Mengintip Sejarah DOTA 2 dan Bagaimana Bisa Menjadi Game dengan Hadiah Terbesar Se-Dunia!

Dota (Defense Of The Ancients) 2, merupakan game garapan icefrog dan valve. Siapa yang tak kenal dengan Dota 2, game yang sangat populer di dunia. Dota 2 merupakan permainan Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang berisi pertarungan 5 versus 5 yang dimainkan oleh dua tim berbeda. Masing-masing tim akan memilih hero atau karakter berbeda yang memiliki skill atau kemampuan masing-masing. Dengan hero yang dipilih seorang player harus bisa memadukan hero tersebut menjadi hero yang berguna untuk memenangkan game tersebut.

Dilengkapi dengan map dan grafik yang sangat bagus, membuat pemain lebih nyaman memainkannya. Terdapat 3 lane yang menjadi arena bermain untuk para pemain Dota 2 dengan 10 pemain dan karakter yang berbeda. Kedua tim harus lebih dulu menghancurkan ‘Ancients’ musuh lebih dahulu untuk memenangkan game. Dengan memadukan strategi dan action game ini menjadi game terfavorit bagi kalangan gamers di dunia.

Sejarah Singkat Dota 2

Dota 2 juga merupakan hasil evolusi dari beberapa game sebelumnya, pertama game ini bermula dari game Starcraft Brood War. Map modifikasi game ini disebut Aeon of Strife atau AoS. Dalam AoS pemain memainkan satu karakter dengan tujuan AoS adalah menghancurkan bangunan kunci milik musuh. Pemain tersebut dibantu oleh pasukan AI bernama creep untuk mencapai tujuan tersebut. Belum ada varian hero, level hero, atau skill-skill hero tertentu pada saat itu. Pemain hanya memainkan hero dengan memperkuatnya dengan cara mengupgrade hero dari gold yang dikumpulkan dari membunuh creep.

Kemudian munculah Warcraft dan Dota versi pertama pada tahun 2002 yang dirancang oleh Blizzard Entertainment yang merilis Warcraft 3: Reign of Chaos. Pada saat ini datanglah Eul, salah seorang modder yang berusaha membuat ulang AoS ke engine Warcraft 3: ROC dengan menggunakan nama Defense of the Ancients. Saat itu Dota masih dalam mode Alpha, belum ada permainan PvP, hanya dimainkan oleh AI atau komputer didalamnya. Dan datanglah Guinsoo dan Pendragon untuk meneruskan proyek Dota ini. Mereka mengembangkan Dota versi mereka sendiri yaitu Dota:Allstars.

Seiring waktu dengan jumlah player yang bertambah, Guinsoo dan Pendragon mengajak Icefrog juga Neichus untuk membantu mengembangkan Dota ini untuk memodifikasi map dan game yang lebih stabil. Dan pada akhirnya Dota diteruskan oleh Icefrog dan dikembangkan bersama Valve Corporation dan terciptalah game Dota 2 pada 9 Juli 2013 resmi dibuka untuk dimainkan secara umum. Hingga saat inipun Dota mengalami banyak perubahan setiap versi nya seperti hero, map, item bahkan skill hero terserbut. Tetapi Dota 2 hingga sekarang menjadi game MOBA yang paling menarik para gamers.

Turnamen Game dengan Hadiah Terbesar

The International adalah turnamen Dota 2 bergengsi yang diadakan setiap tahunnya oleh Valve. Tim-tim terkuat setiap bagian di dunia berkumpul dan bertarung untuk memperebutkan sebuah piala Aegis of The Champion dan tentunya hadiahnya yang fantastis.

Pertama kali Valve mengadakan turnamen The International ini pada tahun 2011 di Cologne, Jerman tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2011. Pada turnamen ini Valve menghadiahkan hadiah turnamen terserbut dengan total hadiah 1,6 juta dollar US yang termasuk hadiah yang sangat besar pada saat itu. Setiap tahunnya total hadiah yang didapatkan dari turnamen tersebut akan bertambah karena setiap pembelian produk dari valve didalam game Dota akan diakumulasikan menjadi hadiah dari The International.

Bahkan pada tahun terakhir 2018 kemarin hadiah yang dimenangkan oleh Team OG saat mengalahkan Team PSG LGD dengan skor 3-2 dengan intensitas game yang sangat emosional dihadiahi dengan hadiah 11.234.156 dollar US atau setara dengan 157 milliar rupiah dari total hadiah 25.532.177 dollar US di Vancouver, Kanada.

tunggu sebentar...

POS Lainnya:

Tinggalkan Komentar

avatar

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan pengalaman setiap pengunjung SETUJU & TUTUP Lihat Privasi