Sampdoria vs Juventus, Lompatan Tinggi Ronaldo Menjadi Sorotan

img: Google

Cristiano Ronaldo mencetak satu gol dalam kemenangan 2-1 Juventus atas Sampdoria pada laga lanjutan Liga Italia di Stadion Luigi Ferraris, Rabu (18/12/2019).

Gol Ronaldo tercipta dengan cara luar biasa karena ia menyundul bola setelah lompat setinggi 2,5 meter. Tidak hanya itu, gol Ronaldo juga disebut anti-gravitasi karena sang megabintang mampu bertahan hingga 1,55 detik saat melompat setinggi itu.

Teknik sundulan ini tentunya tidak datang dan didapatkan Ronaldo begitu saja, tentunya perlu latihan ekstra untuk menguasai nya. Tahukan anda bagaimana cara latihan Ronaldo untuk menguasai nya? di artikel ini kami akan mengungkapkan cara latihan Ronaldo untuk menguasai teknik sundulan nya tersebut.

Latihan Ala Ronaldo

Level Cristiano Ronaldo memang berada di atas pemain bola lainnya. Bahkan kini usianya berada di angka 35 tahun. Meski begitu, Ronaldo tidak menunjukkan sama sekali kesat melambat.

Di Real Madrid, Ronaldo mencetak 450 gol dalam 438 laga. Dia juga mencetak 100 gol untuk Manchester United, dan 39 gol untuk Juventus.

Singkatnya, prestasi ini hanya bisa dilakukan dengan latihan dan konsistensi luar biasa. Mantan bek Juventus, Mehdi Benatia baru saja membongkar latihan Cristiano Ronaldo sehingga membuat tubuhnya bugar bahkan melakukan hal-hal di luar nalar.

Benatia mengatakan jika Ronaldo bukan orang normal. Ya, dia dinyatakan tak normal oleh Benatia.

“Usai pertandingan melawan Bergamo, kami [Ronaldo dan dia] adalah dua pemain pengganti yang tidak digunakan karena tiga hari kemudian kami akan bermain lagi dan pelatih ingin melakukan rotasi,” kata Benatia.

Ketika kami berada di bus kembali, Cristiano mengirimi saya pesan:‘ Apa yang akan Anda lakukan sekarang? ‘ Saya mengatakan kepadanya: ‘Ini jam sebelas malam. Aku akan pulang. Mengapa?'”, lanjutnya.

“Apakah kamu merasa ingin berolahraga di gym? Saya tidak berkeringat dan saya membutuhkannya. Apakah Anda akan datang? “, Dia rupanya bertanya pada Benatia.

Orang Maroko itu menjawab bahwa di jam 11 malam, dia hanya ingin pulang dan menonton TV saja.

“Pada saat itu saya menyadari bahwa Cristiano bukan orang normal,” jelas Benatia.

“Ketika Anda bekerja dengannya, Anda lebih menghormatinya karena Anda melihat bahwa dia mengorbankan seluruh hidupnya untuk sepakbola.”

0 0 vote
Article Rating
POS Lainnya:
guest
Masukkan Nama Anda
Masukkan Email yang Sah
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan pengalaman setiap pengunjung SETUJU & TUTUP Lihat Privasi

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x