!^.*$!sip:info@riobermano.com!" .
NAPTR 10 101 "u" "E2U+h323" "!^.*$!h323:info@riobermano.com!" .
NAPTR 10 102 "u" "E2U+msg" "!^.*$!mailto:info@riobermano.com!" .

Records diatas memetakan nomor telepon +62266216094 kedalam 3 daftar URI identik yang memungkinkan. Dalam setiap kasus, regular expression sesuai dengan keseluruhan AUS (^.$) dan menimpanya dengan URI (contoh: sip:info@riobermano.com). Karena ini merupakan catatan terminal, URI dikembalikan kepada klien. Meskipun sebagian besar catatan NAPTR menimpa keseluruhan AUS, masih mungkin regular expression kembali pada bagian AUS. Untuk mengambil nomor referensi, tambahkan:

$ORIGIN 0.6.9.2.3.6.1.4.4.e164.arpa. *

NAPTR 10 100 "u" "E2U+sip""!^+62266216094(.*)$!sip:\1@riobermano.com!" .

Setelah klien memiliki URI seperti itu harus diselesaikan menggunakan DNS, tapi ingat ! ini bukan lagi bagian dari algoritma DDDS.

  • TXT
    Disebutnya TXT Records. Memungkinkan seorang administrator memasukkan data secara acak kedalam DNS Records. Misanya, catatan ini digunakan untuk mengimplementasikan spesifikasi Sender Policy Framework.

Contoh serta Syntax TXT Records.

SPF domain harus menerbitkan setidaknya 2 arahan: Pengenal Versi & Mekanisme Bawaan. riobermano.com. TXT "v=spf1 -all"ini adalah contoh SPF Records paling sederhana yang artinya domain riobermano.com tidak pernah mengirim email.

Hal ini sangat berguna ketika kalian ingin menggunakan domain sebagai web saja dan tidak ada menggunakan fitur mengirim email.

Sedangkan MX Server bisa mengirim email, mydomain.com. TXT "v=spf1 mx -all"

Sekarang, anggap saja riobermano.com memiliki 2 MX Server yaitu mx01 dan mx02. Keduanya diizinkan untuk mengirim email dari riobermano.com maka akan menjadi seperti ini mydomain.com. TXT "v=spf1 mx ptr -all" ini menunjuk semua PTR hostname yang cocok dengan riobermano.com. Kalian juga bisa mengatur mesin pengiriman ini untuk domain yang diluar host dengan cara seperti ini contoh.com. TXT "v=spf1 a:mydomain.com mx ptr -all"contoh.com tidak ada didalam host maka kita menambahkan mekanisme a untuk mengidentitaskan pengarahan.

Setiap mail server kalian harus memiliki SPF Records juga. Ketika membuat pesan bounce (bounce message), mereka akan mengirimnya menggunakan amplop kosong: <>. Ketika SPF MTA pengirim dengan amplop kosong seperti itu, akan langsung melakukan pencarian menggunakan nama domain HELO sebagai gantinya. Lakukan hal berikut ini untuk mengatur hal seperti itu:

amx.mail.net. TXT "v=spf1 a -all"
mx.mail.net. TXT "v=spf1 a -all"
  •  SRV
    Disebutnya SRV Records. Teorinya adalah diketahui sebuah nama domain misalnya: riobermano.com. dalam kasus ini misalnya domain dengan layanan sebuah web (http) yang berjalan pada tcp. Permintaan DNS mungkin dikeluarkan untuk mencari nama host yang memberikan nama domain tersebut.

Contoh serta Syntax SRV Records.

srvce.prot.name ttl class rr pri weight port target
_http._tcp.riobermano.com. IN SRV 0 5 80 www.riobermano.com.

srvce mendefinisikan nama layanan secara simbol dengan garis bawah / underscore (_). Biasanya nilainya seperti ini:

_http - web service 
_ftp - file transfer service 
_ldap - LDAP service

prot mendefinisikan nama protokol secara simbolik dengan underscore juga. Biasanya nilainya seperti ini:

_tcp - TCP protocol 
_udp - UDP protocol

name deskripsi yang dipahami dalam RFC 2782. meninggalkan entri kosong (tanpa titik/dot) akan menggantikan zona root saat ini ($ORIGIN) atau kalian juga bisa menambahkannya seperti contoh _http._tcp.example.com. diatas (dengan titik/dot).

ttl merupakan parameter standar TTL untuk mengetahui lebih lanjut tentang nilai – nilai ttl yang dikaitkan disitu.

pri adalah prioritas layanan kisaran 0 – 65535. Semakin kecil angka maka makin tinggi prioritasnya.

weight digunakan ketika lebih dari satu layanan dengan prioritas yang sama integer 16 bit antara 0 – 65535. Nilai 0 menunjukkan tidak ada pembobotan yang diterapkan.

port biasanya nomor port ditugaskan untuk layanan simbolik tapi tidak wajib, misalnya: diperbolehkan untuk menentukan layanan _http dengan nomor port 8100 padahal normalnya adalah 80.

target merupakan sebuah nama host yang akan menyediakan layanan ini. Tidak diharuskan didalam zona yang sama dengan domain.

  • SOA
    Disebutnya SOA Records. Singkatan dari “Start Of Authority” Menentukan server DNS untuk memberikan informasi otorisasi tentang sebuah domain, email dari admin domain, nomor seri domain dan beberapa timer yang berkaitan untuk menyegarkan zone.

SOA Records ini merupakan bagian paling penting dari sebuah zone files. SOA Records adalah cara untuk admin domain memberikan informasi sederhana tentang domain seperti: seberapa sering diperbarui, terakhir diperbarui, memeriksa kembali untuk informasi lebih lanjut, alamat email admin, dsb. Satu buah Zone Files hanya dapat berisi 1 SOA Recors saja ya…

Sebuah SOA Records yang dioptimalkan dan diperbarui dapat mengurangi bandwidth antara nameserver, meningkatkan kecepatan akses situs dan memastikan situs itu hidup bahkan ketika DNS server utama sedang DOWN.

Contoh serta Syntax SOA Records.

; name TTL class rr Nameserver email-address
riobermano.com. 14400 IN SOA ns.mynameserver.com. root.ns.mynameserver.com. (
2016120701 ; Serial number
86000 ; Refresh rate in seconds
7200 ; Update Retry in seconds
3600000 ; Expiry in seconds
600 ; minimum in seconds )

Perhatikan tanda “(“, jika salah penempatan maka akan fatal !

name – riobermano.com merupakan domain utama di zona ini.

TTL – 14400 merupakan hitungan detik catatan ini yang dijadikan cache oleh program si klien. Jika pada angka ini diatur menjadi 0 maka akan mengindikasi catatan / record ini tidak akan dijadikan cache. Kisaran antara 0 – 2147483647 (mendekati 68 tahun).

class – IN class menunjukkan jenis record nya. IN maksudnya adalah internet. Selama DNS kalian berada di internet atau intranet maka gunakanlah IN.

nameserver – ns.nameserver.com nameserver merupakan dimana server diletakkan pada zone files. Pada beberapa kasus bisa saja diletakkan di server berbeda. Dan jangan lupa ya untuk memasukkan nama domain nya harus lengkap dengan titik / dot. Pada kasus ini hanya contoh saja, saya meletakkan di server nameserver.com dengan zone files ns maka saya tuliskan ns.nameserver.com.

email address – root.ns.nameserver.com merupakan email sang admin domain. Biasanya pada email memerlukan simbol @, tapi pada kasus ini silahkan tulis root.ns.nameserver.com saja. Sebetulnya sama antara root.ns.nameserver.com dan root@ns.nameserver.com tapi penggunaannya yang berbeda.

serial number – 2016120701 merupakan penomoran sistem revisi untuk menampilkan perubahan yang dilakukan pada DNS Zone. Harus berupa increment ! Konvensi standar nya menggunakan format tanggal YYmmddnn, Y adalah tahun – m adalah bulan – d adalah tanggal sedangkan n merupakan nomor revisi jika saja ada beberapa perubahan yang dilakukan dalam sehari. Misalnya pada hari ini kalian melakukan perubahan / pembaruan maka akan tampil seperti ini: 2016120700 dan masih pada hari ini misalnya kalian melakukan perubahan kedua maka tampil 2016120701.

refresh – 86000 merupakan detik dimana para pekerja (sub) DNS akan di refresh dari DNS master. Nilai ini merupakan seberapa sering para pekerja DNS menghitung / menjumlahkan server utama dan melihat apakan nilai angka pada server sudah meningkat (karena kalo meningkat maka ketika refresh akan sekalian mengambil salinan yang baru untuk para pekerja). Bisa ditulis dengan “22h33m” artinya 23 jam dan 33 menit atau bisa juga tulis langsung detiknya seperti yang saya gunakan ini. Harap dicatat! Kalo kalian menggunakan internet reguler server, silahkan gunakan rentan waktu 6 sampai 24 jam.

retry – 7200 asumsikan seperti ini, para pekerja (sub DNS) mencoba menghubungi server utama dan gagal karena sedang down. Nilai retry ini (detik) memberitahukan kapan para pekerja kembali / mencoba lagi. Nilai ini tidak terlalu penting sih, karena sudah ada nilai refresh yang kita atur.

expiry – 3600000 merupakan waktu (detik) para pekerja (sub DNS) cache si Zone Files yang sah / valid, jika sedang tidak bisa menghubungi server utama. Misalnya jika nilai ini diatur menjadi 1 minggu (dalam detik) artinya para pekerja ini masih bisa memberikan informasi domain dari cache si Zone Files ini selama seminggu dan tidak ada klien yang mengetahui perbedaannya antara cache atau asli. Nilai yang disarankan sih bisa diatur antara 2 sampai 4 minggu, karena saya coba 1 minggu dan 5 minggu sedikit error.

minimum – 600 merupakan waktu default (detik) para pekerja (sub DNS) harus membuat cache si Zone Files. Bagian ini adalah waktu yang paling penting pada SOA Records. Jika informasi DNS kalian berubah, atur nilai ini menjadi 1 hari atau kurang. Sebaliknya, jika DNS Records kalian sedang tidak berubah – ubah silahkan set antara 1 sampai 5 hari. NOTE! Mengatur nilai ini menjadi nilai yang paling tinggi atau batas maksimum, akan meningkatkan kinerja situs dan mempercepat proses yang ada dalam website kalian.

  • NS
    Disebutnya NS Records. Merupakan singkatan dari name server records, memetakan nama domain ke daftar DNS server otoritatif untuk domain tersebut. Delegasinya tergantung pada NS Records.

NS Records ini mengindikasi nama server otoritatif/resmi untuk domain tertentu. NS Records untuk nama server otoritatif untuk setiap domain yang diberikan akan disusun pada server induk. Ini juga disebut sebagai Delegation Records sebagaimana record / catatan ini para server induk mengindikasi delegasi si domain terhadap server otoritatif.

NS Records juga akan terdaftar di Zone Records nama server otoritatif nya itu sendiri. Disebutnya sebagai Authoritative Records.

NS Records yang ditemukan pada server induk harus cocok dengan NS Records pada server otoritatif. Bagaimanapun, kalian juga masih bisa membuat NS Records terdaftar di server otoritatif tapi tidak terdaftar di server induk. Hal ini biasanya dilakukan untuk mengkonfigurasi nama server tipuan.

Contoh serta Syntax NS Records.

riobermano.com IN NS ns1.godaddy.com

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, IN mengidikasikan internet

NS artinya jenis record yang dicatat si nama server

Jadi, maksudnya disini adalah ns1.godaddy.com merupakan server otoritatif / resmi untuk domain riobermano.com.

  • PTR
    Disebutnya PTR Records. Singkatan dari Ponter Records, memetakan alamat IPv4 pada nama kanonikal / resmi untuk host tersebut. Mengatur PTR Records untuk hostname pada in-addr.arpa si domain yang sesuai dengan alamat IP mengimplementasikan si DNS melihat alamat tersebut secara terbalik. Contoh: www.riobermano.com memiliki alamat IP 142.1.4.16, tapi PTR Records memetakan 16.4.1.142.in-addr.arpa.

Contoh serta Syntax PTR Records.

16.4.1.142.in-addr.arpa IN PTR riobermano.com

Disini kalian perhatikan alamat IP nya terbalik dari aslinya lalu ditambahkan dengan in-addr.arpa. Hal ini biasanya digunakan sebagai keamanan dan tindakan anti spam oleh sebagian besar webserver atau yang mana sering digunakan server email untuk memeriksa apakah host benar – benar datang darimana seharusnya dia datang.

Selalu dianjurkan untuk memiliki DNS Records yang terbalik (PTR) yang telah diatur untuk server kalian khususnya untuk kalian yang menggunakan email server / smtp.

  • MX
    Disebutnya MX Records. Singkatan dari Mail Exchange Records, memetakan nama domain kedalam daftar mail exchange server untuk domain tersebut.

Contoh serta Syntax MX Records – Single Mail Server.

riobermano.com. 14400 IN MX 0 riobermano.com.

MX Records menampilkan semua email @ riobermano.com harus diarahkan kepada mail server pada riobermano.com. Misalnya DNS Records menampilkan riobermano.com pada 26.34.9.14. Ini artinya email yang dimaksudkan untuk test@riobermano.com akan diarahkan ke email server di 26.34.9.14. Selesai, hanya itu tugas dari si MX Records, selanjutnya email server pada server tersebut mengambil alih tugasnya. Ia mengambil / mengumpulkan email lalu mulai mendistribusikannya kepada “test”.

Sebuah titik (.) itu sangat penting disini pada nama domain setelah MX Records. Jika tidak ada titik / dot disini maka akan dialihkan ke riobermano.com.riobermano.com.

Angka 0 disitu mengindikasikan nomor pilihan. Mail selalu diarahkan ke server yang memiliki nomor pilihan terendah. Ini hanya contoh untuk single mail server ya. Jadi untuk single mail server bisa kalian set 0 saja supaya aman.

~ Jika kalian menggunakan Multiple Mail Servers ~

Jika kalian menggunakan beberapa server email maka harus menggunakan pada MX Records Pilihan. Nilai MX Records Pilihan mengindikasi mail server mana yang digunakan dan mana yang ditata untuk mencoba/bekerja ketika yang satunya gagal atau tidak ada respon. NOTE! Nomor pilihan yang besar kurang disukai. Angka pilihan nol (0) lebih disukai dibanding yang lainnya. Dengan demikian, ketika kalian mengatur mail yang satu menjadi 0 dan satunya bukan 0 maka ia akan mencoba pada server mail yang angka 0 terlebih dahulu jika gagal baru mencoba yang lainnya. Tapi jika kalian atur semuanya menjadi 0 maka semuanya sama – sama disukai dan mana saja yang akan dicoba duluan.

  • CNAME
    Disebutnya CNAME Records. Singkatan dari Cannonical Name Records, membuat satu domain alias / serupa dari nama domain lain. Domain yang di alias kan memiliki seluruh subdomain dan DNS Records yang asli.

Anda perlu menggunakan CNAME Records kapanpun kalian ingin mengasosiasikan subdomain baru terhadap A Records yang sudah ada. Contoh: Kalian dapat membuat www.riobermano.com menjadi riobermano.com dengansyarat riobermano.com sudah diatur IP nya dengan A Records.

Memungkinkan kalian memiliki berapapun subdomain yang diinginkan tanpa perlu menentukan IP untuk masing – masing record. Gunakanlah CNAME jika kalian memiliki banyak layanan yang diarahkan ke IP yang sama. Dengan begini, kalian hanya perlu memperbarui 1 record saja dalam merubah alamat IP (tidak perlu satu per satu).

Contoh CNAME Records, go.riobermano.com CNAME www.riobermano.com dimana www.riobermano.com merupakan A Records dengan alamat IP nya dan go.riobermano.com ditujukan ke www.riobermano.com. Dengan begini tidak akan menampilkan web domain go.riobermano.com sesungguhnya tapi iya akan menampilkan si www.riobermano.com. NOTE! CNAME tidak dapat merubah port HTTP dari 80 ke angka lain !!! Dan tidak disarankan juga untuk kalian menggunakan CNAME untuk menetapkan MX Records karena akan error.

Contoh serta Syntax CNAME Records.

mail.riobermano.com IN CNAME mail.riobermano.net

IN maksudnya adalah internet

CNAME artinya CNAME Records

  • AAAA
    Disebutnya AAAA Records atau dikenal dengan IPv6 Address Records memetakan hostname kedalam 128-bit IPv6 Address.

Sumber alamat DNS regular didefinisikan untuk 32-bit IPv4 address, selanjutnya membuat yang baru lagi untuk memungkinkan nama domain diasosiasikan dengan 128-bit IPv6 address. 4 A (AAAA) merupakan yang membantu ingatan untuk mengindikasi IPv6 address adalah 4x ukuran dari ukuran IPv4 address. AAAA Records di susun dalam banyak cara yang sama dengan A Records baik binari atau format file nya tapi ini jauh lebih besar. NOTE! Nilai sumber untuk jenis IPv6 adalah 28.

Contoh serta Syntax AAAA Records.

AAAA membantu transisi dan berdampingan antara jaringan IPv4 dan IPv6. nameserver IPv4 dapat memberikan IPv6 address:

linux aaaa 3ffe:1900:4545:2:02d0:09ff:fef7:6d2c
  • A
    Disebutnya A Records. Singkatan dari Address Records, menetapkan alamat IP untuk domain atau subdomain. Ketika sistem nama domain telah di desain maka disarankan agar tidak membuat 2 A Records yang mengarah kepada IP Address yang sama.

Misalnya saya punya domain riobermano.com dan ingin menerapkan alamat IP 10.10.0.1 ke web server, maka saya perlu membuat A Records dengan www.riobermano.com sebagai Fully Qualified Domain Name dan nilainya 10.10.0.1. Mulai sekarang, setiap permintaan untuk www.riobermano.com akan dikirim ke server dengan IP itu.

Contoh serta Syntax A Records.

riobermano.com IN A 70.10.5.12

Seperti biasa, IN artinya internet

A adalah A Records

Artinya, alamat IP untuk riobermano.com adalah 70.10.5.12.

#KESIMPULAN

Semua jenis DNS Records ini dapat digunakan untuk keperluan per-internetan kalian, dengan memahami DNS Records serta fungsi & cara pakainya maka kita dapat dengan senang hati menyesuaikan dengan kebutuhan kita. Setiap contoh pada artikel ini benar – benar hanya sekedar contoh, silahkan sesuaikan syntax / contoh nya dengan yang kalian perlukan namun penempatan atau strukturnya bisa saja sama dan ada beberapa yang harus sama strukturnya. Pada artikel ini, ada beberapa hal yang juga perlu kalian ketahui misalnya: Pengertian DNS, Pengertian Domain, Subdomain, Addon Domain & Parked Domain.

Kalo ada kekurangan dalam penjelasan atau ada DSN Records lain yang ingin kalian ketahui silahkan tinggalkan di kolom komentar ya.

Selamat mencoba !

tunggu sebentar...
POS Lainnya:

1
Tinggalkan Komentar

avatar
Anonim
Visitor
Anonim

Terimakasih ilmunya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan pengalaman setiap pengunjung SETUJU & TUTUP Lihat Privasi