Google Data Studio Punya Banyak Contoh Diagram, Begini Cara Membuatnya !

Membuat laporan data dapat ditampilkan/divisualisasikan menggunakan diagram, ini sudah menjadi hal yang biasa karena sering digunakan dalam laporan digital agar lebih mudah memahami dan bisa membantu mempersingkat waktu untuk mengetahui nilai-nilai dalam laporan tersebut.

Pembuatan laporan menggunakan Google Data Studio jauh lebih praktis dari pembuatan laporan sebelumnya, banyak pilihan diagram yang dapat Anda gunakan untuk memvisualisasikan data laporan dengan mudah dan cepat.

Kumpulan Diagram Google Data Studio

Berikut penampakan diagram yang tersedia saat ini di Google Data Studio untuk visualisasikan data laporan, Anda dapat menambahkan diagram manapun ke dalam kanvas laporan sesuai keinginan.

#1 Lingkaran

Diagram yang berbentuk lingkaran saat ini tersedia 2 bentukan, Lingkaran dan Bagan Donat.

gambar 1 - tampilan diagram lingkaran
kiri = lingkaran, kanan = bagan donat

Perbedaan antara kedua diagram di atas tidak terlalu jauh, hanya bentukan di tengahnya saja yang bolong/kosong untuk Bagan Donat sedangkan Lingkaran benar-benar berbentuk lingkaran yang memenuhi bagian tengahnya.

Diagram ini terlihat lebih jelas setiap persentase atau nilai yang ditampilkan di dalamnya, siapapun yang melihat laporan dalam bentuk seperti ini sepertinya tidak memerlukan waktu lama untuk mengetahui data mana yang lebih besar dan data mana yang lebih kecil.

Diagram seperti ini hanya memiliki kekurangan dalam segi tampilan ketika menampilkan banyak jenis data dan kebanyakan dari data itu memiliki nilai yang kecil, karena itu akan membuatnya telihat tipis sehingga menyulitkan mata untuk meneliti dengan cepat. Maka dari itu diagram bentuk seperti ini masih memerlukan legend (biasanya diletakkan di samping kanan) dan nilai (biasanya diletakkan di dalam bagan).

#2 Garis

Saat ini tersedia 4 jenis diagram dalam bentukan garis di Google Data Studio, Anda dapat menggunakannya sesuai keperluan.

gambar 2 - bentuk diagram garis
atas = kombinasi & kombinasi bertumpuk, bawah = garis & garis mulus

Cukup terlihat jelas perbedaan masing-masing diagram garis, pada dasarnya keempat diagram ini akan menggunakan garis sebagai tanda utama sebuah data yang dihasilkan dalam laporan.

Jika menggunakan jenis Kombinasi atau Kombinasi Bertumpuk, diagram ini akan menampilkan garis sebagai bawaan dari diagram yang kemudian ditambah atau dikombinasikan dengan menampilkan batang yang berdiri tegak. Bentuk ini jarang digunakan karena bertumpuk dan agak sulit melihatnya apabila memiliki data yang banyak sehingga bentuknya naik-turun dan warna yang digunakan tidak memanjakan mata.

Sedangkan diagram Garis dan Garis Mulus tidak memiliki perbedaan yang begitu signifikan, Anda dapat menggunakan kedua bentuk ini jika hendak menampilkan banyak data dan hampir setiap segmennya mengalami kenaikan dan penurunan sehingga bentuknya ke atas dan ke bawah tidak beraturan.

#3 Rangkaian Waktu

Seperti namanya, diagram ini akan menampilkan rangkaian waktu sebagai titik utama yang kemudian diikuti oleh nilai data pada rentang waktu tersebut.

gambar 3 - diagram rangkaian waktu
atas = deret waktu & garis percik, bawah = deret waktu yang mulus

Bentuk Deret Waktu dan Garis Percik tidak berbeda jauh, hanya lekukan/belokan garisnya saja terlihat kasar dan halus. Sedangkan Deret Waktu yang Mulus terlihat jelas perbedaannya yaitu hanya menampikan garis laporan saja tanpa ada rentang waktu dan nilai.

Pada dasarnya ini adalah diagram garis, jadi akan selalu menampilkan garis. Kekurangannya hanya tampilan dasarnya saja yang kurang lengkap. Untuk melihat laporan lebih rinci, sentuhlah garis menggunakan mouse pointer maka akan muncul layar popup seperti yang dicontohkan pada gambar di atas (Garis Percik).

#4 Peta Geo

Diagram laporan dalam bentuk Peta Geo ini berfungsi untuk menampilkan data secara geografis, misalnya membandingkan data pengunjung situs web antar negara.

gambar 4 - laporan peta geografi
peta geo

Pastikan data yang Anda gunakan memiliki nilai geografis misalnya lokasi, karena Peta Geo hanya menampilkan data dalam bentukan map (lokasi).

Jika Anda menggunakan Google Analytics, pasti tidak asing lagi dengan data laporan dalam bentuk map seperti ini. Google Analytics juga menggunakan tampilan peta seperti pada gambar di atas untuk menampilkan laporan geografis kunjungan situs.

Mulai dari tidak berwarna, berwarna biru tipis, hingga berwarna biru tebal adalah perbedaan di lokasi mana data lebih banyak didapatkan. Semakin tebal warna birunya berarti data yang dihasilkan di lokasi tersebut lebih banyak, untuk melihat rinciannya silakan sentuh lokasi dengan mouse pointer maka akan muncul layar popup seperti pada gambar di atas.

#5 Tabel

Google Data Studio juga menyediakan tampilan data dalam bentukan table, ini lebih familiar di mata para pengguna Microsoft Office karena tampilannya yang mirip seperti Ms Excel dan beberapa produk data Microsoft.

gambar 5 - diagram bentuk tabel
atas = tabel & tabel dengan baris, bawah = tabel dengan peta panas

Terlihat jelas perbedaan masing-masing tabel yang ada di Google Data Studio, Tabel (biasa) hanya menampilkan sumber dan angka di samping kanannya. Tabel dengan Baris mengubah angka menjadi bentuk batang memanjang ke kanan tergantung banyaknya data, sedangkan Tabel dengan Peta Panas menampilkan data angka yang disertai background berwarna biru tipis hingga tebal yang membedakan banyaknya data, ini mirip seperti Peta Geo.

Data yang ditampilkan maksimal 100 per halaman, jika lebih dari 100 maka akan dibuat paginasi di bagian bawah tabel, Anda juga dapat menyusun urutan data yang ditampilkan secara terbalik (terkecil ke terbesar) dengan klik opsi data di bagian pojok kanan atas tabel seperti yang diberi tanda panah pada gambar di atas (Tabel dengan Baris).

#6 Area

Mirip dengan diagram berbentuk garis, hanya saja bentuk Area ini akan memberikan warna keseluruhan ruang di bawah garis sehingga tampak seperti bentukan gunung dengan warna yang berbeda-beda.

gambar 6 - diagram area bentuk gunung
atas = bagan area bertumpuk & bagan area bertumpuk 100%, bawah = diagram area

Area Bertumpuk dan Diagram Area hanya memiliki perbedaan dalam transparansi warnanya saja, Diagram Area lebih tipis atau transparan sehingga terlihat warna dari garis lainnya yang berada di belakangnya. Sedangkan Bagan Area Bertumpuk 100% ini tampil sesuai namanya, memiliki tinggi yang memenuhi dan menghabiskan ruang dari bawah sampai atas.

Tapi bentuk ini semuanya tetap sama, sama-sama menampilkan legend atau petunjuk di bagian atas bagan, jika ingin melihat data lebih rinci pada rentang waktu tertentu silahkan sentuh garis pada bagan maka akan muncul rincian data pada tanggal tersebut seperti yang diberikan tanda panah pada gambar di atas.

#7 Sebar

Merupakan tampilan diagram yang menarik ketika memiliki data yang kecil-kecil, karena akan terlihat seperti partikel-partikel bulat berukuran kecil.

gambar 7 - diagram sebar google
kiri = diagram sebar, kanan = bagan balon

Diagram ini tidak menampilkan tanggal atau rentang waktu sebagai meteran, hanya menampilkan struktur data yang berupa angka di bagian bawah dan kiri. Sentuhlah bentukan bulat di dalam diagram untuk melihat data lebih rinci, akan muncul data seperti yang ditunjuk tanda panah pada gambar di atas.

Jika Anda mengaturnya hanya dengan satu warna akan sedikit menyulitkan terutama ketika data yang ditampilkan terlalu banyak, bentuk bulat pada Bagan Balon akan bertumpukan sehingga Anda tidak dapat membedakan antara satu balon dengan balon lainnya. Ubahlah warna menjadi warna-warni agar mudah dibedakan.

#8 Kartu Skor

Seperti namanya, ini hanya menampilkan angka saja sebagai laporan data di Google Data Studio. Ini biasanya digunakan untuk membuat tampilan lebih sederhana terutama ketika ingin menampilkan laporan yang memiliki banyak segmentasi.

gambar 8 - diagram bentuk skor angka
kiri = kartu skor, kanan = kartu skor dengan angka yang disingkat

Sepertinya Anda telah melihat dengan jelas perbedaan antara kedua diagram ini, hanya berbeda kelipatan angkanya saja. Kartu Skor akan menampilkan semua angka, sedangkan Kartu Skor dengan Angka yang Disingkat akan menyingkat kelipatan ribu, juta, dst. sesuai dengan bahasa yang digunakan.

#9 Tabel Pivot

Tersedia 3 Tabel Pivot untuk saat ini, Tabel Pivot (biasa), Tabel Pivot dengan Baris, dan Tabel Pivot dengan Peta Panas.

gambar 9 - diagram table scroll google
atas = tabel pivot & tabel pivot dengan baris, bawah = tabel pivot dengan peta panas

Bisa dikatakan Tabel Pivot ini merupakan level selanjutnya dari Tabel yang telah di bahas di atas pada No #5. Tabel Pivot tidak hanya menampilkan segmentasi biasa, Anda dapat melihat sumber dan membandingkannya (bagian atas dan kiri).

Tabel Pivot (biasa) menampilkan data berupa angka, Tabel Pivot dengan Baris mengganti angka tersebut dengan baris berwarna, sedangkan Tabel Pivot dengan Peta Panas menampilkan data berupa angka dengan background berwarna mulai dari warna biru terang hingga biru gelap yang akan membedakan banyaknya data. Anda pun dapat scroll secara horizontal dan vertikal jika data yang ditampilkan terlalu banyak sedangkan ukuran tabel lebih kecil.

#10 Batang

Banyak pilihan diagram batang yang dapat Anda gunakan di Google Data Studio, masing-masing batang memiliki bentuk yang berbeda, ini terlihat ketika Anda memiliki banyak data dalam satu laporan.

gambar 10 - contoh diagram batang google
atas = bagan kolom, bagan kolom bertumpuk, bagan kolom bertumpuk 100%, bawah = diagram batang, diagram batang bertumpuk, diagram batang bertumpuk 100%

Seperti yang terlihat pada gambar, masing-masing diagram ini tidak begitu berbeda jauh. Pada dasarnya diagram ini menampilkan baris atau batang, ada yang berdiri vertikal ada juga yang tidur horizontal. Khusus yang 100%, bentuknya akan memanjang atau meninggi hingga memenuhi bagan.

Legends atau petunjuk dari masing-masing diagram ini akan berada di bagian atas, ditambah sumber dan persentase yang berada di bagian bawah dan kiri membuat laporan semakin terlihat lebih rinci. Untuk lebih rinci lagi, sentuhlah batang dengan mouse pointer maka data tersebut akan muncul.

Cara Tambah Diagram di Google Data Studio

Ada banyak pilihan diagram di Google Data Studio tapi belum tau cara membuatnya? Tenang! Saya akan memandu lewat tutorial di bawah ini, mudah !

  • Masuk ke Google Data Studio, belum buat akun? Lihat bagaimana cara membuatnya
  • Buatlah kanvas laporan baru
  • Pada toolbar, pilihlah Tambah Diagram (jika menggunakan bahasa Indonesia)
  • Pilih diagram yang ingin digunakan
gambar 11 - cara membuat diagram google data studio
  • Diagram akan tampil pada kanvas laporan, klik diagram tersebut untuk mengaturnya. Pengaturan ada di sidebar kanan termasuk tema dan warna.

Setelah berhasil menambah diagram ke kanvas laporan, klik tombol LIHAT di pojok kanan atas untuk melihat/pratinjau laporan maka hasilnya akan terlihat seperti pada gambar-gambar contoh diagram di atas.

tunggu sebentar...
POS Lainnya:

Tinggalkan Komentar

avatar

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan pengalaman setiap pengunjung SETUJU & TUTUP Lihat Privasi