Ustadz Abdul Somad: CATUR HARAM! Ini Klarifikasi dan Maksud Sesungguhnya

Ustaz Abdul Somad atau yang populer dengan sebutan UAS bikin heboh. Dalam salah satu video ceramahnya, dia bilang catur haram.

Heboh ceramah UAS tentang catur itu muncul bersamaan dengan kabar dia mengisi ceramah di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (20/11/2019). Tapi, pernyataan itu bukan dibuat pada ceramah di KPK itu.

Ya, setelah ditelusuri, ceramah UAS yang menyepakati permainan catur itu haram bukan video baru. Video tersebut diunggah oleh channel Youtube Teman Ngaji pada 26 Juli 2017. Dalam video ‘Hukum Main Domino dan Catur, Ustaz Abdul Somad Lc. MA’ itu, UAS merespons pertanyaan dari salah satu peserta yang hadir. Dalam video tersebut UAS juga menyebut catur bukanlah olahraga.

“Taz, boleh nggak mau main domino? Nah dalam mazhab Hanafi mengharamkan dadu dan catur, itu menghabiskan waktu,” ujar UAS.

“Masa olahraga, tapi bengong sampai tiga jam, aduh, mau persatuan catur nanti marah sama saya terserahlah,” UAS menambahkan.

“Banyak yang dipikirkan itu pion-pion bisa selamat, kalau memang masalah ketangkasan banyak ketangkasan yang lain. Dadu dan catur sifatnya permainan,” ujarnya.

Sambil berseloroh saat menjawab pertanyaan jamaah apakah dirinya pernah domino, Somad menjabarkan pernah menyabet piagam pemain domino terbaik.

“Pernah, saya punya piagam pemain domino terbaik, ada saya simpan,” dia mengucapkan dan disambut tertawa oleh peserta yang hadir.

Sebelumnya UAS pernah jadi perbincangan hangat karena menyebut menonton drama Korea haram.

Respon Menag Terkait Catur Haram

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi merespons pernyataan Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam video yang menyebut catur hukumnya haram.

Pernyataan UAS tentang catur hukumnya haram dan bukan merupakan olahraga heboh. Dalam ceramahnya, UAS menilai catur merupakan permainan yang buang-buang waktu.

Selain itu, catur bukan kategori olahraga karena pelaku hanya bengong. UAS menyadari kalimat tersebut bisa memancing respons negatif persatuan catur, yang di Indonesia dipegang oleh pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi).

Pemerintah, melalui Kementeria Agama, merespons pernyataan itu. Fachrul meminta agar pernyataan UAS itu diabaikan.

“Itu enggak usah ditanggapilah yang gitu-gitu ya. Malu nanti kita, malu diketawain orang banyak,” kata Fachrul di Kantor Kemenag, Jl Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019) dikutip dari DetikNews.

“Orang semua bisa lihat referensi dari mana pun. Saya selalu bilang ya, sekarang enggak ada orang bisa mengklaim paling tahu, paling hebat,” dia menambahkan.

Menurut Fachrul, setiap orang memiliki referensi yang mungkin berbeda-beda. Dia mencontohkan seorang dokter spesialis yang dituntut oleh pasien karena memberi resep obat tak sesuai harapan pasien.

“Karena dokter spesialis pun bisa dituntut pasien yang tidak tahu apa-apa. Dia bisa mengatakan, ‘Dok, Anda salah ngasih obat ke saya, obat yang Anda kasih dampak negatifnya sangat banyak’. ‘Lo saya dokter spesialis’. ‘Lha saya baca dari ratusan dokter spesialis lain’,” katanya.

Grand Master Catur Wanita Indonesia Buka Suara

gambar 1 - Medina Warda Aulia
img: Tempo.Co

Medina Warda Aulia terkejut dengan pernyataan Ustaz Abdul Somad yang menyepakati catur hukumnya haram. Grand master wanita berusia 22 tahun itu menyebut catur memiliki banyak manfaat.

Pernyataan UAS tentang hukum catur yang haram dan bukan merupakan olahraga gaduh di media sosial. Dalam ceramahnya pada 2017 dan terekam dalam video yang diunggah di Youtube, UAS menilai catur merupakan permainan yang buang-buang waktu.

Selain itu, dia bilang catur bukan kategori olahraga karena pelaku hanya bengong. UAS menyadari kalimat tersebut bisa memancing respons negatif persatuan catur, yang di Indonesia dipegang oleh Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi).

Media, pemilik medali perak SEA Games 2011 dan perunggu 2013, tak mau mendebat pernyataan UAS itu. Berkaca pengalamannya, atlet catur lulusan Universitas Indonesia itu selalu memiliki cara agar ibadah tak terganggu oleh catur, yang bisa makan waktu berjam-jam.

“Aku kurang tahu juga, karena baru mendengar pendapat UAS. Mungkin catur itu haram karena beberapa orang bermain catur sampai berjam-jam sehingga lupa ibadah, salat, jadi sifatnya haram. Saya pikir asal asal masih ibadah enggak haram,” kata Media yang dihubungi detikSport, Jumat (22/11/2019).

“Kalau permainan catur itu ada unsur berpikirnya. Lagipula, kalau dilihat dari manfaatnya, menekuni catur itu lumayan berasa, mengajarkan agar lebih bertanggung jawab mengambil keputusan, kita juga harus mikir ke depannya mau seperti apa.

Selain itu, setiap satu langkah sudah harus memikirkan langkah selanjutnya seperti dan itu terbawa kepada keseharian saya. Saya menjadi lebih jeli melihat konsekuensi pa ayang harus dihadapi saat mengambil satu keputusan,” atlet berhijab itu menambahkan.

“Pesan saya jangan meninggalkan ibadah saat bermain catur. Jangan malas ibadah karena catur,” Medina, yang menjadi bagian skuat Indonesia ke SEA Games 2019 Filipina itu, menegaskan.

Klarifikasi UAS Tentang Pernyataan “Catur Haram”

Ustaz Abdul Somad atau UAS memberikan klarifikasi perhal isu haram bermain catur. Pasalnya, isu tersebut menjadi sorotan publik hingga muncul pro dan kontra.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh UAS saat mengisi tausiyah di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

Potongan video isi klarifikasi UAS diunggah oleh mantan Ketua DPR Marzuki Alie. Melalui akun Twitter miliknya @marzukialie_MA, Marzuki meminta agar Kementerian Agama tidak salah dalam menyikapi isu tersebut.

“Di Ponpes Gontor, Ustad Abdul Somad memberikan penjelasan tentang catur yang Haram. Penjelasan UAS ini langsung di depan KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Ponpes Gontor.Silahkan disimak, supaya @Kemenag_RI tidak salah dalam menyikapi ceramah @ustadabdulsomad,” kata Marzukie seperti dikutip Suara.com, Minggu (24/11/2019).

Dalam video berdurasi 1 menit 58 detik itu, UAS memberikan penjelasan mengenai haram bermain catur. Munculnya isu haram bermain catur berawal dari dakwahnya pada 2017 lalu. Saat itu, ia menjawab pertanyaan salah satu peserta tausiyah mengenai suaminya yang bermain catur hingga tidak menafkahi keluarga.

“Abdul Somad mengharamkan catur. La ilaha illallah. Itu kan ceritanya 2017, dua tahun lalu ada yang bertanya bagaimana pak ustaz suami saya main catur sampai enggak mencari nafkah, sampai nggak salat,” kata UAS dalam video.

UAS menjelaskan, bila dalam kasus tersebut sesuai Imam Hanafi maka jatuhnya haram, namun Imam Syafii menjatuhi hukum makruh.

“Maka menurut Imam Hanafi kalau di dalamnya ada unsur judi, melalaikan salat maka jatuhnya haram, kalau Syafi’i makruh saja” ungkapnya.

Namun ternyata video tentang catur tersebut justru dipotong oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sehingga, muncul persepsi bahwa UAS mengharamkan bermain catur.

“Tapi kok ada orang yang bukan gagal paham, kalau ada orang gagal paham kita kasih paham kita kasih paham, ada orang yang cari makan, ditulis, dipotong, diobrak abrik untuk menambah viral,” tuturnya.

SUBSCRIBE
Subsribe sekarang dan dapatkan UPDATE terbaru melalui Email.
Berhenti Subscribe Kapanpun!
POS Lainnya:

Tinggalkan Komentar

avatar

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan pengalaman setiap pengunjung SETUJU & TUTUP Lihat Privasi