Cesar Sayoc Akhirnya Ditangkap Karena Mengancam Kritikus Donald Trump Melalui Twitter

Twitter Sempat Meminta Maaf Karena Kelalaiannya

Pada tanggal 26 Oktober Cesar Sayoc (56 tahun) ditangkap atas kecurigaan bahwa ia telah mengirimkan 13 bahan peledak kepada kritikus terkemuka “Presiden Donald Trump“. Sorotan pun mulai terfokus kepada akun Twitter yang diduga miliknya, diduga ia gunakan untuk mengeluarkan ancaman terselubung kepada para kritikus Presiden. Twitter telah meminta maaf karena tidak bertindak pada tweet yang jelas-jelas melanggar Syarat & Ketentuan.

Rochelle Ritchie mengirim tweet beberapa screenshot dari tweet yang mengancam yang dikirimkan oleh akun @hardrock2016 kepadanya. Dia juga memposting screenshot dari tanggapan Twitter untuk laporannya: “kami telah meninjau laporan Anda dengan hati-hati dan menemukan bahwa tidak ada pelanggaran terhadap Aturan Twitter terhadap perilaku kasar.”

Tidak hanya Rochelle Ritchie, akun lainnya termasuk Jaksa Agung New York, jurnalis New York Times, dan Sarah Jeong juga pernah mendapatkan ancaman serupa. Tapi ada hal lucu yang dianggap menyindir Twitter pada balasan-balasan di tweet Rochelle Ritchie itu, seperti akun yang terlalu banyak like / retweet tiba-tiba di blok Twitter.

Namun tidak lama setelah itu, esok harinya salahsatu akun Twitter resmi milik Twitter yang memiliki tanda verifikasi @TwitterSafety mengirimkan tweet yang berisi permintaan maaf atas kelalaiannya. “Akun tersebut memang telah melanggar aturan kami, tapi kami tidak menghapusnya. Mohon maaf atas itu“.

Seperti yang dilansir oleh msn.com, bahwa timnya sudah menanyakan hal terkait masalah ini dan Twitter mengatakan akan segera menyelidiki dan memberi sanksi terhadap akunnya. Dan tidak lama Twitter pun memblokir akun @hardrock2016 karena kekerasan/ancaman di Twitter.

Loading...

Sumber msn
Lihat Post Lainnya:
Komentar
Memuat...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan pengalaman setiap pengunjung SETUJU & TUTUP Lihat Privasi