Sinestesia, Kemampuan Manusia untuk Melihat Suara

0

Bagi pengidap Sinestesia, untuk saat ini belum ada pengobatan tertentu yang dapat menghentikan pertukaran sinyal antar indera di otak manusia. Di sisi lain, kebanyakan orang pun menikmati hidup dengan sinestesia.

Melihat dan merasakan suara, apakah mungkin bagi manusia biasa untuk dapat melakukan hal-hal tersebut? Tentu saja bisa jika kamu adalah salah satu pengidap Sinestesia.

Apa Itu Sinestesia ?

Sinestesia adalah sebuah fenomena neurologis dimana terjadi pencampuran dan pertukaran antara dua indra yang berbeda. Seperti indra pendengaran dan pengelihatan atau bahkan indra pengecapan dan pendengaran. Orang-orang yang memiliki sinestesia dapat melakukan hal-hal unik layaknya superhero seperti melihat musik sebagai warna atau merasakan tekstur dari musik itu sendiri. Unik bukan?

ads by posciety

Namun, faktanya, penelitian membuktikan bahwa hanya ada 1 dari 2000 orang yang memiliki sinestesia. Beberapa artis papan atas seperti Kanye West, Lorde dan yang lainnya ternyata juga termasuk orang yang mengalami fenomena ini loh. Apakah kamu bagian dari yang beruntung? Yuk! Mari kita belajar dan lihat penyebab, gejala dan tipe-tipenya yang paling umum untuk kamu ketahui!

Penyebab dan Gejala Sinestesia

Dibuktikan oleh beberapa penelitian yang terpercaya bahwa sinestesia diwariskan secara genetik dari generasi ke generasi. Sehingga, kebanyakan penderita telah mengidapnya sejak dari lahir dan kemampuannya kurun meningkat seiring ia bertumbuh semakin dewasa. Selain dari genetik, kondisi ini juga dapat terjadi secara singkat kepada orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat psikedelik yang dapat merangsang dan menyambungkan indra-indra dalam tubuh.

Lalu, bagaimana fenomena ini dapat terjadi dalam seorang individu? Fenomena ini dapat terjadi ketika sinyal dalam jaringan otak manusia bercampur aduk dan saling tumpang tindih ketika diperhadapkan dengan suatu kondisi. Inilah yang menyebabkan seseorang untuk mengalami percampuran dua indra.

Bagaimana dengan gejalanya? Gejala kondisi ini dalam setiap orang berbeda-beda karena bahkan cara kerjanya tidaklah sama untuk setiap orang juga. Gejala yang paling sering ditemui adalah:

  • Penderita dapat merasakan dan menggambarkan hal-hal yang biasanya tidak dapat dirasakan atau disambungkan oleh manusia biasa. (Contohnya: Penderita dapat merasakan bentuk, dan lain-lain)
  • Penderita merasakan interaksi antar indera secara konsisten dan dapat diprediksi. (Contohnya: Setiap kali melihat huruf “J” penderita dapat melihatnya dalam warna hijau.)
  • Interaksi antar indera yang tidak dapat dikendalikan. (Contohnya: Ketika penderita mendengarkan musik, ia langsung dapat membayangkan warna-warna yang ada di dalam musik tersebut tanpa harus berfokus pada musik.)

Berikut adalah tes yang biasa digunakan oleh ahli untuk diagnosa sinestesia:

Tes Sinestesia
img: synesthesia.com

Jika kamu dapat langsung mengindikasi sebuah bentuk tertentu dalam gambar diatas, mukin kamu adalah pengidap sinestesia.

Tipe-Tipe Sinestesia

Terdapat banyak macam dan bentuk dari fenomena sinestesia. Di bawah ini merupakan contoh-contoh yang paling sering ditemui:

1. Grapheme Color

Contoh Grapheme Color Sinestesia
img: psungdesign.com

Yang pertama dan mengangkut kurang lebih 64.4% penderita sinestesia adalah Grapheme Color. Jika seseorang mengalami Grapheme Color Sinestesia, ia dapat melihat huruf, simbol dan angka dalam warna yang berbeda-beda. Untuk setiap pribadi, warna-warna tersebut akan berbeda-beda. Ada yang melihat angka 0 sebagai transparan ada juga yang melihatnya sebagai warna hitam.

2. Chromesthesia

Contoh  Chromesthesia
img: violinist.com

Yang telah ditunggu-tunggu ialah Chromesthesia. Seseorang yang mengalami chromesthesia dapat melihat warna dan bentuk abstrak tersendiri dalam irama dan suara yang mereka dengar. Dalam kesehariannya, mereka melihat dunia dengan cara pandang yang tentunya berbeda dengan orang biasa. Beberapa orang yang mengidap fenomena ini telah mengubah apa yang mereka lihat sehari-harinya menjadi lukisan-lukisan yang indah.

img: melissasmccracken

Seperti lukisan Melissa McCracken yang menggambarkan kombinasi suara dan ritme lagu I’ve Been Loving You oleh Led Zeppelin.

3. Audiotory Tactile

Hearing-touch Sinestesia
img: stock.adobe.com

Setelah Grapheme Color dan Chromesthesia, terdapat juga Audiotory-Tactile atau Hearing-Touch, yang dapat diterjemahkan secara harafiah menjadi Indra Pendengaran-Perabaan. Ini merupakan salah satu varian sinestesia yang jarang ditemukan ya. Seperti judulnya, bagi yang memiliki Hearing-Touch Sinestesia, mereka dapat merasakan suara. Contohnya ketika mendengarkan musik, mereka dapat merasakan sensasi tersendiri di kulit mereka tanpa ada yang menyentuhnya.

Dapatkah Sinestesia Disembuhkan ?

Bagi penderita Sinestesia, untuk saat ini belum ada pengobatan tertentu yang dapat menghentikan pertukaran sinyal antar indera di otak manusia. Di sisi lain, kebanyakan orang pun menikmati hidup dengan sinestesia.

Jadi, bagaimana pendapatmu tentang fenomena yang sangat menarik ini?

Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya