8 Tanda Kamu Perlu Waktu untuk Menyendiri

0

Pernahkah kamu merasa terlalu lelah dengan sekelilingmu, baik itu situasi, pekerjaan, bahkan orang-orang? Itu mungkin tanda bahwa kamu perlu menyendiri untuk mengisi lagi baterai dalam dirimu, dan ini bisa jadi pada introvert maupun ekstrovert. Meski introvert lebih mungkin, dan lebih sering. Ini karena introvert suka waktu sendirian. Bagi mereka, itu bukan hanya tentang menikmati malam sendirian—introvert membutuhkan kesendirian yang teratur dan bermanfaat. Waktu sendirian adalah saat kita diam-diam memproses hidup, menikmati aktivitas tanpa pendamping, dan mengisi ulang baterai kehidupan.

Namun, ekstrovert juga mungkin mengalami ini di waktu-waktu tertentu dalam hidup mereka. Seringnya, ekstrovert terlalu memberikan dirinya untuk orang lain, seperti mencairkan suasana, membuat orang lain senang, namun lupa untuk menyisihkan waktu bagi dirinya sendiri. Maka tidak ada salahnya bagi mereka jika ingin menikmati waktu sendiri untuk sementara, sehingga dapat memikirkan beberapa hal tentang hidupannya dengan lebih mendalam.

Lalu, apa saja tandanya jika kamu perlu waktu untuk menyendiri? Nah, dikutip dari IntovertDear, untuk mengetahuinya, berikut ini adalah 9 tanda kamu memerlukan waktu untuk menyendiri:

ads by posciety

1. Merasa Sangat Lelah atau Cemas

Terutama bagi introvert yang mendapatkan energi mereka dari kesendirian, terlalu banyak waktu di sekitar orang sangat menguras tenaga, dan seiring waktu, itu bisa menjadi sangat merugikan dirinya. Ini bisa dinamakan ‘kelelahan sosial’ yang muncul sebagai kelelahan parah, kecemasan ekstrem, lebih sering menangis, atau menyimpan amarah.

Jika sudah begitu, tandanya, kamu harus mematikan komputer, sign out dari media sosial, dan benar-benar menikmati akhir pekan di rumah tanpa gangguan apapun. Bahkan jika kamu tidak secara fisik berada di sekitar orang, juga penting bagimu untuk tidak menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial, inbox email, dan lain-lain. Setiap jenis interaksi dengan orang lain dapat membutuhkan banyak energi. Waktu sendirian mungkin sesuatu yang perlu kamu atur dengan baik.

2. Hal kecil Membuatmu Marah

Mudah tersinggung dan merasa muak dengan hal-hal kecil? Mungkin kamu terlalu berlebihan atau mengalami ‘kelelahan sosial’ dan perlu istirahat yang serius.

Ada orang-orang yang jika tidak menghabiskan cukup waktu untuk sendirian, mereka mungkin secara tidak sengaja membentak atau menjadi sumbu pendek terhadap orang yang dicintai untuk sesuatu yang sepele seperti, pertanyaan kecil. Atau mereka mungkin benar-benar frustrasi, sampai ingin menangis, hanya karena masalah kecil yang terjadi.

3. Tugas Kecil Terasa Sangat Berat

Kebanyakan orang membutuhkan waktu senggang untuk melakukan sesuatu yang “tidak berarti”, tetapi bagi para introvert, itu penting. Jika semuanya terasa seperti tugas dan rasanya kamu tidak bisa menyelesaikannya, itu mungkin pertanda bahwa kamu sudah kelelahan dan perlu untuk istirahat.

Istirahatlah—sendirian! Bersantai di sofa, membaca buku favorit yang bagus, menonton film yang sudah lama ingin kamu tonton, atau melakukan hal lain tanpa tujuan lain selain bersantai dan menikmati kesendirian.

4. Tiba-Tiba kikuk atau Pelupa

Kecanggungan bisa menjadi tanda bahwa ada terlalu banyak hal yang terjadi di kepalamu. Menurut CalmClinic, kecanggungan lebih mungkin terjadi ketika pikiranmu terganggu dan kewalahan. Kecanggungan bisa menjadi gejala kecemasan, yang lebih umum terjadi pada introvert dibandingkan ekstrovert, karena orang yang cemas terperangkap dalam pikiran dan kekhawatiran mereka sendiri.

Saat mengalami ini, berarti tubuh dan pikiranmu kemungkinan memberi sinyal bahwa mereka perlu istirahat. Dan bagaimana para introvert beristirahat dengan baik? Yap, dengan menghabiskan waktu sendirian.

5. Tidak Semangat dengan Rutinitas

Apakah kamu merasa kesulitan mendapat inspirasi di tempat kerja atau ketika datang ke proyek kreatifmu? Ini semua adalah pertanda baik bahwa kamu sedang membutuhkan waktu sendirian yang penting itu.

Ketika dirimu terkuras secara mental dan emosional, biasanya kamu akan kehilangan minat pada hal-hal yang biasa kamu nikmati—terutama jika itu terkait dengan kehidupan sosial. Pada saat itu, beban yang kamu rasakan melebihi kegembiraan yang kamu dapatkan dari aktivitas yang menyenangkan.

Luangkan waktu untuk diri sendiri. Setelah kamu akan segar kembali, dan kamu akan siap untuk menjelajah lagi. (Tetapi jika kamu masih kurang bersemangat dengan hidup setelah banyak waktu sendirian, itu bisa menjadi sesuatu yang lebih serius, seperti depresi. Jangan takut untuk menghubungi terapis untuk meminta bantuan.)

6. Berpikiran untuk Membatalkan Rencana

Bagi introvert memang membutuhkan lebih sedikit waktu terlibat dalam kegiatan sosial untuk merasa terpenuhi. Namun, apapun kepribadianmu, jika kamu tergoda untuk membatalkan rencana atau tetap di rumah daripada pergi ke suatu acara (atau memilih sendirian daripada ikut acara online) itu karena kamu butuh kelegaan, dengarkan sinyal dari tubuhmu. Kamu mungkin membutuhkan waktu sendiri untuk mengisi ulang dan mengistirahatkan otot-ototmu dari kehidupan sosial.

7. Merasa Berlebihan atau Tidak Ada Jalan Keluar

“Burnout” sangat nyata bagi introvert, dan itu tidak menyenangkan. Kurangnya waktu menyendiri bisa membuat mereka merasa panik, depresi, bahkan putus asa. Mereka mungkin menjadi sensitif terhadap cahaya, suara keras, sentuhan fisik, dan rangsangan lainnya. Orang-orang di sekitarnya— dan bahkan dirinya sendiri—mungkin bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Ingatlah bahwa kelelahan terjadi ketika kita kurang istirahat. Dan bagi para introvert, istirahat itu harus mencakup kesendirian.

8. Kamu Hanya Ingin Sendiri

Meskipun semua hal di atas adalah alasan yang sah untuk menyendiri, kamu juga boleh menjadwalkan waktu sendirian hanya karena kamu menginginkannya. Sama seperti halnya kamu memasukkan jadwal lain ke kalendermu, maka luangkan waktumu untuk diri sendiri sendiri juga.

Kamu tidak perlu mengalami kelelahan emosional sebelum menarik diri dari orang lain untuk sementara waktu. Membiarkan dirimu sendiri secara teratur sebenarnya lebih ideal. Sama seperti makan makanan bergizi, menggerakkan tubuhmu, dan meluangkan waktu untuk bernapas, menyesuaikan “waktumu” adalah perawatan diri yang sangat baik yang membantumu agar lebih menikmati hidup. Karena kamu memerlukan itu dan layak mendapatkannya. Semoga bermanfaat!

Artikel Lainnya
Komentar

Email kamu tidak akan dibagikan kepada siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik Setuju & Tutup Selengkapnya