Asal Muasal Ditetapkannya Hari Perempuan Sedunia (Women’s Day)

Setiap tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day di seluruh dunia sebagai hari besar dunia. Setiap ada hari yang diperingati pasti ada kejadian yang menjadi alasan kenapa hari tersebut tercipta sebuah peringatan (memperingati), hari penting bagi wanita ini memiliki kenangan yang cukup buruk bagi para kaum perempuan yang sampai penetapan hari ini berlarut-larut sampai 100 tahun lamanya. Hari Perempuan Internasional ini hari dimana perempuan diakui atas prestasi mereka tanpa memandang perpecahan, seperti nasional, etnis, ras, politik, budaya, atau ekonomi. Hari Perempuan Internasional ini awalnya muncul akibat gerakan buruh pada pergantian abad ke 20 di Amerika Utara dan Eropa.

Sejak tahun-tahun awal itu, Hari Perempuan Internasional telah menjadi dimensi global baru bagi para perempuan di seluruh dunia, yang telah didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hari Perempuan Internasional yang mempertemukan titik terang untuk membangun dukungan bagi hak-hak perempuan dan partisipasi dalam area politik dan ekonomi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa lalu membuat piagam pada sekitar tahun 1945 tentang kesetaraan gender. Piagam tersebut ditandatangani pada tahun 1945 yang berisi tentang perjanjian internasional pertama yang menegaskan prinsip kesetaraan antara perempuan dan laki-laki. Sejak itu, PBB membantu untuk menciptakan warisan bersejarah berskala internasional untuk memajukan status perempuan di seluruh dunia.

Selama bertahun-tahun PBB beserta jajarannya telah mempromosikan partisipasi perempuan sebagai mitra setara dengan laki-laki dalam mencapai pembangunan berkelanjutan, perdamaian, keamanan, dan penghormatan penuh terhadap hak asasi manusia. Pemberdayaan perempuan terus menjadi fitur utama dari upaya PBB untuk mengatasi tantangan sosial, ekonomi, dan politik di seluruh dunia.

Sejarah Hari Perempuan Internasional

Ada cerita yang tersebar dilingkaran internal Prancis, bahwa ada seorang wanita buruh pabrik tekstil yang melakukan unjuk rasa kepada pabriknya itu pada 8 Maret 1857. Unjuk rasa itu dilakukan untuk melawan penindasan dan gaji buruh yang rendah, tetapi unjuk rasa itu dibubarkan secara paksa oleh kepolisian.

Pada tahun 1908, terjadi kerusuhan demonstrasi sekitar lima belas ribu buruh perempuan di New York turun ke jalanan untuk menuntut jam kerja yang lebih pendek, upah yang sesuai dan kebebasan berpendapat. Gerakan ini akhirnya membuat Partai Sosialis Amerika mencanangkan Hari Perempuan pada akhir Februari.

Pada tanggal 28 Februari 1909, Hari Perempuan Internasional pertama diamati oleh Amerika Serikat. Partai Sosialis Amerika menunjuk bahwa tanggal 8 Maret menjadi Hari Perempuan Internasional untuk menghormati pemogokan pekerja garmen 1908 di New York. Partai Sosialis Internasional mengadakan pertemuan di Kopenhagen untuk merencanakan Hari Perempuan Internasional, untuk menghormati gerakan hak-hak perempuan dan untuk membangun dukungan untuk mencapai hak pilih universal bagi perempuan.

Proposal tersebut disambut dengan baik di konferensi tersebut, lebih dari 100 perempuan dari 17 negara yang mengikuti konferensi setuju. Hasil dari pertemuan di Kopenhagen, Hari Perempuan Internasional ditandai pertama kalinya pada 19 Maret 1911 di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss dimana hampir satu juta perempuan dan pria mengikuti unjuk rasa mereka melukakan unjuk rasa untuk menuntut hak perempuan untuk bekerja dan mengakhiri diskriminasi pada pekerjaan.

Menurut WikiPedia, pada sekitaran tahun 1913-1914 Hari Perempuan Internasional juga menjadi mekanisme untuk memprotes terjadinya Perang Dunia I. Sebagai gerakan dari perdamaian, para perempuan Rusia merayakan Hari Perempuan Internasional pertama mereka pada hari Minggu akhir pada bulan Februari. Di Eropa sekitar 8 Maret tahun berikutnya, para wanita mengadakan aksi unjuk rasa untuk memprotes perang dan menyatakan solidaritas dengan aktivis lainnya untuk menuntut hak mereka.

Para perempuan Rusia melakukan unjuk rasa kembali pada hari Minggu terakhir pada bulan Februari tahun 1917 (atau tanggal 8 Maret pada kalender Gregorian) dengan latar belakang perang. Empat hari kemudian, Tsar atau penguasa pada jaman tersebut turun tahta dan pemerintah memberikan perempuan hak untuk memilih. Pada akhirnya pada tahun 1975, PBB mulai merayakan 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional.

Pada tahun 1995, Deklarasi Beijing dan Kerangka Aksi Beijing dibuat yang ditandatangani oleh 189 pemerintah yang memfokuskan pada 12 bidang kritis yang perlu diperhatikan dan membayangkan sebuah dunia dimana setiap wanita dapat menjalankan pilihannya, seperti berpartisipasi dalam politik, mendapatkan pendidikan, memiliki penghasilan, dan hidup dalam bermasyarakat yang bebas bersosialisasi tanpa adanya diskriminasi.

Sesi ke-58 Komisi Status Perempuan (CSW58) pada tahun 2014, pertemuan tahunan Negara-Negara untuk membahas isu-isu kritis terkait kesetaraan gender dan hak-hak perempuan yang berfokus pada “Tantangan dan prestasi implementasi Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) untuk perempuan”.

Entitas PBB dan LSM yang terakreditasi di seluruh dunia mencatat kemajuan dan tantangan yang tersisa untuk memenuhi 8 Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs). MDGs merupakan peran penting dalam membangkitkan perhatian dan sumber daya untuk kesetaraan gender dan kedaulatan perempuan.

Di dunia ini banyak sekali perempuan pemberani, perempuan kuat, perempuan bijaksana yang bisa memimpin dan mengaspirasikan hak-hak mereka melawan diskriminasi gender. Oleh karena itu, majalah Forbes membuat urutan beberapa wanita berpengaruh di dunia untuk merayakan para perempuan atas jasanya bekerja keras membuat inovasi, perubahan dalam berbagai macam bidang, mengubah struktur menjadi lebih maju, dan menciptakan dampak positif berkelanjutan.

Berikut beberapa nama-nama perempuan yang berpengaruh sepanjang masa:

Mother Teresa (Bunda Teresa)

Mother Teresa dari Kalkuta begitulah panggilan orang-orang bagi wanita super yang satu ini. Dikutip dari WikiPedia, Mother Teresa berkewenegaraan India keturunan Albania yang mendirikan Misionaris Cinta Kasih di India. Hampir selama 47 tahun lamanya ia melayani orang miskin, sakit, yatim piatu, dan sekarat.

gambar 1 - wanita hebat dunia mother teresa
img: Wacana Nusantara

Pada tahun 1970, ia menjadi terkenal di dunia internasional untuk pekerjaan kemanusiaan dan advokasi bagi hak-hak orang miskin dan tak berdaya. Misionaris Cinta Kasih berkembang hingga sekarang, Mother Teresa telah menjalankan 610 dari 123 negara, termasuk penampungan dan rumah bagi penderita HIV/AIDS, Lepra, dan TBC, membuat program konseling bagi anak-anak dan keluarga, panti asuhan dan sekolah.

Walaupun sempat menuai banyak kritikan karena menolak aborsi dan tempat tinggal yang kurang layak untuk merawat orang-orang sakit, Mother Teresa tetap mengabdikan dirinya untuk merawat semua orang-orang yang menurut ia membutuhkan bantuan dirinya. Mother Teresa meninggal pada tanggal 5 September 1997 pada umur 87 tahun akibat gagal jantung. Karena kebaikannya, Ia dinobatkan sebagai Orang Suci oleh Paus Yohanes Paulus II seorang Uskup Roma dan pemimpin dari negara kota Vatikan, Roma.

R.A Kartini

gambar 2 - foto ra kartini wanita hebat indonesia
img: Hartono Mall Solo

Di Indonesia, semua pasti tau dengan sejarah R.A Kartini, karena sosok pelopor kebangkitan perempuan akan perjuangannya memperjuangkan emansipasi wanita. Pemikiran dan pandangannya mengenai emansipasi wanita menjadi dasar perjuangannya membangun sistem pendidikan bagi para perempuan di Indonesia pada masa itu.

Walaupun ia meninggal pada usia muda (sekitar umur 24 tahun), R.A Kartini membuat sejarah yang sangat berpengaruh pada kaum perempuan khususnya di Indonesia tentang pentingnya kesetaraan gender dan emansipasi wanita. R.A Kartini juga dikenal dengan bukunya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Hari Perempuan Internasional. Dear Perempuan, tetaplah menjadi perempuan yang hebat, menjadi panutan, dan menjadi inspirasi bagi para perempuan lainnya, setiap pria yang sukses pasti ada perempuan yang hebat dibelakangnya. Selamat hari Perempuan Internasional!

tunggu sebentar...

POS Lainnya:

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan pengalaman setiap pengunjung SETUJU & TUTUP Lihat Privasi