Revolusi Financial Technology (Fintech) Dari Masa Ke Masa

0

Pernahkah kamu memakai e-banking, membayar barang belanjaanmu dengan ShopeePay atau mencoba investasi di Bitcoin? Jika kamu sudah mencoba hal-hal tersebut, selamat karena kamu telah menjadi salah satu pengguna Financial Technology atau FinTech! Segala sistem keuangan online yang kamu dapat nikmati hari-hari ini adalah bentuk dari FinTech. Manusia telah mencari cara untuk bertransaksi dengan menukar barang untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan sejak dahulu kala. Banyak barang yang diperdagangkan di pasar kuno dapat diklasifikasikan sebagai alat tukar. Sapi, kerang, dan berbagai hewan lainnya adalah contohnya. Seiiring waktu, uang dalam bentuk kertas diciptakan untuk memfasilitasi transaksi yang lebih efisien dan ringkas.

Dengan kecanggihan teknologi di era modern saat ini, media transaksi telah berevolusi selangkah kedepan untuk proses transaksi yang lebih mudah.

Pengertian Financial Technology

ads by posciety

Illustrasi Financial Technology
img: Unsplash

Financial Technology mengacu pada layanan keuangan berbasis teknologi inovatif dan model bisnis yang mendukung layanan tersebut. Sederhananya, FinTech merupakan inovasi apa pun yang berkaitan dengan bagaimana bisnis berupaya meningkatkan proses, pengiriman, dan penggunaan layanan keuangan.

Asal usul istilah ini dapat ditelusuri ke awal tahun 1990-an dengan “Konsorsium Teknologi Jasa Keuangan”, sebuah proyek yang diprakarsai oleh Citigroup untuk memfasilitasi teknologi kerja sama. Namun, baru sejak tahun 2014 sektor ini berkembang pesat dan menarik perhatian regulator, konsumen, dan investor.

Hari ini, teknologi finansial ini semakin melekat ke masyarakat dalam transaksi ekonomi sehari-hari. Menurut penelitian, potensi inovasi keuangan, dan jumlah, variasi, dan jangkauan startup fintech telah meningkat dalam satu dekade terakhir. Hal ini menyebabkan peningkatan di sektor investasi dimana trilliunan dollar telah dikerahkan untuk perkembangan FinTech.

Beberapa ini merupakan perusahaan-perusahaan lokal terkemuka yang bergerak di bidang FinTech:

  • DANA Wallet Indonesia: DANA adalah perusahaan Fintech yang berbasis di Jakarta, Indonesia yang menyediakan layanan keuangan inklusif (pembayaran) ke seluruh negeri.
  • TradeID: TradeID memungkinkan orang Indonesia untuk berinvestasi bebas komisi di saham Indonesia dan berinvestasi dalam pecahan saham AS dari 1 aplikasi.
  • Modalku: Modalku adalah pasar online yang diperuntukkan bagi usaha kecil untuk memperoleh pinjaman dan bagi pemberi pinjaman untuk mendanai pinjaman usaha kecil.
  • dan lain-lain.

Revolusi Financial Technology

Revolusi Financial Technology
img: @gloria

Saat ini, FinTech sering dianggap sebagai perkawinan baru antara layanan keuangan dan teknologi informasi. Interkoneksi ini, di sisi lain, memiliki sejarah panjang dan telah berkembang selama tiga periode waktu yang berbeda.

1. FinTech 1.0 (1866 – 1967)

Pada akhir abad ke-19, keuangan dan teknologi digabungkan untuk menghasilkan periode pertama globalisasi keuangan. Kabel transatlantik pertama dibangun di masa itu untuk mempermudah komunikasi dalam bisnis dan perkara lainnya antar benua. Dengan adanya kabel transatlantik, era globalisasi dimulai dan Fedwire muncul sebagai sistem pengiriman uang elektronik pertama.

Setelah perang dunia kedua, mesin teleprinter bernama Telex dikembangkan. Hal ini memungkinkan adanya pengiriman pesan jarak jauh. Setelah itu, perusahaan Diners Club didirikan dan terciptalah kartu tagihan multiguna pertama di dunia. Masyarakat menyambut dengan hangat datangnya kartu tersebut. Dalam kurun waktu 1 tahun, sudah terdapat 42 000 pengguna di Amerika Serikat.

2. FinTech 2.0 (1967 – 2008)

Era ini dimulai dengan adanya Automated Teller Machine (ATM) dan kalkulator portabel pertama di dunia pada tahun 1967.

Pada era ini lah, segala FinTech yang kerap digunakan sampai saat ini tercipta. E-commerce menjadi populer pada 1990-an ketika internet semakin populer. Selanjutnya, banyak layanan internet banking dan situs perdagangan saham online mulai bermunculan.

Sayangnya, FinTech 2.0 harus berhenti saat terjadi krisis keuangan pada 2008 lalu.

3. FinTech 3.0 (2008 – Masa Kini)

Setelah tahun 2008, evolusi fintech memasuki babak baru. FinTech 3.0 adalah era dimana FinTech sudah menuai perhatian masyarakat. Bangkitlah para pemangku kepentingan (stakeholders). Contohnya start-up. Perkembangan ini diiringi dengan perusahaan besar yang sudah ada (misalnya vendor core banking).

Pemakaian telefon genggam meningkat secara pesat dan dengan itu, masyarakat mulai mengerti dan menggunakan Wealthfront, Bitcoin, P2P Lending dan mobile banking.

4. FinTech 3.5? (2008 – Masa Kini)

Dahulu, hanya bagian Eropa dan Amerika yang menjadi pengguna dan para pembisnis dari teknologi finansial ini. Perkembangan FinTech di Asia dan Afrika baru-baru ini berkembang didorong oleh pengejaran inklusi keuangan dan pembangunan ekonomi.

Beberapa startup yang berfokus pada Artificial Intelligence (AI) dalam bidang finansial sedang dalam proses pengembangan. Kolaborasi demi kolaborasi sepeti GoTo dan Bizum juga diwujudkan agar dapat memberikan pengguna pelayanan finansial terbaik.

Di masa yang akan mendatang, para ahli keuangan yakin bahwa industri Financial Technology ini akan terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-harinya.

Artikel Lainnya
Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya