Mengintip Prosedur Analisis Sperma

0

Pemeriksaan sperma dilakukan melalui analis laboratorium terhadap sampel semen yang telah diambil. Pemeriksaan ini umumnya menganalisis beberapa hal, antara lain jumlah sperma, struktur atau bentuk, pergerakan, tingkat keasaman (pH), volume, warna, kekentalan semen, dan bisa juga untuk mengetahui gangguan kesuburan pria.

Dilansir dari laman Alodokter, pemeriksaan sperma umumnya dilakukan untuk mengidentifikasi beberapa kondisi, antara lain:

  • Tingkat kesuburan pria. Pemeriksaan sperma dilakukan terhadap pria atau pasangan yang diduga memiliki masalah kesuburan. Tes ini umumnya dilakukan pada pasangan yang telah menjalani program kehamilan selama 12 bulan, namun tidak mendapatkan hasil.
  • Keberhasilan vasektomi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sperma yang terkandung di dalam semen pada pasien yang baru menjalani vasektomi.
  • Mendiagnosis sindrom Klinefelter, yaitu kondisi genetika yang terjadi pada pria ketika memiliki ekstra kromosom-X. Kondisi ini ditandai dengan infertilitas.

Tidak sembarangan untuk melakukan analisis sperma. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan pasien sebelum menjalani pemeriksaan sperma, antara lain:

  • Hindari ejakulasi selama 1-3 hari sebelum menjalani pemeriksaan.
  • Hindari mengonsumsi alkohol, kafein, dan tembakau atau produk tembakau, selama 2-5 hari sebelum menjalani pemeriksaan.
  • Hindari mengonsumsi obat-obatan yang dapat menurunkan jumlah sperma, seperti cimetidine, dan produk herba, seperti echinacea dan St. John’s wort.
  • Hindari menggunakan pelumas atau produk lain yang mengandung bahan spermisidal.
  • Jangan melakukan pemeriksaan sperma ketika sedang sakit atau stres, karena hasil pemeriksaan dapat tidak akurat.

Prosedur Analisis Sperma

Salah satu cara untuk mengumpulkan sampel sperma adalah melalui proses masturbasi. Klinik atau rumah sakit umumnya menyediakan ruangan khusus bagi pasien untuk mengambil sampel sperma. Langkah pengambilan sperma adalah sebagai berikut:

  • Bersihkan tangan dan penis dengan sabun dan air bersih, kemudian keringkan.
  • Bukalah tutup wadah dan pastikan wadah sampel bersih, kering, dan steril.
  • Ketika telah mencapai tahap akan ejakulasi, segera posisikan wadah sampel sehingga sperma dapat masuk ke dalam wadah saat ejakulasi. Jangan memasukkan sperma yang tumpah ke dalam wadah.
  • Setelah sperma berhasil dikumpulkan, segera tutup wadah hingga rapat.
  • Beri nama, tanggal, dan waktu pengambilan sampel pada wadah.

Dua hal penting yang perlu diingat pasien, yaitu sampel sperma harus disimpan sesuai suhu tubuh. Jika suhu terlalu hangat atau terlalu dingin, hasil pemeriksaan tidak akan akurat. Hal penting kedua adalah sampel sperma harus segera dibawa ke laboratorium dalam jangka waktu 30-60 menit setelah sperma diambil. Tindakan ini dilakukan untuk mendapatkan sampel sperma yang baik dan hasil tes yang akurat.

SUBSCRIBE
Subscribe sekarang dan dapatkan update terbaru melalui email
aman dari spam
Pos Lainnya

Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya